Trip ke Sentosa Island, Singapura, dari menginap di hotel inklusif berkonsep ecogreen hingga bermain di Universal Studios

Sentosa, sebuah pulau di Singapura yang dikhususkan untuk tempat wisata, semua orang bisa menikmati dan merasa happy, dari bayi hingga manula. Dulunya dikenal dengan nama Pulau Belakang Mati, Sentosa sempat menjadi pulau tempat pertahanan tentara Inggris, dan katanya banyak yang dihukum mati di sini. Namun Sentosa kini menjadi sebuah pulau yang layak dikunjungi dan sangat nyaman untuk para tukang plesir beserta keluarganya.

Sentosa sudah mengalami perluasan pulau sejak lama. Pemerintah Singapura sengaja menggelontorkan dana yang tidak sedikit untuk pengembangan pulau ini. Segala nya dilakukan termasuk mengimpor pasir, tanaman dan hewan dari negeri tetangga. Mana lagi kalau bukan Indonesia. Pasir dari Kepulauan Riau lah yang diuruk dan dibawa ke Singapura. Jadi selama saya berada di Sentosa Island, saya seperti bisa merasakan bau Indonesia. Haha !

Jujur saja, saya sempat underestimate pulau Sentosa selama bertahun-tahun lama nya. Malas melirik Sentosa. Jangankan Sentosa, pergi ke Singapura mengkhususkan diri untuk plesiran sekeluarga saja malas. Saya lebih baik merencanakan ke tempat lain di Indonesia yang memang indahnya nyata. Buat saya, keindahan Singapura ini terlalu banyak artificial nya. Haha ! Nyatanya, saya tidak sepenuhnya benar, dan tidak sepenuhnya salah dong.

Pada awalnya memang kami tidak berencana ke Singapura. Saya malah hunting tiket pesawat ke bagian Timur Indonesia. Namun karena gempa yang terjadi di Lombok, kemudian di Bali dan sampai Maluku, suami saya agak ragu dan malah memilih Singapura, karena takut ada gempa susulan dan tambahan alasan supaya bisa sekalian belanja buku-buku di sana. Ok, alasan yang cukup menguatkan karena Singapura memang memiliki toko buku dengan koleksi buku jauh lebih lengkap dari di tanah air.

Setelah browsing mencari area mana di Singapura yang menarik untuk disinggahi, kami pun memilih Sentosa Island. Tujuan utama ke Sentosa Island adalah Universal Studio. Saya ingin mengajak Zola main roller coaster dewasa. Inilah saatnya Zola bisa ikut naik karena tinggi nya sudah mencukupi, dan Zola (dan saya) sudah menantikan ini sejak lama. Haha ! Gak ada tujuan yang lebih tinggi dan lebih mulia kah, Bunda ?!

Hmmmhh, sebenarnya pilihan jatuh ke Sentosa karena saya memang ingin menghindari hustle and bustle nya Singapura, dan begitu browsing hotel di Sentosa, aha ! Ada hotel menginap yang menarik perhatian : Siloso Beach Resort.

Siloso Beach Resort, hotel inklusif berkonsep ecogreen dan mempekerjakan pekerja berkebutuhan spesial serta difabel 

Begitu tiba di lobi hotel dengan grab yang membawa kami dari airport Changi. Saya agak mengalami disorientasi, sebenarnya kami ini ada di Puncak atau di Singapura. :p Rasanya memang seperti di Puncak, Bogor, dengan versi lebih sepi, lebih tenang, dan minim polusi. Pernah ke Taman Safari kan ? Nah, mirip seperti itulah.

Siloso Beach Resort
Siloso Beach Resort tampak depan di malam hari

Hotel ini dikelilingi oleh berbagai jenis tanaman hijau di setiap sudut dan berlantaikan kayu. Memang sesuai dengan konsep nya yang ecogreen. Receptionist yang menerima kami pun sangat ramah. Ada beberapa yang bisa berbahasa Melayu dan Indonesia. Jadi tak perlu khawatir lost in translation. Alhamdulillah rejeki si Bunda yang gak sholehah amat, kamar kami di-upgrade di lokasi strategis persis di depan kolam renang dengan pemandangan hijau di balik jendela, karena tanggal ulang tahun saya sama dengan tanggal ulang tahun si mas receptionist. Terima kasih banyak loh, mas ! 🙂

Siloso Beach Resort ini sebenarnya terdiri dari delapan lantai. Tapi karena kecerdasan sang arsitek yang mendesain hotel ini, tidak terlihat bahwa bangunan ini memiliki delapan lantai. Ketika kami diantar grab sampai di lobi hotel, kami tidak menyadari bahwa lobi itu ternyata terletak di lantai 8. Baru tau saat dipersilakan ke kamar di lantai 5, karena kami harus turun naik lift. Di lantai 5 ini terdapat kolam renang, ruang gym dan taman kecil tempat bermain anak. Sementara jika ingin ke luar hotel, naik bus keliling Sentosa Island dan main di pantai, maka kami harus turun ke lantai 1. Di lantai 1 ini hanya ada restoran dan loker, tidak ada lobi.

Satu momen yang menjadi favorit kami dari hotel ini adalah saat sarapan pagi. Sarapan di restoran semi outdoor, ditemani tanaman hijau, burung-burung merak yang berkeliaran bebas, juga burung-burung kecil lainnya. Ini menjadi kebahagiaan tersendiri untuk kami yang anak kota. Burung-burung itu memang dibiarkan bebas di sekitar hotel.

Pemandangan lain yang membuat saya terkesan adalah beberapa kali saya bertemu pegawai hotel dengan kebutuhan khusus dan difabel. Di restoran, seorang waitress penyandang down syndrome lalu lalang dengan bersemangat merapikan meja bekas makan para tamu dan siap melayani para tamu. Lain lagi ketika saya memesan omelet, ternyata chef yang memasak adalah seorang tuna rungu. Salah satu receptionist di lobi pun terlihat cara berjalannya agak timpang. Tidak ada perlakuan istimewa untuk karyawan-karyawan ini, semua diperlakukan sama seperti karyawan lainnya.

Beberapa tahun belakangan, Singapura memang berusaha membangun kota nya menjadi kota inklusif yang ramah untuk siapa saja, termasuk bagi penyandang difabel. Ini sangat terlihat dari fasilitas publik yang disediakan pemerintah Singapura dan perusahaan-perusaan yang menerima difabel dan orang berkebutuhan khusus bekerja. Jadi sepertinya Siloso Beach Resort ini bukanlah satu-satu nya hotel yang mempekerjakan karyawan difabel.

Transportasi gratis di Sentosa Island

Nilai tambah menginap di Sentosa Island adalah transportasi yang gratis, dari bus, sentosa express dan sentosa tram. Tidak perlu menunjukkan apapun, tinggal menunggu dengan manis saja di halte atau stasiun, tak lama kemudian bus, tram, ataupun sentosa express akan datang. Jam operasional nya berlangsung dari pukul 7 pagi hingga 11 malam, tergantung dari rute bus. Ada beberapa rute bus yang bisa dilihat di setiap halte dan stasiun. Untuk informasi lebih jelas tentang transportasi gratis di Sentosa Island bisa diakses di sini.

Marvel Sandsation di Siloso Beach

Saat kami ke sana, rupa nya Singapura sedang merayakan 10 Years of Heroes Marvel Studio dengan mengadakan Marvel Exhibition di ArtScience Museum di main island Singapura. Namun gaungnya terasa di Sentosa Island. Di pulau ini, tepatnya di Siloso Beach, sekitar 10 pematung memamerkan hasil karya nya membuat sand sculpture, karya pahat dari pasir, dengam bertema Marvel. Semua karya nya kereeeeeen banget ! Detil di setiap sisi nya. Tidak mudah kan membuat pahatan dari pasir.

bf2a6e9c-c21c-4c26-9d8d-3dea949d36aa
Siloso Beach, tak jauh dari Siloso Beach Resort
9d495223-e847-4707-8a25-de37811c0c1e
Siloso Beach, tak jauh dari Siloso Beach Resort

Universal Studio, theme park menyenangkan untuk siapapun

Rasanya saya tidak perlu berpanjang-panjang menceritakan trip kami ke Universal Studio. Semua tukang plesir pun pasti tau Universal Studio seperti apa dan ada apa saja di dalamnya. Ini adalah Universal Studio di dunia yang kedua yang kami kunjungi. Pertama adalah Universal Studio Japan (U

SJ) di Osaka, dan kedua Universal Studio Singapura (USS). USS lebih kecil daripada USJ dan kami juga beruntung saat itu bukan bertepatan dengan hari libur nasional atau musim liburan, jadi theme park ini juga tidak begitu ramai. Hampir semua wahana bisa kami naiki. Rekor bersejarah untuk Bunda dan Zola ! 😀

Atraksi lain di Sentosa Island

Banyaaak banget hal yang bisa dilakukan di pulau ini, dari yang gratis (jogging, walking trekking, main di pantai), sampai berbayar (menyewa sepeda dan menikmati beragam pilihan atraksi). Silakan cek di website sentosa untuk melihat aktivitas-aktivitas yang bisa dilakukan di Sentosa Island. Intinya, tidak cukup sehari atau dua hari menjelajahi Sentosa Island ini. Kemungkinan butuh waktu lebih dari seminggu, asal budget nya mencukupi untuk bisa menjelajahi dan mencoba berbagai atraksi di Sentosa Island karena area pulau ini memang cukup luas.

Menghabiskan liburan di Sentosa Island tidak akan membuat keluarga mati gaya atau merasa cukup leyeh-leyeh di kamar hotel. Pasti ingin keluar dan mengeksplorasi pulau dengan beragam pilihan aktivitas.

Kami sekeluarga sih berharap semoga Indonesia bisa belajar dari Singapura dalam mengelola pariwisata nya agar lebih ramah untuk keluarga dan aman untuk siapapun. Singapura yang memiliki keterbatasan sumber daya alam saja bisa membuat sebuah pulau menjadi senyaman itu, apalagi Indonesia yang jauh lebih besar dengan alam yang gemah ripah loh jinawi, masa tidak bisa memaksimalkan segala potensi yang dimiliki. 🙂

Happy traveling ! 🙂

Advertisements

2 Comments Add yours

  1. Adinda says:

    untuk bermain segway di Pulau Sentosa, berapakah biaya sewanya atau gratis untuk yg menginap di resort ?

    Like

    1. Sheika Rauf says:

      Kalau mau main segway bayar lagi. Kl gak salah sekitar 20 SGD untuk jarak paling dekat. Jadi tergantung jaraknya. Yang paling jauh sekitar 75 SGD. Saya lupa persisnya

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s