Weekend getaway di tengah hutan pinus, Pine Forest Villa , Megamendung, Bogor

Niat body rafting membawa kami ke dalam hutan pinus dan menginap di villa tengah hutan pinus ini. Kali ini saya tidak hanya bersama suami, anak dan ayah saya seperti biasanya, tetapi juga bersama empat guru yoga saya dan geng penggila yoga. Jumlah kami bersebelas.

Membawa 11 orang untuk pertama kali nya sempat membuat saya awalnya bingung memilih tempat penginapan. Kami memutuskan naik kereta dari Jakarta sampai ke stasiun Bogor dan menyewa mobil dari stasiun Bogor. Lebih menghemat waktu mengingat dari Jakarta ke Bogor di hari Sabtu pasti sangat padat kendaraan sehingga waktu sampai pun sulit diprediksi.

Jadilah saya browsing hotel untuk menginap 11 orang. Pilihannya adalah hotel di dekat stasiun atau hotel di dekat Curug Naga, tempat kami akan melakukan body rafting. Saya melonjak senang ketika menemukan sebuah villa di tengah hutan pinus tak jauh dari curug naga. Setelah saya cek di google map, ternyata jaraknya kurang dari 1 kilometer jalan kaki dari villa ini ke lokasi curug naga. Review dari tamu yang pernah menginap di sini juga bagus. Pas ! Langsung saja saya kabarkan suami dan teman-teman. Mereka pun setuju.

Dua villa minimalis di tengah hutan pinus Bogor

Pine Forest Villa
PIne Forest Villa, Vila di tengah hutan pinus

Foto villa itu langsung menarik perhatian saya. Villa berkayu minimalis di tengah batang-batang pinus menjulang. Ternyata baru ada dua villa di sini yang bisa menampung maksimal 14 orang, dengan kapasitas 7 orang masing-masing villa. Vila ini masih tergolong baru.

Menurut Kang Asep, staff hotel yang berjaga di sana, di sini rencananya akan dibangun hotel untuk menyewakan kamar saja supaya bisa menampung lebih banyak tamu. Namun saat ini masih menunggu izin mendirikan bangunan keluar.

Dua villa ini merupakan kembar identik alias serupa satu dengan lainnya. Letaknya hanya dipisahkan jalur mobil yang beraspal. Satu villa terletak lebih di atas villa yang lain. Setiap villa memiliki dua kamar tidur, satu kamar tidur dengan satu double bed dan satu kamar tidur dengan tiga single beds. Di ruang TV tersedia sofa bed yang muat menampung satu orang.

Akses jalan ke villa ini memang cukup jauh agak ke dalam melintasi jalan sempit yang pas-pasan dilintasi dua mobil. Namun sepanjang perjalanan, kami disuguhi pemandang hijau dan udara segar. Meskipun akses internet agak lemah sepanjang perjalanan, namun signage atau papan petunjuk menuju villa mudah ditemukan di beberapa titik.

Begitu sampai di villa, pikiran langsung plong. Kami bisa tersenyum puas karena baik villa maupun area sekitar villa sesuai dengan harapan kami, bahkan lebih. Kang Asep yang ramah langsung mengantarkan kami ke villa dan menjelaskan fasilitas apa saja yang ada di villa.

Feels like home…

Rasanya memang seperti di rumah karena semua yang dibutuhkan ada di sini. Dari ruang depan, ada TV dengan sofa bed dan kursi tambahan untuk duduk-duduk atau bermain board games, seperti monopoli, ular tangga dan lain sebagainya.

Sementara di dapur disediakan segala perlengkapan dapur termasuk kulkas dan microwave dilengkapi dengan piring, gelas, dan sendok garpu dengan jumlah yang berlebihan. Bukan hanya itu, berbagai jenis panci, teflon anti lengket, teflon untuk barbecue sampai airfryer pun ada.

Di pelataran villa disediakan area khusus untuk barbecue. Kami pun membawa bahan-bahan makanan yang sudah kami beli di pasar dekat stasiun Bogor sebelum menuju villa. Sementara untuk ikan dan ayam segar, kami pesan beberapa hari sebelumnya kepada staff villa.

Masing-masing villa memiliki dua kamar mandi dengan shower nya, dilengkapi dengan sabun, shampoo juga handuk untuk 6 orang. Dengan begitu, antrian kamar mandi pun, terutama di pagi hari, tidak akan panjang.

Di meja makan, kopi dan teh juga dua botol air mineral besar sebagai compliment sudah tersedia ketika kami datang. Pas banget untuk menemani cemilan roti unyil yang kami beli di kota Bogor dan risoles smoked beef mayonnaise yang dibawa teman saya dari Jakarta. Oh iya, ketika dibawa, risoles masih mentah. Untung ada airfryer, jadi tinggal dimasukkan ke dalam airfryer. Sehat karena menggoreng tanpa minyak.

Menginap di villa ini berarti juga saatnya detox dari koneksi internet. Di setiap villa hanya disediakan satu modem kecil yang sinyalnya tidak kuat menjangkau seluruh pojok villa, hanya pojok ruang depan saja. Sementara di luar, koneksi wifi dari provider apa pun juga lemah. Ketika koneksi wifi lemah, saatnya menguatkan koneksi kami sesama manusia, begitu juga koneksi dengan alam. Kami bisa mengobrol bebas dan cekikikan sepuasnya tanpa gangguan gadget.

Barbecue-an di malam hari

Bagian paling seru menginap di sini adalah barbecue-an di malam hari. Karena hanya ada dua villa di sini dan itupun sudah kami okupasi keduanya, maka tidak ada tamu lagi yang menginap. Hutan ini serasa milik kami bersebelas. Kami pun menikmati malam hari di villa tengah hutan ini tanpa ada orang lain lagi. Hanya suara tawa dan latar lagu India yang diputar salah seorang guru yoga saya asal India. Rasanya ingin sekalian joged.

Segala perlengkapan dan alat-alat untuk barbecue termasuk lauk sudah disiapkan oleh petugas staff yang ramah-ramah di sini. Namun karena sebagian rombongan baru sampai sekitar jam 10 malam, kami baru memulai barbecue sekitar jam 10 malam, sementara petugas hanya bisa menyiapkan alat-alat barbecue saja dan tidak bisa membantu memasak karena terlalu malam. Jadilah para lelaki yang memasak, sementara kami perempuan tinggal tunggu matang. Haha :D. Gak deh, kami yang menyiapkan peralatan makan dan bumbu olesan.

Soal keamanan di villa ini tidak perlu dikhawatirkan karena seluruh staff villa ini merupakan penduduk lokal yang lahir dan besar di sini. Mereka akan menjaga keamanan dan kenyamanan para tamu di tempat ini.

Dekat dengan Curug Priuk, Curug Naga, dan Curug Barong

Tiga curug ini bisa ditempuh hanya berjalan kaki dari villa. Curug-curug inilah destinasi body rafting kami. Dari villa ke meeting point dengan operator body rafting hanya berjarak kurang dari 1 kilometer atau sekitar 15 sampai 20 menit berjalan kaki.

Minggu pagi itu, kami sudah dijemput salah satu staff operator body rafting untuk memandu ke tempat meeting point. Di tempat inilah, semua peserta di-briefing demi keamanan dan kenyamanan bersama sekalian menikmati santapan snack yang sudah disediakan. Di lokasi meeting point ini sudah disediakan toilet, kamar mandi juga ruangan untuk berganti baju.

Selesai body rafting, kami kembali ke tempat ini untuk berganti baju dan menyantap liwetan yang sudah disediakan bersama-sama. Dalam kondisi perut lapar, kelelahan namun tersisa rasa bahagia, nasi liwet lengkap dengan ayam goreng, ikan asin, kerupuk dan sambal sukse membuat mulut tak bisa berhenti mengunyah

Baca juga :

Happy plesiran ! πŸ™‚

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s