2260 USD umroh backpacker bintang lima 15 hari di akhir Ramadhan – awal Syawal (part 1)

Saya lebih suka menyebutnya umroh mandiri. Tapi sengaja saya tulis di judul dengan kata ‘backpacker’. Kenyataannya, perjalanan kami bukanlah backpacker dalam arti kata sesungguhnya. Keluarga kami adalah koper traveler, bukan backpacker. Kami tetap memperhatikan kenyamanan dan keamanan untuk si anak kecil, Zola, namun value for money, murah yang berkualitas :D.

Sebelum saya mulai memaparkan tentang budget perjalanan umroh ini, silakan baca artikel saya sebelumnya tentang persiapan dan cara mengurus visa umroh,

Baca : Mengurus visa umroh dan persiapan umroh mandiri

Saya tercengang bahagia ketika merencanakan dan menghitung kembali budget umroh ini. Saya pun sempat membanding-bandingkan harga paket umroh bintang 5 yang ditawarkan oleh travel agent di bulan Ramadhan. Bedanya jauh lebih murah. Tentunya, ada plus minus merencanakan umroh mandiri ini dibandingkan bergabung rombongan travel agent. Silakan baca di sini yaa untuk tau apa saja plus minus nya. 🙂

Sekarang silakan disimak baik-baik, berapa budget yang kami keluarkan per orang untuk umroh di akhir Ramadhan, di mana masa ini adalah masanya peak season, semua harga akomodasi dan transportasi naik berkali lipat. Kami berempat – suami, ayah, dan Zola – berangkat tanggal 20 Juni dan pulang tanggal 4 Juli.

Budget ini sudah termasuk ongkos tiket pesawat Jakarta – Jeddah – Jakarta, akomodasi dan transportasi antar kota, juga pemandu lokal yang memandu kami di Madain Saleh. Namun belum termasuk makan (breakfast biasanya disediakan dari hotel, makan siang & malam cari sendiri) dan belanja :D.

Day 1 – 5 (20 – 24 Juni 2017) :

Jakarta – Jeddah – Mekkah

Budget tiket pesawat Jakarta – Jeddah – Jakarta : 13.500.000 IDR / orang

Kami menggunakan tiket pesawat Saudi Arabia airlines langsung dari Jakarta ke Jeddah. Untuk tiket pesawat ini di-issued oleh pihak travel agent yang juga membantu mengurusi visa kami. Dengan hanya membayar ongkos tiket pesawat dan visa, kami juga mendapatkan fasilitas gratis koper beserta baju ihram laki-laki, buku panduan umrah, dan bergo (kerudung lebar) untuk saya. Selain koper, diberikan juga bag pack, dan tas selempang kecil. Bukan hanya itu saja, di airport Soekarno – Hatta pun, kami dibantu check-in dan koper-koper kami sudah diurusi mas Umar, perwakilan dari travel agent yang sangat helpful. Berkat mas Umar pula, kami sudah mengantongi tiket kepulangan dari Jeddah ke Jakarta. 🙂

Pesawat kami mendarat sekitar pukul 10 malam waktu Jeddah. Kami bersama jamaah umroh dari rombongan travel agent lain mengantri menunggu giliran turun. Kami semua sudah berpakaian ihram niat akan umroh karena pesawat Jakarta – Jeddah terbang di atas miqat, tempat memulai umroh.

Keluar dari bandara menuju hotel di Mekah bukanlah perkara mudah. Intrik dan drama terjadi di sini. Saya akan ceritakan terpisah ya.

Budget 1 kamar Infinity Hotel Mekah (bintang 5) : per orang 6.212.500 IDR untuk 4 malam, termasuk sahur dan makan malam.

Setelah melewati drama berliku, Alhamdulillah sampailah kami sekitar pukul 2 dini hari di Infinity Hotel Makkah yang berjarak sekitar 500 meter dari pelataran Masjidil Haram. Setelah mengurus segala administrasi check-in yang membutuhkan waktu cukup lama, kami pun memasukkan semua koper ke dalam kamar untuk kami berempat, langsung sahur, lalu bergerak menunaikan ibadah umroh.

IMG_4646
Sahur dulu di hotel sebelum menunaikan ibadah umroh

Infinity hotel ini memiliki banyak lobi dengan berbagai gaya. Cantik dan mewah, standar bintang 5 ! Namun kesan kemewahan di lobi ini berbeda dengan suasana kamar yang menurut saya bukan standar bintang 5.

97435930-1
Kamar standar Infinity Hotel. Jangan tertipu foto, aslinya lebih sempit, dan bagian-bagian lemarinya sudah ada yang rusak 😀 (sumber foto : Infinity hotel Mekah)

 

Satu hal yang menyenangkan bermalam di hotel ini adalah harga kamar sudah termasuk sarapan (diganti dengan sahur) dan makan malam dengan menu yang sangat bervariasi dan enaaaaak. Di sinilah kami berkenalan dengan waiter asal Indonesia dan Filipina yang ramah-ramah 🙂

IMG_4648
Pose selesai umroh 😀

 

Tidak ada tempat lain yang kami kunjungi di Mekah selain ke Masjidil Haram. Setiap hari di waktu sholat, sebisa mungkin kami menyempatkan diri bisa sholat berjamaah di sana, terutama saat solat subuh, maghrib dan isya. Ayah dan suami saya rutin solat lima waktu di masjid, sedangkan saya dan Zola hanya keluar hotel di sore hari ketika matahari sudah ramah. Temperatur udara di siang hari waktu itu bisa mencapai hingga 46 derajat celcius, kasihan Zola yang tidak kuat menahan panas.

Hari terakhir di bulan Ramadhan kami bergerak menuju Madinah. Kami memutuskan untuk merayakan hari raya Idul Fitri di Masjid Nabawi, Madinah. Dari Mekah menuju Madinah, kami menggunakan bus Saptco kelas VIP, transportasi publik milik pemerintah Saudi.

Tips transportasi dalam kota :

  1. Usahakan memilih hotel dekat dengan Masjidil Haram atau minimal bisa ditempuh dengan jalan kaki tanpa gempor.
  2. Jika memilih hotel jauh dari Masjidih Haram dengan alasan budget atau alasan lainnya, pilih hotel yang memiliki shuttle bus service dari hotel ke Masjidil Haram. Cari tau jadwal shuttle bus ini.
  3. Pilih taksi legal yang berwarna putih dengan sign “taxi” di atasnya, jangan pilih taksi ilegal. Semua taksi tidak dilengkapi argo, pintar-pintarlah menawar taxi (jangan ragu menawar hingga 1/2 harga).

 

Day 5 – 9 (24 – 28 Juni 2017)

Budget transportasi dari Mekah ke Madinah : bus Saptco VIP per orang dewasa 150 SAR atau 525.000 IDR, sementara untuk anak-anak 125 SAR atau 437.500 IDR

Antiran loket di terminal bus Saptco
Beginilah antrian di depan loket terminal bus. Beli tiket via online jika tidak mau terjebak antrian seperti ini 🙂
images
Saptco Bus
Di dalam bus Saptco. Nyamaaaan.
Di dalam bus Saptco. Nyamaaaan.

Untuk perjalanan jauh, bus Saptco menyediakan kelas reguler dan VIP. Maka demi kenyamanan si anak kecil dan ayah saya, kami memilih kelas VIP yang bisa langsung pesan via online. Hindari membeli tiket bus on the spot di terminal, karena antriannya bisa membuatmu murka. Tidak ada antrian rapi, siapa kuat, siapa cepat, dia dapat. Lokasi terminal bus Saptco tidak begitu jauh dari masjidil haram. Anda bisa naik taksi legal atau pesan uber.

Bus Saptco kelas VIP dilengkapi dengan AC, kursi yang bisa direbahkan setengah berbaring, snack dan minuman, juga TV. Kalau beruntung, supirnya pun orang Indonesia. Bagasi bisa diletakan di bawah bus sebelum naik bus. Kondisi busnya memang nyaman, meskipun suasana terminal masih butuh perbaikan. Ruang tunggu dipisah antara laki-laki dan perempuan.

Jika sudah membeli tiket via online, langsung saja menunggu di ruang tunggu. Sekitar 30 menit – 15 menit sebelum keberangkatan, petugas akan memberikan pengumuman di ruang tunggu. Datanglah setidaknya 45 menit lebih awal dari jam keberangkatan. Perjalan 5 jam jadi menjadi tidak terasa dengan kenyamanan bus.

Budget 1 kamar Province AL Sham Hotel atau Hayat Hotel di Madinah : per orang 1.930.000 IDR untuk 4 malam, belum termasuk breakfast apalagi makan malam.

Saya sangat tidak merekomendasikan hotel ini. Hotel ini mengklaim sebagai bintang lima, tapi kenyataannya, begitu kami datang hanya ada satu handuk di kamar mandi. Begitu kami meminta tambahan handuk, diantarnya baru dua hari kemudian, itupun harus didahului dengan protes keras. Pun, tidak ada room service di sini. Kamar tidak dibersihkan setiap hari layaknya bintang lima, meskipun kami sudah memintanya puluhan kali, yang ada hanya janji-janji belaka. Kamar baru dibersihkan setelah suami saya protes dan menyebut staf hotel sebagai muslim pembohong. Sungguh drama yang tak perlu ! 😦

Namun, selalu ada hal yang menyenangkan di samping yang tidak mengenakan. Dari hotel ke masjid Nabawi, kami hanya berjalan kaki 5 menit. Selain itu, ada restoran Indonesia di dekat sini :). Pilihan makanan khas lain juga banyak di sekitarnya. Salah satu restoran yang terkenal dan memiliki beberapa cabang di sini adalah Abu Khalid Restaurant dengan menu kebabnya. Kami tidak sempat merasakan suasana sahur di sini. Sepertinya tidak berbeda jauh dengan Mekah yang waktu sahurnya dipadati oleh para jamaah yang mencari santapan sahur.

IMG_4248
Mr & Mrs di Masjid Nabawi
IMG_4661
Ekspresi kasih sayang yanda dan anaknya 😀
IMG_4658
Kakek dan cucu 🙂

 

Kami tiba di hotel pada malam hari, keesokan harinya sudah masuk hari raya Idul Fitri. Kami pun solat memadati jalan raya di luar Masjid Nabawi. Sudah tidak kebagian lagi masuk ke dalam masjid. Suasana hari raya Idul Fitri di Madinah dengan di Jakarta sangat jauh berbeda. Apa yang membedakan ? Nantikan cerita tentang Idul Fitri di Madinah ya 🙂

Tips transportasi di Madinah :

  1. Pilih hotel dekat dengan Masjid Nabawi supaya bisa berjalan kaki ke Masjid Nabawi. Harga hotel di Madinah biasanya lebih murah dibandingkan dengan harga hotel di Mekah.
  2. Uber maupun taksi lebih mudah di sini. Ingat, tawarlah selalu jika ingin naik taksi ! Lalu lintas juga tidak sepadat di Mekah, meskipun pada jam-jam tertentu sama macetnya.
  3. Di Madinah pun sekarang tersedia bus pariwisata hop on hop off yang melewati rute-rute yang biasa dilewati para peziarah, plus rute ke mall :D. Harganya 80 riyal per orang dewasa, dan gratis untuk Zola. Halte bus ini tak jauh dari Masjid Nabawi. Cukup beli tiket untuk 24 jam saja dan ambil brosur nya. Jika tidak sempat mengunjungi tempat-tempat ziarah ini dalam satu hari. Lakukan esok hari dengan taksi. Lebih murah naik taxi sih, daripada naik bus hop on hop off ini, apalagi jika beramai-ramai :).

 

Day 9 – 11 (28 – 30 Juni 2017)

Budget transportasi VIP dari Madinah ke Al Ula : 875.000 IDR / per orang

Menyewa mobil dan supir di Saudi Arabia ini memang mahal. Kebanyakan penyewaan mobil tidak dihitung per hari, namun dihitung berdasarkan berapa spot yang akan dikunjungi. Ongkos sewa per hari amat lah mahal. Ada yang menawari kami 20 juta IDR untuk 3 hari. Oh noooo !

Kami hampir saja tidak jadi berangkat karena tidak tahu mau naik apa dan ke mana menyewa mobil dengan supir. Ingin nangis rasanya. Saya baru tahu bahwa dengan visa umroh, peziarah tidak bisa menyewa mobil tanpa supir. Padahal rencana awal, kami akan menyewa mobil dan nyetir sendiri ke Al Ula.

Setelah bertanya-tanya, dapat juga mobil sewaan beserta supir yang akan membawa kami ke Al Ula. Tidak tanggung-tanggung, mobil sedan Lexus dari Saptco. Sebenarnya ada pilihan lain yang lebih murah dari hotel tempat kami menginap di Al Ula. Namun karena trauma dengan pengalaman buruk bertemu supir Arab yang ugal-ugalan, kami memilih menyewa Lexus dengan supir orang Indonesia saja. Lagipula nama Saptco sebagai perusahaan transportasi milik pemerintah Saudi sudah terpercaya. Kami pun memilih yang pasti dan aman.

Di dalam Lexus yang membawa kami ke Al Ula
Di dalam Lexus yang membawa kami ke Al Ula
IMG_4362
Sempat deg-degan karena mobil diberhentikan polisi. Kenapa ? Nantikan cerita selanjutnya yaa 🙂

Budget camp di Sahary Al Ula Camp : 2.100.00 IDR per orang untuk 2 malam

Banyak rintangan menuju ke sini, mulai dari bingung mau naik apa, mobil diberhentikan polisi di tengah jalan, akses masuk ke camp cukup sulit karena berada di tengah gurun antah berantah, sampai-sampai kami hampir berubah pikiran ingin putar haluan kembali ke Madinah.

Semuanya tuntas terbayar begitu melihat langsung lokasi camp ini. Salah satu pengalaman kami yang tidak akan terlupakan, bermalam di tengah-tengah padang pasir, di lokasi yang kelihatannya hampir tidak berpenghuni, padahal banyak tamu yang datang ke sini, membawa keluarga pula. Kami menyewa satu camp dengan dua kamar tidur, dua kamar mandi dan satu ruang keluarga.

IMG_4370
Di titik ini, mobil Lexus sewaan kami mogok. Padahal camp nya ada di ujung sana. Ada aja kan drama nya 😀

 

This slideshow requires JavaScript.

19598451_10154584117271044_5553175867430099397_n
Camp di malam hari, sampai batu pun diberi lampu. Pertanda pengelolanya niat ! 😀

Semua tentang Sahary Al Ula ini menyenangkan, kecuali akses menuju ke sini, sulit dijangkau dengan mobil sedan. Hanya mobil jeep yang bisa sampai dengan selamat karena kondisi jalanan yang berpasir.

Sekilas camp ini tampak tidak aman dan menyeramkan, namun ternyata justru ramah anak. Buat Zola, inilah salah satu the best stay untuknya. Apalagi ditambah ada fasilitas zoo untuk anak-anak di sini yang menambah nilai plus camp ini untuk keluarga.

Bukti lain kalau tempat ini aman adalah tersedianya saus sambal di satu-satu nya restoran kecil di camp, di tengah gurun ini. Surga dunia buat kami semua ! 🙂

19554083_10154579038466044_9221487132102875375_n
Penyelamat lidah 😀

Tips transportasi publik dalam kota :

  1. Untuk menuju kota Al Ula, 5 jam perjalanan dengan mobil dari Madinah, sebenarnya bisa dengan beberapa pilihan. Pertama, lewat darat dengan menyewa mobil seperti saya. Kedua, naik bus Saptco jurusan Madinah – Al Ula, lalu minta penjemputan dari hotel di stasiun bus. Ketiga, naik pesawat dari Madinah ke Al Ula, lalu minta dijemput dari hotel di airport kota Al Ula.
  2. Manfaatkan jasa pemandu lokal yang sudah disediakan dari hotel. Biasanya mereka sudah punya rekanan. Biaya pemandu lokal sudah termasuk penyewaan mobil. Kami dibawa satu hari (7 jam) berkeliling Al Ula dan Madain Saleh.

 

Nah, rincian budget dan itinerary ini baru setengah perjalanan, untuk sisa perjalanan kami silakan lanjut :

Baca juga :

Jika Anda membutuhkan bantuan merencanakan umroh mandiri bersama keluarga seperti yang kami lakukan, mencari travel agent untuk mengurus visa umroh, sampai dengan menyusun budget nya, silakan klik travel coach Familygoers atau kirimkan email saja ke travelcoach@familygoers.com. Tim Familygoers siap membantu. 🙂

Happy plesiran ! 🙂

 

Advertisements

3 Comments Add yours

  1. nomaddictous says:

    Nice info mb. 😀
    Dirincian budget dan itin mb tulis 26260 USD 😀

    Like

    1. Sheika Rauf says:

      Typo, yang bener 2260 😁😁

      Like

      1. nomaddictous says:

        Hahah, makanya sempet kaget, diitung2 bener kok pake kalkulator 2260 😁

        Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s