Budget dan itinerary New Zealand untuk pemula (Part 1 – North Island)

Warning : this is not a backpacking trip, for I travel with my family (travel period : April 16 – May 2)

New Zealand masuk dalam bucket list ketika saya diundang Mommies Daily dan 100 % Pure New Zealand tahun 2017 ke acara blogger gathering. Dari situ saya langsung terkesima melihat pemandangan New Zealand yang sangat indah. Setahun pun berlalu, akhirnya kami bisa menginjakkan kaki di negara yang hanya berpenduduk kurang dari 5 juta orang ini untuk pertama kali.

The most complicated thing of traveling in New Zealand is making the destinations list. There were so many hard choices when it comes to itinerary. Too many places we desired to visit with limited time, only 2 weeks (16 days). It’s never enough ! :D. So, what we chose eventually ?

Setelah menimbang-nimbang selama berminggu-minggu dan bolak-balik konsultasi via whatsapp dengan mbak Yanti, seorang teman baik yang tinggal di Auckland, tersusunlah rute berikut yang menurut saya masih agak ambisius. Pada prakteknya tidak seambisius ini kok. Ada tempat-tempat yang tidak jadi dikunjungi :

North Island : Auckland – Waitomo – Rotorua – Matamata – Taupo – Napier – Wellington

South Island : Picton – Tekapo – Aoraki/Mount Cook – Queenstown – Fiordland National Park – Millford Sound

Here are the day-to-day itinerary and the budget. Ada beberapa yang tidak jadi kami kunjungi karena faktor cuaca yang buruk dan keterbatasan waktu. Namun tetap akan saya tuliskan tanpa mempengaruhi budget. Budget ini saya buat pro-rata dengan dibagi empat orang (saya, pak suami, ayah dan Zola), khususnya untuk penginapan dan penyewaan mobil.

Day 1 – 2 : AUCKLAND

Return ticket Jkt – Auckland (Qantas) : 8.723.000 IDR / Dewasa. 6.750.000 IDR / anak.

Rental car (Jucy Rental Car New Zealand) : 8.550.000 IDR (852,72 NZD) for 10 days (2.137.500 / person)

Di Auckland, kami tidak mengeluarkan budget untuk penginapan karena kami menginap di rumah sahabat kami, keluarga mas Zemmy dan Mba Yanti. Thank u so much for your hospitality. 🙂

Untuk penginapan di Auckland sendiri harga nya mulai dari 1.500.000/malam. Jika membawa keluarga (2 dewasa dan 1 atau 2 anak) harga aparthotel per malam sekitar 2.000.000 IDR.

We only went sightseeing around Viaduct Harbor and Auckland City, took some photos at the instagrammable spots, and bought a yoga mat as well as yoga clothe for me. As two friends reunited again, we spent the day by sharing each other’s stories about life while strolling the city.

Viaduct Harbour Auckland
Viaduct Harbour Auckland
2aa1131d-deda-4038-9397-dc53f9bb830c
Jakarta – Auckland Bond
Strolling Auckland city
Aukcland Train Station, a taste of Europe

Day 2 – 5 : ROTORUA

Accomodation (Airbnb : Janice’s house) : 4.200.000 IDR (302,79 USD) for 3 nights (1.050.000 IDR / person)

 

This slideshow requires JavaScript.

I decided to spend more days at Rotorua since there are many things to see and do : historical, adventure and nature destinations. That’s our travel style. No need to worries you’d get bored. Rotorua is one of my favorite destinations in North Island. Here is the best place to get close to Maori people and their culture.

Things to see and do in Rotorua :

  • Waitomo glow worms caves. Ini adalah salah satu destinasi populer di New Zealand. Kami mengambil paket combo tiga goa sekaligus : Ruakuri, Glowworm dan Aranui. Reservasi perlu dilakukan sebelumnya lewat waitomo.com , bisa juga melalui provider lain, karena untuk masuk ke sini harus didampingi seorang tour guide yang akan menjelaskan do’s and don’ts dan menceritakan hal menarik tentang glow worms cave. Tour berlangsung kurang lebih empat jam. Ticket : 3.152.000 IDR (317,22 NZD) for 4 people, sekitar 950.000/dewasa dan 450.000/anak. 
    Waitomo Glowworm Cave
    Waitomo Glowworm Cave. Pengunjung gak boleh foto di sini, jadi saya ambil dari http://www.newzealand.com

     

  • Te Puia. Kampung Maori yang memiliki geothermal dan geyser. Tempat ini tidak jadi dikunjungi, karena akhirnya kami lebih memilih datang ke Whakarewarewa. Te Puia lebih menonjol dengan benda-benda kesenian, seperti ukiran dan pahatan kayu, serta tatoo, sementara Whakarewarewa lebih menceritakan tentang kebiasaan orang Maori di kampung yang masih mereka tempati.
  • Whakarewarewa, the Maori living village. (foto : whakarewarewa living village). Kampung ini dikelilingi oleh geothermal dan masih ditinggali suku Maori asli. Di sini tour guide akan membawa pengunjung berkeliling dan bercerita tentang Maori selama satu jam, lalu kami menyaksikan Haka dance, tari tradisional suku Maori, sebelum makan siang dengan Hangi Meal, makanan yang dimasak di ‘kompor’ Geothermal. Ada beberapa paket yang ditawarkan. Kami memilih paket lengkap dengan makan siang. Ticket : 2.280.000 IDR (225 NZD) for 4 people, sekitar 620.000 IDR/dewasa dan 350.000 IDR/anak. Lakukan reservasi sebelumnya di sini untuk memastikan spot dan mendapatkan harga lebih murah. Cerita lengkap tentang Maori akan saya tuliskan di edisi selanjutnya ya.
  • Redwoods, Whakarewarewa forest, cocok untuk yang suka hiking, biking, ataupun naik kuda. Ini juga batal kami kunjungi.
  • Lake rotorua. 
  • Vellocity Valley, for those who love adventure so much and have more budget. Ini adalah Rotorua adventure park yang memiliki beragam pilihan olahraga menantang. Tadinya kami ingin sekali mencoba salah satu nya, namun waktu tidak memungkinkan dan harga nya bikin sakit hati. Sepertinya memang harus nabung dulu dan datang lagi ke New Zealand suatu hari nanti untuk mencoba !
  • Rotorua Night Market. Pasar malam di pusat kota yang ada setiap kamis. Di sini tumpah ruah pedagang makanan manca negara, dari yang sehat sampai yang sampah (baca : fast food, gorengan :D) dengan harga bervariasi namun tetap terjangkau. Selain itu, ada juga live music. Tidak seperti pasar malam di Jakarta yang bisa buka tengah malam, pasar malam ini buka hanya sampai jam 9 malam saja dari jam 5 sore.
  • Hobbiton Movie Set. Ini sepertinya menjadi a must-visit pecinta film The Hobbit dan Lord of the ring di Rotorua. Kami sendiri bukan penggemar berat kedua nya, tapi menyenangkan juga datang ke sini. Cukup worth it meskipun harga lumayan mahal. Setidaknya jadi tau cerita tentang betapa detil dan penuh perjuangan nya pembuatan film itu. Reservasi wajib dilakukan sebelumnya kalau ingin kebagian tempat. Tempat ini selalu ramai dikunjungi. Ada beberapa paket tour yang bisa dipilih dan pilihan jatuh pada Hobbiton Movie Set Tour. Kami memilih meeting point di Matamata I-site daripada The Shire’s Rest. Yang bikin saya penasaran adalah Evening banquet tour, tour keliling bukit Shire di malam hari dan ditutup dengan dinner ala Hobbit. Sayangnya hanya ada di hari tertentu. Ticket : 3.000.000 IDR (294 NZD) for 4 people, sekitar 825.000 IDR/dewasa dan 415.000/anak.
  • Wai-o-tapu thermal wonderland. Berbeda dengan geothermal di Whakarewarewa, geothermal di sini cukup spektakuler. Lady Knox Geyser bisa memuncratkan air panas bumi setinggi 10 hingga 20 meter pada jam tertentu. Cek dulu jadwal via website jika tidak ingin kehilangan momen seperti kami. Akhirnya kami hanya numpang ngopi dan kerja saja di kafe Waiotapu.

    Wai-o-tapu Thermal Wonderland
    Wai-o-tapu Thermal Wonderland
  • Lake Taupo. Lokasi nya sekitar tiga jam dari Rotorua. Danau ini termasuk salah satu danau populer yang banyak dikunjungi di North Island. Sayangnya ketika kami ke sini, cuaca mendung, namun Zola happy sekali bisa mengejar kawanan burung di sekitar danau.IMG_1894
  • Agrodome. Tempat ini merupakan sebuah peternakan yang cukup terkenal di New Zealand. Pengunjung bisa menyaksikan segala aktivitas peternakan di sini, misalnya memberi susu pada domba, memotong bulu domba, tour keliling peternakan dan berinteraksi dari dekat dengan hewan-hewan. Tentu saja ini semua akan dipandu seorang tour guide. Sayangnya kami juga melewatkan mengunjungi tempat menarik ini. Kalau tidak, Zola pasti suka !

 

Day 5 – 6 : NAPIER

Accomodation (Airbnb : Hillary’s house) : 1.212.270 IDR (87,95 USD) for 1night (305.000 IDR/person)

Napier is the art-deco city which has different ambiance compared to other cities in New Zealand. That’s the only reason why we should visit this city. Located near the sea port, there are several interesting options to do with family. Unfortunately, we had to catch the ferry in Wellington instead of exploring the city. It takes around four hours driving from Napier to Wellington and the ferry left the port at 1.30 pm, thus we had to go earlier and cancelled all the plans in Napier :(. However, we tell you where to go with family in Napier based on our itinerary.

Things to see and do in Napier :

  • Ahuriri. Napier adalah rumah bagi 140 bangunan klasik art-deco. Eksplor pusat kota di Ahuriri atau jalan-jalan sekitar waterfront sepertinya seru.
  • Oceanarium, National Aquarium of New Zealand.
  • Cape Kidnapper. Di sini tempat burung-burung Gannet, burung yang terbang di sekitar perairan Australi dan New Zealand, berkoloni. Juga ada burung jenis lainnya.

Dari Napier, kami langsung menuju ke Wellington untuk menyebrang ke Picton. Tidak ada yang dieksplor di Wellington karena kami hanya numpang lewat setelah empat jam menyetir bergantian.

Itulah perjalanan kami di North Island, New Zealand. Berapa budget nya ? Enam hari pertama di North Island terhitung 14.610.500 IDR/dewasa dan 11.457.500 IDR/anak sudah termasuk tiket pesawat, sewa mobil dan berbagai atraksi.

Untuk budget dan itinerary di South Island, New Zealand, silakan dibaca di

Happy traveling ! 🙂

Baca juga cerita New Zealand kami di :

 

 

 

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s