Menginap unik di Umaya Villa, Ubud, Bali

Dari pengalaman menginap sepanjang cerita traveling kami, inilah salah satu pengalaman menginap unik tidak ada duanya yang pernah kami alami. Bermalam di tengah-tengah monkey forest, Ubud, Bali, di mana monyet-monyet bebas berkeliaran, hidup berdampingan dengan manusia. Berusaha tidak saling mengganggu keberadaan masing-masing. Meskipun pastinya ada satu dua monyet yang suka mengganggu manusia atau sebaliknya, ada saja satu dua manusia yang jahil terhadap monyet. Namun mayoritas manusia dan monyet bisa menghargai satu sama lain dengan segala perbedaan di antara keduanya.

Berawal dari pencarian tempat menginap kami di Ubud karena saya dan Zola akan mengikuti beberapa workshop di Ubud Writers and Readers Festival, pilihan saya jatuh kepada beberapa penginapan di desa Nyuh Kuning, sebuah desa otentik dan eksotik di Ubud yang tidak jauh dari berlangsungnya workshop. Setelah melakukan review ulang, akhirnya dipilihlah Umaya Villa ini.

Saya bukannya tidak tahu tentang kondisi penginapan ini. Justru karena sudah tahu dari beberapa review bahwa penginapan ini terletak di antara monkey forest, maka saya memberanikan diri bermalam di sini. Hal yang menguatkan pilihan saya adalah review tentang keramahan para staff di sini. Dari beberapa pilihan, Umaya Villa inilah yang memiliki rating tertinggi dari para tamu yang pernah menginap. Setelah didiskusikan dengan suami dan Zola, kami pun sepakat menginap di sini.

Kesan pertama…

Saya dan Zola berangkat dari Jakarta menuju Bali berdua saja, sementara suami menyusul keesokan harinya. Kami menyewa mobil dan saya menyetir menuju Ubud. Berbekal waze, maka sampai juga kami di desa Nyuh Kuning. Ketika memasuki area monkey forest, mobil melambat karena banyak pejalan kaki manusia dan monyet-monyet. Ada pula monyet-monyet yang lesehan santai di pinggir jalan, sedang menyebrang, atau nangkring di pagar pembatas antara monkey forest dengan jalan. Sebenarnya pagar pembatas ini dibuat agar manusia tidak begitu saja masuk dengan bebas ke area hutan. Sementara monyet sendiri dengan sangat mudahnya melompati pagar pembatas bergerak bebas ke sana dan ke sini.

Umaya Villa ini terletak persis di dalam monkey forest. Begitu sampai di gerbang pintu masuk pengunjung monkey forest, ada belokan ke jalan kecil yang hanya muat untuk satu mobil. Saya juga tidak begitu yakin sampai akhirnya saya menemukan signage di depan belokan bertuliskan ” Umaya Villa” dengan tanda panah masuk ke dalam. Villa sendiri berada di pojok ujung jalan sampai tak ada lagi jalan untuk mobil. Saya memarkirkan mobil persis di depan villa. Area parkir tidak besar, hanya untuk 2 mobil. Tapi tidak masalah. Sepertinya turis-turis di Ubud lebih senang naik motor daripada naik mobil. Jadi hanya ada mobil kami yang terparkir di villa ini.

Ada kesan pertama yang membuat saya langsung jatuh hati dengan penginapan ini, yakni keramahan dan sikap helpful dari para staff. Begitu sampai di villa, ban mobil kami bocor. Sebenarnya kejadian ban bocor sudah disadari sejak dalam perjalanan. Namun karena saya tidak punya navigator yang bisa diandalkan dan hanya bergantung dengan waze, bermodal kenyakinan dan berdoa, kami lanjutkan perjalanan dengan kondisi ban kempes tanpa mencari tukang tambal ban di jalan.

Begitu sampai di villa, kami sangat disambut baik oleh para staff. Saya langsung melaporkan kondisi ban mobil yang bocor. Hari itu sudah sore, sekitar pukul 5. Menurut receptionist yang menyambut kami, jasa tambal ban di sekitar penginapan pasti sudah tutup. Jegeg pun menelpon staff hotel lainnya untuk membantu kami. Setelah menunggu beberapa saat, datanglah seorang staff yang kemudian membantu mengganti ban mobil dengan ban serep. Hmmm, sebenarnya saya juga bisa sih ganti ban mobil sendiri. Cuma lagi males aja. Haha. Alesan ! :D. Ketika saya sodorkan sejumlah uang sebagai tip karena beliau mengganti ban mobil saya, beliau menolak. Terima kasih banyak yaa Pak. Semoga dibalas dengan kebaikan lainnya yang lebih baik.

IMG_5533
Terima kasih sudah dibantu yaa, Pak ! 🙂

Kamar berdinding kayu dan kamar mandi yang eksotis

Ini yang semakin membuat nyaman menginap di sini, feels like home. Kamar-kamar di villa ini semua berdinding kayu dengan ukuran cukup luas untuk kami bertiga. Tempat tidur dilengkapi dengan kelambu dan penerangan yang temaram, tidak terlalu terang namun membuat hangat. Nyaman sekali. Nyuh Kuning memang dikenal sebagai sebuah desa yang mengusung ecofriendly atau ramah lingkungan. Tak heran kalau lampu-lampu penerangan di sini pun minim.

Bagian yang kami sukai lainnya adalah kamar mandi. Ruangan ini cukup besar untuk ukuran sebuah kamar mandi. Ruangannya tidak semua tertutup, 1/3 bagian atasnya hanya disekat oleh bambu. Sambil mandi atau ‘nongkrong’ bisa sambil mengintip langit biru dari celah-celah sekat ini. Suara tetangga pun bisa terdengar loh dari kamar mandi, sementara dari kamar tidur cukup kedap suara. Jadi berhati-hati ya kalau sedang mengemban misi rahasia. Jangan ngomong sembarangan di kamar mandi ! 😀

Perlengkapan standar di kamar dan kamar mandi sudah tersedia, dari mulai handuk, toiletteries sampai sandal hotel dan kimono handuk. Buah-buahan seperti jeruk dan salak pun tertata manis di atas meja bersama air mineral. Layanan room service sampai minta diantar sarapan ke kamar pun bisa. Semua staff selalu menyapa dan siap membantu kapan saja !

Menginap bersama monyet

Jangan bayangkan monyet tidur bersama kami dalam satu kasur yaa :). Di villa ini kami menemukan kejutan yang tidak pernah kami dapatkan di tempat lain selama kami traveling. Bagaimana tidak, setiap pagi kami selalu dibangunkan dengan bunyi geradak geruduk di atas genteng kamar kami. Kelakukan siapa lagi kalau bukan kelakukan para monyet-monyet yang sudah bangun pagi dan berlarian bermain seolah mengingatkan manusia untuk juga bangun pagi.

Dari balik kamar, kami bisa mengintip monyet-monyet yang berlarian di atas genteng kamar sebelah atau kamar persis di depan kami, ada juga monyet-monyet yang berusaha turun dengan bergelayutan pada tanaman-tanaman di sekitar villa. Sungguh pengalaman yang cukup membuat kami terkesima, mata tak berkedip dan mulut agak terbuka. Ini pengalaman pertama buat kami semua, terutama Zola. Dia sangat antusias dan agak histeris melihat monyet bermain-main bebas persis di depan kamar.

Menyeramkan ? Pada dasarnya saya dan Zola pun takut sekali dengan monyet. Namun monyet-monyet di monkey forest Ubud ini lebih tenang dan tidak seagresif monyet-monyet di area Bali yang lain seperti di Sangeh monkey forest atau Uluwatu. Mereka hanya berkeliaran di atas genteng kamar pada pagi hari sekitar pukul 7. Setelah itu, mereka akan pergi. Staff villa selalu sigap menghalau monyet-monyet itu agar tidak turun dan bermain-main di sekitar villa. Tamu-tamu pun bisa tetap nyaman dan aman berjalan-jalan di sekitar sini.

Kecuali pada suatu pagi. Sekawanan monyet berhasil mengadakan pool party persis di depan kamar kami dan mencuri makanan kami yang diletakkan di ruang tamu di sebelah kamar. Memang posisi kamar kami saat itu berada paling ujung dan merupakan private area. Jadi tidak ada satupun staff yang datang menghalau. Kami hanya bisa menonton dari dalam kamar saja. Pengalaman yang pastinya tidak ada di tempat manapun :D. Ketika saya telpon, salah satu staff pun datang dan menghalau monyet-monyet itu hanya dengan kata-kata “hussshh husshh husshh”, dan mereka pun langsung kocar-kacir naik ke atas genteng dan menghilang di balik bangunan dan pepohonan.

Fasilitas sekitar villa

Hal yang paling menyenangkan di sini adalah berjalan-jalan di sekitar villa. Desa Nyuh Kuning ini memang eksotis, ecofriendly, dan suasana Bali nya sangat terasa. Baik siang maupun malam hari, berjalan-jalan di sini sangat aman. Jika di siang hari, kita akan ditemani monyet, maka di malam hari, monyet kembali ke peraduan. Tidak perlu khawatir diganggu monyet-monyet itu. Asalkan kita cuek dan tidak mengganggu, mereka pun akan cuek. Kami memilih menjaga jarak setiap kali kami melewati sekawanan monyet.

Jalan di depan villa membawa kami ke jalan Nyuh Bojog dan jalan raya Nyuh Kuning, di mana terdapat berbagai pilihan tempat makan, dari mulai warung murah, seperi warung Coconut dengan menu western nya, warung Be Pasih dengan seafood nya sampai restoran mahal, seperti Laka Leke yang terkenal dengan crispy duck nya dan juga menyajikan dengan pertunjukkan tari tradisional Bali setiap malam.

Sementara jalan setapak di belakang villa membawa kami menuju ubud city center di mana banyak sekali butik dan toko oleh-oleh yang menjual baju, kaos, cinderamata, aksesoris, lukisan khas Bali dan masih banyak lagi. Pilihan restoran di sekitar daerah sini juga tak kalah banyaknya, malah lebih ramai.

IMG_0100
Jalan-jalan di Ubud City Centre

Kalau malas keluar, Umaya Villa juga menyediakan beragam pilihan menu, baik menu western maupun menu asia, terutama menu Indonesia. Untuk sarapan pagi, pilihan menu continental, amerika dan bali bisa dipilih sesuai selera. Mau sarapan sosis dengan kentang, french fries, sampai bubur ketan item, bisa disantap di kafe ataupun diantar ke kamar.

Cara reservasi dan dapat diskon

Ingin merasakan pengalaman yang kurang lebih sama seperti kami di Ubud ? Menginap saja di desa Nyuh Kuning ini. Saya akan ceritakan terpisah tentang desa Nyuh Kuning yang menurut saya peaceful ini. Banyak pilihan penginapan di area sekitar sini, namun Umaya Villa Ubud memiliki rating paling baik soal keramahan staff dan kenyamanan kamar nya.

Anda bisa langsung melakukan reservasi, tanpa lewat situs populer reservasi online, ke Umaya Ubud Villa di nomer telp 081338885350 / 087761733557 atau langsung email ke umayavilla.ubud@gmail.com. Dengan menunjukkan tulisan ini, dapatkan diskon dari Umaya Villa.

Happy traveling ! 🙂

Disclaimer : review ini ditulis jujur berdasarkan pengalaman kami sekeluarga menginap di sini dan bebas dari kewajiban endorsement apapun.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s