10 things to do with kids in Stockholm, Sweden

Ini adalah kali kedua kami ke Stockholm. Pertama kali ke Stockholm tahun 2016 saat musim panas. Kali ini di akhir 2018 kami datang saat musim dingin, berdekatan dengan natal. Seperti kota-kota Eropa lainnya, Stockholm sangat cantik, apalagi menjelang natal. Salju putih di mana-mana dengan dekorasi natal yang menghiasi setiap sudut kota.

Seperti saat kami tiba di Stockholm setelah menempuh 18 jam perjalanan dengan kereta dari Abisko. Salju turun dengan derasnya. Cantik sekali. Karena kami anak tropis, suasana seperti ini tentunya amat sangat kami nikmati. Sepanjang jalan menuju hotel tempat kami menginap, sekitar 15 menit jalan kaki dari stasiun, salju terus turun.

Baca juga :

Stockholm Central Station
Di depan Stockholm Central Station yang sedang bersalju

Banyak tempat cantik yang bisa dikunjungi di Stockholm. Tidak jauh dari Stockholm, terdapat sekitar 30.000 pulau-pulau kecil yang bisa dieksplor. Namun sayang, rencana kami memang hanya berkeliling kota Stockholm. Mungkin lain kali, jika ada rezeki dan umur, kami akan kembali lagi ke Stockholm untuk mengeksplor kepulauan di sekitar Stockholm.

So here are the 10 places to go with kids in Stockholm, Sweden.

Where to go ? 

  • Skansen Museum

Museum ini merupakan museum open air yang harus dikunjungi di Stockholm. Area nya sangat luas dan memamerkan berbagai hal, dari aquarium, children’s zoo hingga macam-macam museum, juga ada rumah-rumah khas Swedia dari masa lalu hingga masa kini.  Banyak aktivitas dan pertunjukkan yang sering diselenggarakan, bisa cek selengkapnya di skansen.se. Saat kami ke sini, banyak keluarga yang membawa anak-anaknya. Tempatnya memang sangat menyenangkan dan cocok untuk keluarga.

Jika datang menjelang natal atau saat natal seperti kami, museum tetap buka dengan setengah harga. Sebagian exhibition memang tutup karena hari libur, namun sebagian lagi tetap buka, ditambah dengan christmas market yang menjual bermacam pernak-pernik natal dengan makanan dan minuman hangat.

Museum Skansen
Museum Skansen tampak depan. Museum ini berada di distrik Djurgarden, satu distrik dengan Vasa Museum dan Junibacken

 

  • Vasa Museum

Kami mengunjungi museum ini saat musim panas 2016 lalu. Anak saya , Zola, antusias sekali berada di sini. Museum ini adalah museum tentang kapal besar Swedia abad 17 yang tenggelam akibat salah desain dan jumawa sang kapten. Kapten ingin agar kapal memiliki banyak lubang untuk senjata agar musuh merasa takut. Tapi ternyata, alih-alih menjadi ancaman bagi musuh, justru ini menjadi bumerang bagi kapal. Ketika kapal menghadapi terjangan ombak dahsyat, air terlalu banyak masuk ke dalam kapal dan membebani kapal sehingga kapal pun tenggelam.

Selain kapal besar, museum ini juga memamerkan benda-benda bersejarah maritim Swedia abad ke-17. Ada koleksi-koleksi yang pernah digunakan para pelaut Swedia termasuk benda mirip lonceng yang digunakan para penyelam pada masa itu.

Vasa Museum
Kapal Vasa, kapal terbesar di dunia pada masa itu
  • Nobel Prize Museum

Terletak di kota tua, Gamla Stan, Nobel museum bukan menceritakan tentang kehidupan Alfred Nobel, sang penemu, kimiawan, insinyur dan pengusaha. Namun museum ini justru memamerkan kisah-kisah para penerima Nobel dari masa ke masa di segala bidang.

Karena kami berkunjung ke museum ini hanya dua hari menjelang natal, persis di depan museum, orang ramai memadati christmas market dengan pohon natal besar di tengahnya. Jika datang ke sini saat natal, bisa sekalian mampir ke christmas market juga. Untuk info jam buka dan harga tiket masuk ke museum bisa dicek di Nobel Prize Museum.

Nobel Prize Museum
Nobel Prize Museum
  • Ice skating di Kungstradgarden

Tempat ini merupakan tempat favorit untuk orang lokal maupun turis, baik orang dewasa maupun anak-anak di musim dingin, mungkin salah satu nya karena gratis. Bagi mereka yang tidak memiliki sepatu skating bisa menyewa lengkap dengan perlengkapan skating lainnya, seperti helm dan pelindung. Area ini buka dari pukul 9 pagi hingga pukul 9 malam. Di weekend, buka mulai pukul 10 pagi.

Lokasi Kungstradgarden ini ada di tengah kota dan dikelilingi taman yang cantik. Jika tidak ingin ber-skating, bisa berjalan-jalan saja di sekitar dan menonton orang yang sedang ber-skating seperti yang kami lakukan saat itu. Menjelang malam, apalagi saat suasana natal, Kungstradgarden lebih cantik dengan lampu-lampu temaram diiringi musik di area ice skating.

Ice skating
Ice skating gratis di Kungstradgarden
Ice Skating
Ice skating gratis di Kungstradgarden
  • Christmas Market

Jika datang ke Stockholm menjelang natal, kunjungi juga christmas market ini yang tetap buka hingga seminggu setelah tahun baru. Tidak hanya menjual pernak-pernik natal, di sini juga dijual aksesoris untuk pakaian musim dingin (topi, syal dan sarung tangan), juga pernak-pernik menarik lainnya yang bisa dijadikan oleh-oleh.

Pasar ini terletak di Gamla Stan persis di depan Nobel Prize museum dan sudah mulai buka sejak pukul 10 pagi hingga malam. Di malam hari, lampu dari pohon natal akan menambah semarak christmas market yang masih dipenuhi pengunjung. Saat kami datang ke sana, salju sedang turun, suasana lebih cantik dan syahdu.

Christmas Market Stockholm
Christmas Market di Gamla Stan, kota tua Stockholm
  • Gamla Stan

Tempat satu ini tidak boleh dilewatkan. Setidaknya kalau hanya punya waktu sedikit, Gamla Stan harus didahulukan. Gamla Stan merupakan kota tua Stockholm dan awal mula lahirnya kota Stockholm. Kekhasan dari Gamla Stan adalah bangunan-bangunan nya yang warna-warni merah kuning, orange dengan jalan-jalan sempit berbatu. Kadang ada tanjakan dan turunan yang curam dan cukup licin apalagi saat salju sedang turun. Di Gamla Stan, seperti kota tua di Eropa pada umumnya, terdapat kafe-kafe dan beragam toko yang menjual souvenir hingga perlengkapan kamera.

Banyak agen tour menawarkan walking tour di sekitar area ini, dari yang gratis hingga berbayar, untuk mengetahui seluk-beluk Gamla Stan. Ada yang bertema historis, budaya hingga makanan, bahkan untuk para peminat hantu bisa ikutan ghost walking tour bersama Stockholm Ghost Walk. Untuk walking tour silakan dilihat jadwal walking tour di Free Tour Stockholm atau Stockholm Free Tour.

Baca juga :

Gamla Stand
Gamla Stan dari kejauhan
  • Junibacken

Junibacken masuk dalam itinerary kami, namun sayang tidak sempat kami kunjungi karena keterbatasan waktu. Ini merupakan sebuah museum anak-anak yang memamerkan buku-buku dan tokoh-tokoh karakter kartun fairy tale asal Swedia. Museum ini cukup interaktif karena anak-anak diizinkan menyentuh bahkan naik ke atas benda-benda yang dipamerkan. Ada juga area bermain untuk anak-anak dan teater untuk memutar film. Di sini pula terdapat toko buku anak terbesar di Swedia. Klik di Junibacken Museum untuk informasi lebih lengkap.

Junibacken
Junibacken (foto : bullpress.com)
  • Djurgarden

Vasa, Skansen, dan Junibacken museum terletak di distrik Djugarden. Selain kedua museum itu, ada juga museum ABBA yang merupakan group musik populer asal Swedia di tahun 70-80an. Karena banyaknya museum-museum terkenal di Swedia di sini, Djurgarden menjadi area yang harus dikunjungi di Stockholm.

Djurgarden merupakan sebuah pulau kecil di tengah kota Stockholm. Namun untuk ke sana tidak perlu naik ferry atau perahu kecil, cukup naik tram di atas jembatan yang menyambungkan djurgardsvagen dengan strandvagen yang berada di seberang nya. Saat musim panas lalu, kami sempat berjalan-jalan di sekitar sini, melihat-lihat yacht yang terpakir rapi, dan pastinya sambil foto-foto.

  • Swedish Fika at Vete-Katten

Budaya ngopi-ngopi adalah milik hampir semua orang di dunia, tak terkecuali orang Swedia. Di Swedia, budaya ngopi-ngopi dikenal dengan sebutan Fika. Fika berarti coffee break, tentu saja dengan ngopi dan pastry (yang disebut dengan fikabrod) sambil mengobrol santai bersama rekan kerja, teman atau sendirian. Meskipun orang Swedia dikenal unsocial, namun mereka sangat memanfaatkan waktu fika di pagi hari sekitar pukul 10 atau sore hari sekitar pukul 3.

Seperti ngopi-ngopi pada umumnya, fika bisa dilakukan di kafe atau restoran. Di rumah pun bisa dengan mengundang orang lain. Namun, mengundang orang ke rumah jika bukan teman yang sangat dekat bukanlah kebiasaan orang Swedia.

Salah satu tempat fika populer di Stockholm adalah Vete-Katten. Kami ke sini atas undangan seorang teman Swedia yang tinggal tidak jauh dari Stockholm. Tentu saja banyak sekali bertebaran kafe-kafe untuk fika di Stockholm yang tak kalah menarik dengan pastry sebagai teman minum kopi, teh atau coklat yang nikmat.

Vete-Katten
Vete-Katten, tempat fika populer di Stockholm
  • Räkan, Stockholm

Ini adalah salah satu restoran terkenal di kalangan orang lokal Swedia. Kami juga diajak teman ke sini saat musim panas. Restoran ini menyajikan makanan seafood khas Scandinavia dan menu ala Eropa lainnya. Seafood yang disajikan dijamin fresh karena Swedia adalah salah satu negara penghasil seafood terbesar di dunia, selain negara-negara Nordic lainnya.

Bagian yang menarik adalah restoran ini menyajikan makanan dengan menggunakan perahu kecil yang berlayar menghampiri meja customer. Zola sampai terkesima melihat perahu layar yang membawa sajian untuk kami.

Restoran ini terletak di Vasagatan, persis di tengah kota Stockholm. Suasananya juga menyenangkan dengan pelayanan yang baik. Karena restoran ini termasuk fine dining, jadi harga nya memang mahal. Beruntunglah rezeki kami hari itu ditraktir teman yang mengajak kami ke sini. Adalah langka ada orang Swedia berbaik hati mau traktir, meskipun atas nama pertemanan. Alhamdulillah…

Räkan restaurant
Ini yang unik dari Räkan restaurant, penyajiannya menggunaan perahu kecil yang menghampiri meja customer

Where to stay ?

Negara-negara Scandinavia (Norwegia, Swedia, Denmark, Finlandia, dan Iceland) memang terkenal sebagai negara termahal di Eropa, tak terkecuali untuk akomodasi. Harga kamar hotel per malam di sana mulai dari 1,5 juta per malam untuk kamar keluarga, bukan hotel bintang lima. Setelah melakukan pencarian, melihat beberapa review, dan mengalaminya sendiri, Generator Hostel Stockholm, menurut kami, adalah hotel terbaik di Stockholm dari segi harga, lokasi dan kenyamanan.

Meskipun namanya hostel, namun tetap ada pilihan kamar untuk keluarga dengan kamar mandi di dalam, selain kamar hostel yang ditempati beramai-ramai. Kenyaman kamar mirip seperti di hotel. Memang kekurangannya adalah tidak disediakan toiletteries, handuk dan basic amenities seperti sabun, shampoo, dan air minum, di dalam kamar. Semuanya harus bawa sendiri atau menyewa di receptionist.

Penyewaan handuk dan sprei terpisah dari harga kamar di hotel-hotel di Scandinavia memang lumrah dilakukan. Pun begitu di Generator Hostel ini. Tapi tetap saja, jika dihitung, total harga di sini jauh lebih murah daripada harga per malam hotel-hotel lainnya di Stockholm. Satu lagi kekurangan hotel ini adalah tamu tidak diizinkan membawa makanan dan minuman dari luar ke dalam kamar, jadi siap-siap sembunyikan belanjaan makanan dan minuman di dalam tas yang rapi ya. 🙂

Asyiknya, letak hostel ada di tengah kota, hanya sekitar 10 menit jalan kaki dari Stockholm Central Station. Generator Stockholm juga dekat dengan Räkan restaurant dan Drottninggatan Shopping Street, salah satu pusat perbelanjaan terkenal dengan brand-brand international di Stockholm. Jaraknya sekitar 5-10 menit berjalan kaki.

Public transport

Sistem public transport di Stockholm termasuk yang termudah di Eropa di antara negara-negara yang pernah saya kunjungi. Untuk ulasannya sudah saya tuliskan di Instagram @sheikarauf. Silakan disimak dan jangan lupa di-follow ya. 🙂

Happy plesiran ! 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s