Flying from Jakarta – Paris more than 30 hours with kid (Oman Air review)

What if you find cheap return flight from Jakarta to Paris, but with a very long layover ? Buy it or not ?

Siapa yang suka impulsif atau khilaf jika melihat harga promo tiket pesawat ? Saya sih sudah hampir pasti. Seperti saat saya tiba-tiba lihat promo tiket pesawat Jakarta-Paris PP via Muscat Oman seharga 7 juta rupiah per orang, baru lihat dan belum memutuskan untuk beli saja hati saya sudah bergejolak riang.

Tadinya saya sempat ragu dengan Oman Air. Saya pun browsing beberapa review tentang maskapai ini. Setelah cukup dapat info, tanpa berpikir panjang lagi, langsung saja saya book, lalu ketik nomer-nomer yang tertera di kartu kredit dan klik ‘confirm.’ Sekali sudah terbeli tidak bisa mundur lagi. Semua itu saya lakukan di akhir bulan September, sementara waktu terbang di bulan Desember. Hanya ada waktu sekitar dua setengah bulan untuk mempersiapkan winter trip yang tidak mudah untuk orang tropis.

It’s not easy to resist the temptation of buying best flight deals even though it takes long stop over in another country, like Oman. Never before have we had flight experience with a very long layover. But there’s always first time for everything. So, here is ours : flying with more than 15 hours layover in Muscat, Oman. ๐Ÿ™‚

Tidak ada persiapan yang dilakukan untuk perjalanan lebih dari 30 jam ini. Semuanya seperti biasa, bahkan sebelum berangkat, kami tetap melakukan kesibukan masing-masing. Zola pun masih harus ikut ujian akhir semester sehari sebelum berangkat. Menjaga kesehatan sudah pasti. Itu sih sudah menjadi kewajiban dan kebutuhan sehari-hari.

We didn’t do any preparations for this long haul flight with long layover. Just fasten the seat belt and here we go ! ๐Ÿ™‚

Terbang dengan Oman Air

Jika ingin disandingkan dengan Singapore Airlines dari segi kenyamanan, Oman Air ini sama nyamannya. Baik orang dewasa maupun anak-anak bisa duduk manis di dalam pesawat sambil menonton hiburan yang disediakan.

Jenis pesawat yang digunakan saat kami berangkat dari Jakarta ke Oman adalah Boeing 787 Dreamliner. Pesawat ini memiliki tempat duduk yang lebih lega dan nyaman untuk kelas ekonomi. Jendela nya juga sudah tidak lagi memakai penutup manual melainkan menggunakan electronic deemer yang membuat kaca jendela bluish atau membiru untuk menghalau sinar.

Hiburan di dalam pesawatnya pun banyak. Beragam film-film yang masih tergolong baru, dengan kategori film hollywood, bollywood sampai tentu saja arabic movies. Bukan hanya film, games dan buku pun juga ada dalam flat screen di depan kursi tempat duduk. Zola betah banget duduk berjam-jam menikmati perjalanan. Mungkin sudah empat film anak-anak habis ditontonnya dalam sekali perjalanan. Perjalanan dari Jakarta ke Muscat, Oman, membutuhkan waktu sekitar 7 jam. Sementara dari Muscat ke Paris, Prancis membutuhkan waktu sekitar 7 hingga 8 jam.

Makanan yang disajikan Oman Air sudah pasti halal. Rasa makanannya pun aman di lidah anak-anak karena tidak pedas sama sekali. Namun jika ingin makanan special diet, ataupun makanan khusus untuk anak, Oman Air juga menyediakan seperti penerbangan internasional pada umumnya. Sekali perjalanan, kami mendapatkan dua kali makanan berat dan satu kali makanan ringan.

Compared to Singapore Airlines (SQ), claimed as one of the best airline service in the world, Oman Air has its facility and comfortability more or less same as offered by SQ. Having long lay over in Muscat, Oman, may be the reason why Oman Air flight ticket is much cheaper than SQ’s. Like people said, time is money. But to those who have time flexibility and tight budget but love to explore another country, Oman Air is not bad at all.

Oman Air
Oman Air parkir di airport Muscat

 

Saya sempat bingung tentang bagasi. Dalam peraturan bagasi tertera kalau bagasi untuk masing-masing orang adalah dua bagasi dengan masing-masing 15 kg. Namun tidak begitu jelas disebutkan apakah bisa diakumulatif menjadi satu bagasi saja dengan total 30 kg atau tetap harus dua. Keterangan dari internet juga kurang firm. Akhirnya saya putuskan setiap orang membawa satu koper yang bisa memuat sampai 30 kg. Kecuali bagasi untuk Zola, saya berikan dia koper kecil supaya dia bisa bertanggung jawab dengan bawaannya. Ternyata bisa ! Penumpang boleh membawa 2 bagasi masing-masing 15 kg ataupun 1 bagasi dengan berat maksimal 30 kg maksimal checked baggage.

According to flight baggage allowance the passengers can carry 2 baggages with each weight up to 15 kgย checked baggage. Instead, they can bring 1 baggage up to 30 kg.

Last but not least, Oman Air crew and ground staff are nice. Waktu pulang dari Paris, kursi kami sempat diacak. Akhirnya kami duduk terpisah-pisah. Then, we asked the ground manager for arranging our seats side by side, and everything is okay.

What to do during long layover in Muscat International Airport, Oman ?ย 

  • Strolling around the airport.

Airport Muscat cukup nyaman dengan beberapa pilihan restoran, toko-toko, dan toilet nya pun bersih. Banyak orang memilih tidur di sofa-sofa airport daripada check in hotel. Tentu saja menginap di sofa-sofa airport bukan pilihan nyaman untuk anak-anak.

Anak-anak bisa diajak bermain di area playground yang membuat mereka lupa waktu. Namun jika sudah terlalu malam sebaiknya check in hotel saja supaya anak juga bisa istirahat dan tetap fit untuk melanjutkan penerbangan berikutnya.

 

  • Staying in transit hotel, Aerotel Muscat

Saat keberangkatan, lama waktu lay over kami sampai 17 jam. Karena waktu kedatangan kami di Muscat Airport sudah jam 8 malam, kami putuskan untuk menginap saja di hotel transit Aerotel Muscat. Hotel transit ini menyewakan penginapan selama 6 atau 12 jam, jadi bukan 24 jam seperti hotel pada umumnya. Jadi harus diperhatikan dan dihitung waktu check in dan check out nya.

Aerotel Muscat is so comfy while waiting your next flight tomorrow afternoon. The room is spacious for us four and has modern design. We don’t need to exit through immigration since the hotel itself is located inside the airport. We just show up with our boarding pass and passport, then check in the room we’ve already reserved before arrival.

Sarapan di Aerotel Muscat
Sarapan di Aerotel Muscat
Aerotel Muscat
Aerotel Muscat (source : booking.com)

 

This slideshow requires JavaScript.

Ada beberapa hotel di sekitar Muscat airport namun lokasi nya di luar airport, jadi kami harus melewati imigrasi untuk mencapai hotel. Karena hari juga sudah malam, Aerotel Muscat menjadi pilihan kami menunggu penerbangan selanjutnya.

  • Exploring the city

Muscat is a beautiful city. We didn’t regret at all that we had to experienced long lay over in Muscat so we could explore the pretty Muscat. We hired a car from International rental car. When I googled what people say about local rental in Muscat instead of international chain, mostly they recommend international rental, such as Europcar, Hertz, Budget, Avis, etc. ย I chose europcar to be surely peaceful during our road trip.

Muscat sama sekali tidak mengecewakan. Yang membuat saya tambah happy adalah di Oman perempuan dibolehkan menyetir. Maka sepanjang perjalanan road trip kami, saya lah yang lebih banyak menyetir karena suami lebih berbakat jadi navigator dibandingkan saya, sementara saya lebih suka mengemudi.

Jika mau eksplor city, pengunjung harus mengantongi e-visa turis yang bisa diurus via online. Kami mengurus e-visa melalui website resmi imigrasi online. Ada beberapa agen website yang melayani jasa mengurus visa ke Oman. Lebih baik mengurus sendiri saja, mudah kok !

Baca juga :ย Apply E โ€“ visa Oman, serahkan pada ujung jarimu

Jadi gimana ? Berani ngerasain terbang dengan waktu transit lebih dari 15 jam bersama anak ? Berani dong, sekalian dapat bonus satu negara untuk dieksplor. ๐Ÿ™‚

Happy traveling ! ๐Ÿ™‚

Advertisements

6 Comments Add yours

  1. erika solo says:

    Hi mb salam kenal. Bln dpn sy bakal terbang dg Oman Air dg waktu transit yg juga panjang, baik pas berangkat maupun pulangnya. rencana sy mo keluar bandara pas pulangnya aja, smntr pas berangkat tdnya sy berencana tidur di bandara Muscat, tp sy browsing byk yg bilang klo tidur di bandara Muscat diusir usir sm petugasnya. Tp di tulisan mb, kyknya skrg udh beda ya, byk yg bs tidur di sofa sofa, tanpa diusir petugas itu ya? trus klo misal sy nginep di Aerotel Hotel itu, beneran ga hrs lewat imigrasi mb? Jd posisi hotel di dalam ruang Kedatangan International gt?
    Mohon pencerahan hehehe Makasih sblmnya ๐Ÿ™‚

    Like

    1. Sheika Rauf says:

      Hai mba, salam kenal juga. Makasih udah baca ya. Mba berangkat sendirian atau sekeluarga ? Kalau sendirian bisa tidur di airport aja. Berdasarkan pengalaman saya kmrn banyak kok yang tidur2an di sofa. Kl sekeluarga, apalagi sama anak2 mendingan nginep di hotel transit. Iya mba aerotel itu di dalem airport nya jadi gak perlu keluar imigrasi lagi. Tanya aja petugas sekitar, mereka pasti tau

      Like

  2. Victor Timothy says:

    Hi Sheika, salam kenal.. saya Victor, saya akan transit di Airport Muscat tgl 30-31 Mei 2019 nanti. Saya mau tanya, untuk Aerotel Muscat jika stay untuk 12 jam itu dihitung sejak jam kita check in atau dari jam 12 siang di tanggal kita check in?

    Karena jika dihitung di jam 12 tgl kita check in, maka apakah sy hrs check out di jam 12 malam?

    Menurut Sheika, lebih baik stay di Aerotel atau diluar airport? Krn harga Visa nya 1 org 700rb IDR ya kalau tidak salah?

    Mohon masukan dari mba Sheika. Trims

    -Vic

    Like

    1. Sheika Rauf says:

      Halo salam kenal. Stay terhitung sejak check in ya jadi bukan mulai jam 12 siang di tanggal check in. Saya waktu itu check in jam 11 malem kok sampe jam 11 pagi.

      Sampe muscat jam berapa ? Kalau pagi atau masih siang, saran saya eksplor ke luar aja gak usah check in hotel. Harga visa nya cuma 170 ribuan kok. Cek deh di sini https://plesirankeluarga.com/2018/12/31/apply-e-visa-oman-serahkan-pada-ujung-jarimu/.

      Kl mau eksplor kota gak ada pilihan transport lain selain official taxi atau sewa mobil.

      Have fun ya ! ๐Ÿ˜Š

      Like

  3. Rio says:

    Menarik sekali artikelnya mba…
    Barangkali mba bisa share bagaimana pengalaman sewa mobil dan nyetir sendiri di sana? saya masih agak takut-takut, hehe..
    maklum saya bawa rombongan: istri, bapa dan ibu mertua, serta anak saya yang masih 3 tahun

    Like

    1. Sheika Rauf says:

      Halo. Terima kasih sudah membaca ya. Gak perlu takut2 mas :). Nantikan artikel nya nyetir di Muscatt Oman ya โ˜บ๏ธ

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s