Ubud Writers and Readers Festival 2017 for children : kelas belajar seru !

Aktif dan menyenangkan ! Inilah cara belajar yang seharusnya bisa diterapkan di setiap kelas. Setiap anak tidak ragu-ragu mengungkapkan ide-ide mereka. Tema kelas ini adalah Fantastical Fact yang dipandu oleh seorang penulis novel science-fiction anak asal Australia, Cristy Burne. Di kelas ini anak-anak diajak menyusun kerangka sebuah cerita dengan sistematis dan terstruktur. Cristy menuliskan kerangkanya dan anak-anak pun bebas membuat cerita fantastis versi mereka masing-masing. Kebanyakan kelas workshop dibawakan dalam bahasa Inggris mengingat peserta dan pemateri nya tidak hanya datang dari Indonesia. Begitupun dengan kelas workshop ini.

Video di atas adalah cuplikan salah satu kelas di Ubud Writers & Readers Festival 2017  yang Zola ikuti untuk pertama kalinya. Awalnya saya tidak tahu ada program ini karena biasanya program-program yang ada di UWRF sebelumnya hanya ditujukan untuk dewasa. Bahagia rasanya ketika saya melihat-lihat program workshop di website Ubud Writers & Readers Festival 2017 ternyata ada juga untuk anak-anak dan remaja. Tema-tema nya pun menarik. Memang tidak sebanyak kelas untuk dewasa, hanya ada 8 program yang semuanya dipandu oleh penulis-penulis dan praktisi keren. Yang lebih keren dan paling membahagiakan lagi, terutama buat saya sebagai emak-emak, adalah semua workshop untuk anak dan remaja GRATIS ! Tanpa ragu saya pun langsung melakukan registrasi via website. Tapi sayang, kuota peserta yang masih tersisa tinggal satu kelas saja, yang lainnya sudah penuh. Tak ada pilihan lagi.

Jalan-jalan ke Ubud kali ini pun ada misi untuk berilmu kepada mereka para profesional yang sepak terjangnya sudah terbukti di dunia tulis menulis dan bercerita. Saya mengasah lagi otak saya yang semakin bertambah usia dan semakin dol ini. Zola pun menambah pengalamannya, sekaligus bertemu dengan teman-teman baru dari mancanegara.

Jadi ini kemauan Zola atau kemauan Bunda ? 

Begini. Di usia yang ke-9 tahun, anak saya belum banyak mengenal dunia luar. Belum tau tentang banyak bidang-bidang seru dan menyenangkan. Belum tau tentang banyak profesi asyik di luar sana yang kalau diseriusin bisa bermanfaat dan menghasilkan uang. Inilah tugas saya mengenalkan dan memaparkan sebanyak-banyaknya dengan berbagai rupa dunia luar. Ini juga yang menguatkan alasan saya sering-sering mengajaknya traveling. Haha alasan yang menyenangkan, kan. :D.

Apapun aktivitas belajar yang bisa menambah pengalaman, skill dan teman baru untuk Zola pasti sang emak ini ikutkan anaknya untuk berpartisipasi. Niat saya tidak terlalu ambisius kok. Semata hanya ingin memaparkan Zola pada banyak hal sehingga mata dan hati nya bisa lebih terbuka.

Traveling sambil belajar

Traveling biasanya buat keluarga kami ya sambil belajar, terutama yang berkaitan dengan sejarah dan budaya lokal. Gak heran kalau Zola jadi suka sejarah. Kali ini ditambah dengan menambah skill menyusun cerita dan berimajinasi.

Anak saya memang senang berimajinasi. Kadang suka ngomong sendiri membuat dialog imajiner dengan mainan-mainannya. Zola juga suka menggambar dan membuat art & craft. Malah lebih jago dari emaknya. Kalau ada yang punya anak karakter nya mirip Zola, maka workshop di Ubud Writers and Readers Festival (UWRF) ini cocok untuknya.

UWRF 2017 for children

Hari yang dinanti pun tiba. Kami bermalam di Ubud tak jauh dari tempat workshop dilaksanakan. Pengalaman bermalam di sini pun jadi pengalaman unik tersendiri.

Ceritanya saya tuliskan di sini :

Venue untuk program dan workshop di UWRF ini terpencar-pencar di beberapa tempat yang tidak pula berdekatan (baca : tidak bisa ditempuh jalan kaki), tapi masih di sekitar Ubud. Maka menyewa kendaraan adalah wajib dan kendaraan yang paling diminati di sini adalah motor.

Workshop untuk anak ini diadakan di teras sebuah Joglo, Taman Baca di Jalan Raya Sanggingan. Tempatnya asri dan nyaman untuk belajar. Bagaimana tidak nyaman kalau belajarnya di rumah Joglo bercampur nuansa Bali yang dikelilingi tumbuhan hijau segar, ditambah suara jangkrik dan kicau burung.

Begitu kami tiba di sana, Zola agak telat dan kelas sudah dimulai. Kursi-kursi dibuat membentuk lingkaran tidak penuh dan Cristy berdiri di level lantai yang lebih tinggi dengan papan tulis. Sesekali ia bergabung duduk bersama anak-anak. Sekitar sepuluhan anak-anak lokal dan bule sudah memenuhi kursi-kursi. Masing-masing membawa kertas, clip board, dan alat tulis yang dipinjamkan panitia. Setelah mendaftar ulang, Zola pun langsung berbaur bersama mereka.

Ubud Writers & Readers Festival 2017 for children
Cristy yang enerjik membawakan materi workshop
Ubud Writers & Readers Festival 2017 for children
Beberapa anak ada yang didampingi dan dibimbing orang tua nya

Tidak ada aturan baku di sini. Semua anak bebas memakai pakaian dan alas kaki apapun. Bahkan posisi duduk pun terserah. Ada yang naik satu kaki ke atas, kalau kurang puas kedua kaki pun boleh. Ada yang duduk di bawah dan ada juga yang sesekali gelesoran. Intinya senyaman mungkin.

Ubud Writers & Readers Festival 2017 for children
Coretan pengembangan ide cerita sebelum ditulis

Ide cerita hari itu adalah tentang seekor burung merak. Ide ini berkat hasil pemikiran bersama. Alur cerita pun hasil brainstorming anak-anak. Cristy hanya membimbing, memberikan tips-tips dan menyusun kerangka ceritanya. Anak-anak sangat antusias. Kelas belajar diselingi gelak tawa, begitu santai. Sampai di ujung sesi workshop, anak-anak diberikan waktu membuat ceritanya sendiri berdasarkan kerangka pemikiran yang sudah dibuat bersama. Ada yang membuat ceritanya dalam bentuk tulisan dan ada yang disertai gambar. Zola sendiri membuatnya seperti komik.

Kelas yang berlangsung selama kurang lebih dua jam itu pun tak terasa harus berakhir. Saya saja yang hanya menonton dari kejauhan menikmati keberlangsungan kelas yang hidup dibawakan pemateri. Kelihatannya begitu pula dengan anak-anak. Seperti yang selalu saya tanyakan pada Zola setiap kali sesi belajar, “Gimana nak, seru gak ?”. “Seru banget. Gurunya lucu,” kata Zola sumringah. Bonusnya, Zola langsung minta dibelikan buku-buku hasil karya Cristy Burne yang kebetulan dijual di sana. Gak tanggung-tanggung, semua diborong ! Lagi-lagi prinsip saya, tak pernah merasa rugi jika membeli buku dan traveling. 🙂

Ubud Writers & Readers Festival 2017 for children
Borong buku-buku fiksi karya Cristy Burne

Insya Allah kalau di UWRF 2018 nanti ada workshop untuk anak-anak, saya pastikan Zola akan saya daftarkan. Hehe. Semoga tidak ada halangan apapun supaya kami bisa datang lagi ke Ubud untuk belajar dan pastinya sekalian jalan-jalan. 😀

Happy traveling ! 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s