(Tips) Driving and renting a car in Muscat, Oman. Women are allowed to drive

I love driving so much, except in traffic jam. When I heard that women are allowed to drive in Oman, it’s really music to my ears. It would be another driving experience for me in foreign countries. Besides Oman, I had driving experiences in several European countries and New Zealand, and got my most long driving hours around 8 hours nonstop Down Under.

Driving in Muscat is not different than in the cities in most European countries. You drive on the right hand side. The roads are smooth and road signs are in arabic and english. No big issue with traffic whereas I come from city which got 12th rank world’s worst traffic. The rush hours are not as crazy as there are in my city, Jakarta. It is possible to make only one day trip without hurry to explore the city then go back to the airport to catch flight, like we did. From airport to the city center Al Mawalih Seeb Street takes only 15 minutes driving. But you’d better study the route carefully on the map before driving since sometimes exit road signs are confusing.

Driving Tips in Muscat, Oman
Giliran saya pertama yang nyetir di Muscat, Oman

Menyetir di Muscat, ibu kota Oman, sangat menyenangkan buat saya. Jalannya halus rata tanpa jebakan batman seperti di Jakarta, juga besar-besar. Menyetir di Muscat bahkan lebih nyaman dibandingkan menyetir di kota-kota besar di Eropa di mana jalannya cenderung lebih sempit dan padat dengan mobil. Meskipun di Muscat pada jam-jam tertentu juga mengalami kemacetan. Buat saya itu masih gak ada apa-apa nya dibandingkan kondisi lalu lintas di Jakarta.

Driving Tips in Muscat, Oman
Suami juga ikutan nyetir di Muscat

Driving tips

  1. Driving on the right-hand side of the road. Sama seperti halnya di Eropa. Di Muscat dan seluruh bagian Oman, kendaraan berjalan di sebelah kanan, berarti pengemudi duduk di sebelah kiri. Berbeda dengan di Indonesia di mana kendaraan berjalan di sebelah kiri dan pengemudi duduk di sebelah kanan.
  2. All signs in english and arabic. Jadi gak perlu khawatir mengalami lost in translation karena setiap sign pasti ada tanda dalam tulisan latin dan bahasa inggris. Mengingat Muscat ini merupakan kota dengan jumlah pekerja asing hampir setengahnya dari penduduk lokal nya.
  3. Muscat is very safe. Mau parkir di pinggir jalan pun, asal sesuai dengan aturan yang berlaku tidak masalah. Kota ini bahkan cenderung aman dari Jakarta. Saya selama di sana selalu meninggalkan laptop di dalam bagasi mobil dan Alhamdulillah aman. Namun tetaplah berhati-hati dan jangan mengundang niat jahat orang lain.
  4. Parking area are mostly free. Ini termasuk parkir di dalam Mall. Hampir di semua lokasi dan di pinggir jalan tidak dipungut biaya parkir, hanya beberapa area tertentu saja dan itupun menggunakan sistem SMS dan hanya pada jam tertentu saja. Saat saya menemukan tanda bayar parkir SMS, sejujurnya saya abaikan karena saya tidak punya nomer lokal Oman. Bisa-bisa biaya SMS lebih mahal dari biaya parkir. Ini tidak patut ditiru tapi mau bagaimana lagi.
  5. Omani drivers are friendly. Menurut saya penduduk Muscat jauh lebih ramah daripada penduduk Arab Saudi, apalagi soal mengemudi. Mereka bukanlah pengemudi-pengemudi serampangan di jalan, suka ngebut, mudah marah dan hobi  membunyikan klakson berkali-kali. Saya pernah salah parkir di sebuah gedung. Alih-alih memarahi atau memaki, mereka hanya mengingatkan dengan nada bicara yang ramah.
  6. Study the road carefully since the interchanges are very complex we are not familiar with. Kondisi jalan seperti ini yang seringkali membuat kami nyasar hingga harus memutar jauh karena lalu lintas nya satu arah. Sebaiknya memang harus ada navigator di sebelah pengemudi untuk mengarahkan jalan.
  7. From Muscat International Airport to city center only takes more or less 15 minutes driving. Jaraknya sekitar 18 km menuju city center. Lalu lintas pun cenderung lengang. Karena itulah transit lama di Muscat bisa diatasi salah satunya dengan mengeksplor kota Muscat tanpa diburu waktu.

Where to rent a car ?

Driving Tips in Muscat, Oman
Mobil yang kami sewa dari Europe Car

I’d rather rent a car through an international car rental company that most people referred to. I tried to find some local companies but they said it’s not recommended. Jadi lebih baik saya pilih yang aman saja. Kami menyewa mobil dari Europe Car waktu itu dengan menunjukkan passport, tiket penerbangan dan SIM internasional. Kami mendaftarkan nama kami berdua (saya dan suami) sebagai driver. Seperti halnya jasa penyewaan mobil lainnya di negara maju, jika ada penambahan nama driver maka akan dikenakan extra charge karena ini berkaitan dengan asuransi kendaraan.

Voilà, mobil kami pun meluncur di jalanan Muscat yang mulus dan lengang. Kurang dari 24 jam mengeksplor Muscat, mulai dari pukul 10 pagi setelah pesawat kami mendarat, hingga tengah malam, 2 jam sebelum pesawat kami take off dari Muscat menuju Jakarta.

Menyetir di Muscat itu menyenangkan !

Happy traveling ! 🙂

Baca juga :

 

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s