Getting around Scandinavia (Denmark, Norway, Sweden, Finland) by boat

Antar negara Scandinavia, seperti Denmark, Swedia, Norwegia, dan Finlandia, selain bisa ditempuh dengan pesawat, kereta atau bus, juga bisa ditempuh dengan kapal ferry. Kapal ferry ini bukanlah sekedar kapal penyebrangan biasa ala kadarnya, tapi justru menyediakan fasilitas sangat nyaman sehingga penumpang pun tidak terasa berjam-jam sampai semalaman melaut. Transportasi publik di Scandinavia ini memang terkenal memiliki standar kualitas yang tinggi. Jadi mau naik moda transportasi apa saja, bahkan di kelas paling murah sekalipun, masih terasa nyamannya. Dengan kualitas moda transportasi seperti itu, tidak ada area di Scandinavia yang tidak bisa dijangkau dengan layak.

Karena ingin menambah pengalaman dan juga ketagihan naik ferry, maka saya memilih naik kapal ferry untuk kedua kali nya saat trip Scandinavia Desember 2018 lalu. Kali ini tujuannya adalah Stockholm di Swedia ke Helsinki di Finlandia. Selain dengan ferry, dari Stockholm ke Helsinki bisa ditempuh dengan naik pesawat, tapi tidak dengan naik bus dan kereta, mengingat kedua nya bersebrangan dipisahkan dengan laut dan tidak ada jalan darat atau jembatan. Naik pesawat pastinya akan lebih cepat, namun kami tidak bisa mendapatkan pengalaman spesial, selain itu juga kami harus membayar biaya akomodasi lagi di darat. Sementara jika naik ferry, kami bisa sekalian menginap di kapal selama perjalanan dan tentu saja ini lebih seru dan sangat berbeda dibandingkan naik pesawat.

From Copenhagen, Denmark to Oslo, Norway 

Ketagihan naik ferry berawal dari perjalanan kami ke Scandinavia tahun 2016 lalu. Saat itu, saya mempertimbangkan pilihan moda transportasi dari Copenhagen di Denmark menuju Oslo di Norwegia. Semua jenis moda transportasi tersedia untuk menghubungkan dua kota ini, dari mulai bus, kereta, mobil, pesawat, sampai kapal ferry. Semua nya pernah kami coba, tinggal kapal ferry yang belum. Setelah mengecek harga, saya pun semakin mantap ingin merasakan naik kapal ferry pertama kali nya di Scandinavia.

DFDS Seaways

DFDS Seaways
DFDS Seaways from Copenhagen to Oslo (foto : wikipedia.org)

Ini adalah satu-satu nya perusahaan kapal ferry yang melayani penyebrangan dari Copenhagen ke Oslo. DFDS Seaways merupakan perusahaan kapal ferry asal Denmark yang sudah beroperasi sejak tahun 1964 dengan kapal pertama nya MS Skipper Clement. Perusahaan ini termasuk yang terbesar di Eropa Utara dan tidak hanya melayani di Scandinavia, tetapi juga di Ingris Raya.

Sewaktu memesan tiket ferry via online di dfds.com, saya tidak berharap apa-apa tentang kapal ferry ini. Saat itu, kami kebagian kabin di dek terbawah yang paling murah dengan kapasitas 5 orang. Tidak ada pilihan kabin di kelas lain yang available, kecuali kabin kelas commodor yang harga nya berkali lipat lebih mahal. Melakukan reservasi via online akan lebih murah dibandingkan membeli langsung on the spot, dan juga menghindari tidak kebagian tempat apalagi saat musim liburan. Seringkali DFDS Seaways juga memberikan promo khusus via official website nya untuk kabin dan fasilitas lainnya.

DFDS Seaways
Begitu liat kapal ferry ini di pelabuhan, Zola langsung lompat-lompat senang. Hampir saja saya ikutan joged sampai salto.

Kapal besar DFDS Seaways lebih layak disebut cruise daripada sekedar ferry. Ketika pertama kali melihatnya di pelabuhan Dampfaergevej, Copenhagen, mata saya langsung membelalak. Tidak ada kapal lagi di pelabuhan saat itu, hanya kapal besar biru bertuliskan DFDS Seaways. Jadi sudah pasti kapal inilah yang membawa kami ke Oslo. Begitu melihatnya, Zola langsung lompat-lompat kegirangan sambil bilang, “ini kapal kita, Bunda ? Besar sekali !”. Saya pun hampir tergoda ikut lompat-lompat senang. Saya tidak menyangka kapal DFDS Seaways akan sebesar itu. Saya pikir hanya kapal ferry penyebrangan biasa saja. Mengingat kami tidak pernah naik kapal ferry sebelumnya, jadi dimaklumi saja kalau agak sedikit norak.

Setelah check-in dan melewati imigrasi untuk pengecekan passpor, kami masuk ke dalam badan kapal biru yang besar itu, lalu mencari kabin kami dan meletakkan koper-koper di dalam agar kami bisa mengeksplor kapal segera.

Kapal yang memiliki belasan lantai ini menyediakan fasilitas layaknya sebuah hotel, bahkan lebih lengkap. Toko-toko duty free, playground anak, bermacam restoran dan bar, live entertainment, kasino dan bubble zones dengan kolam renang air panas, jacuzzi, beauty treatment. Beberapa di antaranya harus bayar lagi, namun ada juga yang gratis seperti playground anak. Kalau begini sih, tidur di deck terbawah pun tidak masalah karena waktunya justru lebih banyak dihabiskan mengeksplor kapal.

This slideshow requires JavaScript.

Baca juga :

From Stockholm, Sweden to Helsinki, Finland

Berbekal pengalaman manis merasakan kapal ferry tahun 2016 lalu, maka ketika ada kesempatan mengunjungi Scandinavia lagi, saya pun ingin mengulanginya. Apalagi kebetulan, rute kali itu adalah Stockholm ke Helsinki yang mana tidak tersedia moda transportasi lainnya selain pesawat dan ferry. Pilihan pun sudah tentu jatuh pada ferry.

Jika penyebrangan Copenhagen ke Oslo hanya dikuasai oleh kapal DFDS Seaways, penyebrangan dari Stockholm ke Helsinki memiliki dua perusahaan besar dengan frekuensi tersedia setiap hari dan satu perusahaan ferry asal Russia yang frekuensi nya lebih jarang.

Viking Line

Perusahaan ferry asal finlandia, Viking line, melayani penyebrangan dari dan ke Swedia, Finlandia, Estonia dan Aland Islands. Kapal ini berukuran lebih kecil dengan harga lebih murah dibandingkan Tallink Silja. Namun perbedaannya tidak terlalu signifikan. Ini pun tergantung jenis kapal yang digunakan saat menyebrang. Beda tipe kapal akan beda fasilitasnya. Biasanya untuk perjalanan panjang sampai menginap, kapal yang digunakan adalah kapal yang lebih besar dengan fasilitas lebih lengkap.

 

Viking line XPRS

Karena ini winter, hanya sedikit orang yang berani keluar. Anginnya semriwing banget

Kami menggunakan Viking Line untuk menyebrang dari Helsinki menuju Tallin di Estonia. Perjalanan yang ditempuh tidak lama, hanya sekitar 3 jam. Kapal yang digunakan pun bukan kapal besar seperti kapal DFDS Seaways dari Copenhagen ke Oslo. Karena hanya sebentar, kami pun hanya membeli tiket kapal tanpa menyewa kabin dan reservasi buffet untuk brunch. Lumayan untuk duduk-duduk menunggu sampai ke tujuan.

This slideshow requires JavaScript.

Tallink Silja

Silja Symphony
Kapal Silja Symphony di pelabuhan Vรคrtahamnen, Stockholm, Swedia

Kapal ferry milik Estonia inilah yang menjadi pilihan kami menyebrang dari Stockholm ke Helsinki. Membaca review dari beberapa orang, kapal Tallink Silja lebih besar dengan design dan fasilitas lebih modern dibandingkan dengan Viking Line. Memang terasa berbeda ketika saya naik Viking Line dan Tallink Silja. Namun perbedaan yang kami alami ini tidak apple-to-apple karena waktu tempuh dan tipe kapal nya juga berbeda. Kami menggunakan Viking Line untuk penyebrangan pendek dengan kapal kecil dan Tallink Silja untuk penyebrangan panjang dengan kapal juga jauh lebih besar.

Jika dibandingkan dengan DFDS Seaways, jenis kapal yang digunakan memang lebih kecil, tapi fasilitas tidak kalah lengkapnya. Begitu masuk, pandangan kami sudah disuguhi promenade dengan kafe, restoran dan jajaran kafe di kanan kiri. Di lantai dua menghadap promenade terdapat kabin-kabin para penumpang. Saya tidak memilih kabin ini. Untuk perjalanan kali ini, saya memilih kabin yang menghadap ke laut luas karena tahun 2016 sudah pernah merasakan tidur di dek paling bawah tanpa pemandangan ke luar. Berhubung saat itu juga sedang winter dan tidak ada orang yang duduk-duduk di luar, kabin menghadap lautan lepas ini sungguh menghibur menggantikan kesempatan duduk-duduk melihat laut di dek outdoor, apalagi ditambah sambil tidur-tiduran.  Tidur kami pun terasa lebih spesial karena begitu bangun di pagi hari langsung disambut pemandangan laut biru dan cakrawala.

 

Tallink Silja - Silja Symphony
Kabin kapal kami yang menghadap ke laut

Di kapal ini pula, kami disapa seorang waiter yang ternyata bisa berbahasa Indonesia. Saya cukup terkesima ada seorang waiter, bule finlandia, yang fasih berbahasa Indonesia. Ternyata beliau pernah tinggal lama di Indonesia dan beristrikan perempuan Bali. Cerita selengkapnya di akun instagram @sheikarauf.

St Peter Line

Pilihan lain selain dua perusahaan ferry di atas adalah kapal St Peter Line, perusahaan ferry asal Russia. Kapal ini melintasi Stockholm ke Helsinki dan sebaliknya hanya satu kali dalam seminggu. Sepertinya jumlah kapal nya juga tidak banyak. Tidak banyak review yang bisa didapat dari kapal ini.

St Peter Line
St Peter Line, Kapal ferry Rusia, hanya berlayar seminggu sekali melintasi Stockholm dan Helsinki

Meskipun sudah tiga kali merasakan melintasi kapal ferry di lautan baltic, rasanya saya akan sulit menolak jika insya Allah nanti ada kesempatan untuk naik ferry lagi untuk keempat kali nya. Namanya juga ketagihan, apapun jadi sulit ditolak.

Happy plesiran ! ๐Ÿ™‚

 

 

 

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s