One week itinerary for Baltic countries, from cultural to dark tourism – Part 1 : Tallinn, Estonia

Baltic countries or Baltic are the three states in northern Europe, surrounding by Baltic sea. So the name is simply derived from the sea. There are Estonia, Latvia, and Lithuania, located between nordic countries (Finland and Helsinki) and Russia. Historically, these baltic countries were under Soviet regime (now Russia) from the end of world war II until around 1991. So, when we visited these three countries during a week, we see that they have more or less similarity regarding to the people, building, culture and especially their historical museums.

Baltic Countries
Map of Baltic Countries (source : http://www.worldatlas.com)

Baltic countries and Russia are our travel bucket list since my son, Zola, is a world war and military history fan. He’s eager to visit war museum all over the world. Here we are, visiting Baltic countries during a week and exploring dark tourism. Moving from a country to another by a coach because they are so small so you can reach from one to another around 4 hours.

Mengunjungi negara-negara Baltic seminggu saja sebenarnya tidak cukup. Kami memutuskan hanya mengunjungi ibu kota di tiap negara saja dengan durasi waktu masing-masing 3 hari dan dua malam. Itu saja masih belum puas sebenarnya. Hehehe. Ideal lamanya mengeksplorasi sebuah tempat tergantung dari gaya dan preferensi masing-masing traveler. Kalau tujuan kami memang ingin melihat sejarah perang dan bangunan-bangunan cantik di negara baltic ini. Jadi tempat-tempat yang diincar adalah tempat bersejarah ketika Uni Soviet menguasai ketiga negara Baltic ini.

Apa yang perlu diketahui sebelum trip ke negara Baltic ?

  • 3 negara Baltic adalah negara-negara berukuran kecil yang memiliki transportasi publik cukup mudah.
  • Dari satu negara ke negara lain mudah dijangkau dengan bus. Perjalanan hanya memakan waktu sekitar 4 jam, tidak terasa karena sangat nyaman. Pilihan bus juga banyak. Kami memilih bus Lux Express untuk transportasi antar negara-negara Baltic. Recommended ! It’s so comfortable for family.
  • Tidak mudah menemukan orang yang mengerti bahasa Inggris seperti supir bus atau penjaga toko. Lebih baik cari pusat informasi wisata atau pusat informasi di stasiun. Biasanya mereka lebih mengerti bahasa inggris.
  • Orang-orangnya tidak begitu ramah. Tidak perlu kaget jika sapaan atau ucapan “hallo !”dan “terima kasih” tidak dibalas karena memang mereka seperti itu. Tidak perlu GR atau curiga jika ada aja yang suka menatap sambil ngomongin sesuatu ke temannya. Mungkin perilaku tidak ramah ini akibat dari rasa was-was bertahun-tahun dijajah Soviet. Setiap penjuru memata-matai dan siap mengeksekusi siapapun yang anti Soviet.
  • Harga-harga cenderung lebih murah, apalagi dibandingkan dengan negara-negara Scandinavia. Sangat terasa perbedaannya.

Itinerary for Tallinn, Estonia

So here are our seven days itinerary in Baltic countries. We start from Tallin, Estonia moved to Riga, Latvia, and ended in Vilnius, Lithunia. The last is our favourite. We feel that Vilnius is more attractive and lively, as well as more open to foreigners. In addition, the city is more beautiful with light decoration everywhere over the streets.

Beberapa tempat dari itinerary ini tidak sempat kami kunjungi karena keterbatasan waktu. Lagipula memang pace traveling kami tidak mengejar semua destinasi.

Day 1 – 3 : Tallinn, Estonia

Kami sampai di Tallin naik kapal ferry Viking Line dari Helsinki, Finlandia. Lama perjalanan hanya sekitar 2,5 jam. Kami menghabiskan waktu dengan brunch di atas kapal.

Viking Line Ship
Viking Line Ship di pelabuhan Helsinki, Finlandia. Kami berangkat ke Tallinn dari Helsinki lewat laut.
Pelabuhan Tallinn Vanasadam
Pelabuhan Tallinn Vanasadam, Estonia. Hanya 2,5 jam dari Helsinki
  • KGB Museum. Museum ini terletak di lantai paling atas Hotel Viru. Karena tempatnya sempit, pengunjung nya juga dibatasi, maka perlu reservasi lebih dulu sebelum datang ke sini beberapa hari sebelumnya. Jangan seperti kami yang kehabisan tempat saat mencoba reservasi sehari sebelumnya. Pastikan ikut tour berbahasa inggris, bukan bahasa finlandia, russia atau bahasa estonia ya. Asalnya museum ini merupakan sebuah tempat mata-mata intel Uni Soviet yang kemudian sekarang menjadi museum. Penampakannya kira-kira seperti video youtube dari traveler ini.
  • Old town dan christmas market. Ini seperti menjadi destinasi wajib setiap datang ke negara-negara Eropa mana saja. Setiap old town di Eropa serupa tapi tak sama. Bangunan-bangun kota tua di negara baltic lebih didominasi warna pastel, berbeda dengan di Scandinavia yang warna nya cenderung lebih terang dengan dominasi merah dan kuning.

Kebetulan saat kami di sana masih dalam suasana natal sehingga masih ada christmas market di old town. Suasana christmas market dihidupkan dengan adanya storyteller keliling dan meet n greet santa.

This slideshow requires JavaScript.

  • Museum of torture. Museum ini tidak sengaja kami temukan ketika sedang mengeksplorasi kota tua. Letaknya tidak jauh dari gerbang old town. Kami akhirnya masuk karena tertarik dengan orang-orang berkostum jaman Medieval yang mengundang orang masuk ke museum.

Tempat ini memperlihatkan masa kegelapan Eropa di masa lalu yang memberikan hukuman sadis kepada siapapun yang menentang kerajaan atau agama dan  yang melanggar aturan. Koleksinya adalah benda-benda yang dulu dipakai untuk menyiksa orang-orang yang dianggap bersalah dan berdosa.

Museum nya tidak terlalu besar, namun cukup membuat saya agak merinding sedih masuk ke sini. Bagi yang mudah sedih dan agak sensitif dengan kengiluan tidak disarankan masuk ke tempat ini, apalagi mengajak anak balita. Berhubung Zola sudah 10 tahun dan penikmat sejarah, buat kami tidak masalah mengajaknya masuk ke sini.

  • Jagalla waterfall.

Ini adalah air terjun cantik yang terletak sekitar satu jam dari pusat kota Tallinn. Saat winter, air terjun ini membeku menjadikan pemandangan di sini cantik dan unik, setidaknya untuk orang Indonesia seperti kami yang jarang lihat salju dan es seperti itu.

Sayangnya kami gak jadi datang ke sini karena keterbatasan waktu, jadi hanya bisa memandangi video dari seorang youtuber ini. Sepertinya tempat ini menarik dan worth it didatangi.

  • Telliskivi dan Kalamaja

Kalau membaca dari beberapa review di beberapa situs, Telliskivi merupakan distrik dengan karya-karya kreatif, terutama mural art. Kota ini katanya cukup hidup dengan restoran, kafe, butik, dan toko souvenir di sekitarnya. Di sini juga ada flea market. Kami juga tidak sempat sekedar duduk-duduk di salah satu kafe di Telliskivi. Mungkin lain kali semoga ada kesempatan datang lagi ke Tallinn.

Sementara Kalamaja pun asik untuk sekedar sightseeing. Distrik ini dikenal sebagai distrik bohemian. Banyak rumah-rumah kayu tradisional khas Estonia. Kami sempat berjalan-berjalan di sekitar sini. Sepertinya ini daerah elit di Tallinn karena banyak rumah-rumah kayu berukuran besar. Karena sudah terlalu sore nyaris gelap, kami tidak bisa mengambil foto-foto bagus di tempat ini. Ah sayang sekali !

Where to stay in Tallinn ?

We stayed over at apartment from Airbnb in Pronski 3, located in city center and only walking distance from Old Town. This area is charming and lively. When we walked from apartment to old town, we found modern and old building separated only by crossing a street. Lodged near old town is perfect for first timer in Tallinn.

To those who prefer other cool areas than old town, you can check this blog for several options. If someday we have a chance to revisit Tallinn, we will choose a Telliskivi and Kalamaja to sleep over.

Public transport in Tallinn

Mengeksplor Tallinn sangat mudah dilakukan dengan bus, trolleys (bus listrik) ataupun tram.  Ada beberapa tipe tiket transportasi kota Tallinn :

  • single-ride, hanya bisa dipakai sekali perjalanan. Tiket ini bisa dibeli di driver langsung di atas bus, trolley ataupun tram seharga 2 EUR
  • One hour ride unlimited, bisa digunakan hanya selama satu jam seharga 1,3 EUR. Tiket ini dibeli melalui mesin validasi di atas bus, trolley dan tram dengan menggunakan kartu kredit.
  • One to three days ticket unlimited bisa menggunakan smartcard ataupun QR ticket dan berlaku selama durasi yang sudah ditentukan.
  • QR ticket ini merupakan tiket yang menggunakan aplikasi mobile pilet.ee. Aplikasi ini bisa di-download di apps store atau google play. Selain lewat aplikasi, tiket juga bisa dibeli dan top up lewat website tallinn.pilet.ee dan nantinya akan dikirim melalui email. Kita hanya cukup men-tap QR code yang tertera pada layar smartphone ke mesin validasi di bus, trolley atau tram. Tiket ini bisa digunaan untuk single trip dan bisa digunakan hingga 10 orang. Jadi satu QR Code bisa digunakan bersama.
  • Smartcard bisa dibeli di R-kiosk atau post office dengan menyerahkan deposito kartu sebesar 2 EUR. Smartcard bisa digunakan untuk pembayaran single trip bersama hingga 6 orang. Untuk top bisa dilakukan melalui website tallinn.pilet.ee.   Jika masih ada saldo yang tidak terpakai, kita bisa mengklaim refund di R-Kiosk di Tallinn airport, Railway Station (Balti Jaam), dan Tallinn Port.
  • Tallinn Card, kartu ini merupakan kartu transport sekaligus kartu wisata. Durasinya bisa dipilih 24, 48 dan 72 jam unlimited. Tiket ini juga bisa digunakan untuk masuk museum dan obyek wisata lainnya gratis. Bisa juga dimanfaatkan untuk sightseeing city tour gratis. Tentu saja harganya juga lebih mahal dibandingkan tiket transportasi biasa. Tallinn card bisa dibeli di online shop.

Do you more any other suggestions where to go in Tallinn ?

Happy plesiran ! 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s