Walking tour perang dunia dan komunisme di Praha, Republik Ceko

Saya sudah menceritakan tentang walking tour gratis di Praha. Tour kedua yang kami ikuti, dan kali ini berbayar, adalah world war II & communism tour. Buat yang tidak tertarik dengan tour ini bisa langsung skip saja dan melihat-lihat tulisan saya yang lain :). Untuk yang tertarik dengan historical trip seperti keluarga kami, silakan disimak. Tour ini judulnya throwback ke masa lalu pada masa Nazi Jerman dan Stalin di Soviet masih berjaya. Pada dasarnya, saya memang senang mendengar cerita ataupun menonton film tentang perang, dan sepertinya menurun ke Zola 🙂

Kalau diperhatikan dengan baik, jejak-jejak komunis masih sangat terasa di Praha, seperti yang kami temui dalam perjalanan menuju Old Town Square, tempat titik bertemu peserta tour. Kami sengaja berjalan kaki menyambangi Old Town Sqaure. Dari hasil berjalan kaki, kami menemukan sebuah tempat yang catchy bagi penyuka komik dan action figure, seperti Zola. Langsung saja senyum sumringah menghiasi wajahnya sambil melongok-longok ke dalam toko Comic Point, mengincar siapa tahu ada action figure yang bisa dibawa pulang. Di situ ada emak yang panik kekepin dompet. Haha. Tapi buat saya ada yang lebih menarik di etalase Comic Point.

Figur di etalase comic point ini adalah Superman dan Wonder Woman red son. Mini series tentang Superman Red ini ditulis oleh Mark Millar dan diterbitkan DC sebagai bentuk kritik dari figur Superman yang dibesarkan di Amerika. Tokoh karakter ini dibuat karena terinspirasi sebuah pertanyaan “bagaimana jika Superman (dan Wonder Woman) dibesarkan di negara Uni Soviet ?” Tadinya action figure ini mau saya bawa pulang, tapi gak sanggup lihat harganya.

Sementara itu, Zola dengan tekunnya mencari action figure yang sreg di hati, karena saya hanya membolehkannya memilih satu dari sekian banyak pilihan yang ada.

Suasana di dalam Comic Point
Suasana di dalam Comic Point
Suasana di dalam Comic Point
Koleksi souvenirs di dalam Comic Point
Suasana di dalam Comic Point
Koleksi action figure di dalam Comic Point

Setelah Zola menemukan action figure yang diinginkannya, kami melajutkan berjalan kaki mendekati Old Town Square. Tiba di Old Town Square, tiba-tiba saja Zola ingin masuk ke wax museum. Sejak kecil Zola memang suka saya ajak ke museum. Bisa diintip di sini berbagai alasannya. Jadilah dia sekarang memang terbiasa wisata museum. Inilah tokoh-tokoh yang ada di wax museum Praha. Museum ini tidak sebesar Madame Tussaud di Amsterdam atau Musée Grévin di Paris, namun koleksi di dalamnya banyak bercerita tentang Ceko, selain menyimpan koleksi-koleksi artis dan tokoh-tokoh dunia, termasuk tokoh-tokoh komunis.

5B6ADB13-4EC0-4D2D-A784-65327D942671
Tau kan siapa pria berkumis ini ?
5DF67B35-B03F-4721-A6C1-F6E99B3E16E1
Tokoh komunis blok pakta Warsaw

Sebagai produk didikan orde baru, bertaun-taun saya menyaksikan film G30SPKI. Pelajaran sejarah yang membosankan dan menyesatkan lantas membuat saya memandang komunisme itu sebagai sesuatu yang menyeramkan dan harus dihilangkan dari muka bumi ini. Padahal saya gak tau apa-apa tentang komunis. Yang saya tau komunis itu ya PKI yang ada di film G30SPKI itu. Lucu dan lebaynya adalah ketika saya berkesempatan mewawancara seorang tokoh pelarian PKI di Paris beberapa tahun lalu, ada rasa was was bahwa saya akan menemui seseorang yang bengis. Ternyata tokoh yang saya wawancarai jauuuuuuuh dari kata bengis. Haha, iya saya se-cupu itu kala itu.

Namun sepertinya saya tidak sendiri. Banyak juga yang alergi dengan komunis, sampai tidak ada satupun peninggalan bersejarah di Indonesia yang bercerita tentang komunis. Ada, sih, tapi pasti yang diangkat menjadi highlight nya hanyalah tentang pemberontakan keji komunis dan heroisme sang pemenang, siapa lagi kalau bukan tokoh orba.

Berbeda hal nya dengan Republik Ceko. Ceko memiliki sejarah kelam dan hari-hari kelabu bersama pemerintahan totalitarian dan komunis. Puluhan tahun negara ini, dulu Cekoslovakia, berada di bawah kendali tentara Nazi jerman selama perang dunia, kemudian dilanjutkan oleh pemerintahan Uni Soviet, membuat Ceko tergabung dalam blok Timur dan pakta Warsaw.

Namun sejarah kelam ini tidak serta merta dihilangkan begitu saja, justru diabadikan, dijadikan cerita dan pelajaran bukan hanya untuk generasi selanjutnya, tapi juga untuk orang-orang luar yang ingin tahu. Dampak positifnya, selain jadi pelajaran sejarah, kisah seperti ini bisa dijadikan bahan jualan pariwisata juga.

Karena Praha menyimpan banyak cerita, maka di sebuah sudut sekitar Old Town Square, bisa dijumpai beberapa tour guide yang berjualan macam-macam tour tematik tentang Praha, salah satu tema nya adalah Communism & World War 2 ini. Untuk ikut tour ini cukup membayar 350 CZK atau sekitar 180.000 rupiah untuk perjalanan selama 2,5 jam, sudah termasuk tiket tram. Lokasi tour kali ini agak menjauh dari Old Town Square karena itulah rombongan tour diajak naik tram.

Saya melihat peminat tour ini didominasi oleh anak-anak mudah yang antusias. Tour ini membawa kami melintasi jalan-jalan dan tempat-tempat bersejarah, pertumpahan darah dan peperangan. Praha adalah kunci bagi proyek Hitler untuk mendominasi dunia. Setengah wilayah Cekoslovakia masa perang dunia dua dikuasai oleh pasukan Nazi Jerman. Berkat terpeliharanya bangunan dan monumen sejarah dengan baik, maka tour ini bisa terlaksana dengan baik.

DSC03172
Pilihan berbagai tour tematik di Praha

Kami tiba di kantor Discover prague tour menanti rombongan yang lain. Kali ini yang menjadi tour guide kami bukan warga Ceko asli, namun orang Amerika yang memutuskan meninggalkan segalanya di negeri Paman Sam dan memulai hidup baru nya di Ceko. Meskipun bukan warga asli, namun tour guide ini sangat memahami kisah-kisah perang dunia dan komunis di Ceko.

DSC03173
Memulai tour di Old Town Square dengan menjelaskan tentang Cekoslovakia yang dulunya terbagi menjadi dua wilayah : Bohemia dan Moravia

Berbeda dengan Joshua tour guide kami di free walking tour, tour guide kami kali ini mebawa file berisi peta dan foto-foto agar kami bisa lebih jelas menyaksikan masa-masa kelam teror Nazi di kota Praha. 50 tahun lamanya kota Praha dijajah oleh pasukan Nazi Jerman. Entah sudah berapa ratus atau ribuan korban warga Yahudi yang dibunuh tentara Nazi. Satu-satunya area pemukiman warga Yahudi yang tidak dihancurkan Hittler adalah Jewish Quarter yang terletak tidak jauh dari Old Town Square.

Salah satu highlight dari tour ini adalah ketika kami diajak ke museum nasional Heydrichiady. Museum ini dibangun untuk mengenang para pahlawan Ceko yang tewas dalam peristiwa pembunuhan Reinhard Heydrich, salah satu jajaran pemimpin tertinggi tentara Nazi dan arsitek peristiwa Holocaust, pembantaian besar-besaran terhadap masyarakat Yahudi di Eropa.

Tentara-tentara penerjun payung Cekoslovakia saat itu dikirim untuk melakukan pembunuhan terhadap Heydrich dalam operasi Anthropoid. Operasi ini bisa dibilang berhasil karena Heydrich tewas akibat serangan. Namun tentara Nazi SS melakukan perlawan dengan menembaki tim operasi Anthropoid ini, sampai mereka terdesak masuk ke ruang bawah tanah gereja orthodox St Cyril & Methodius. Karena tidak menemukan jalan keluar lagi, tentara-tentara ini akhirnya memutuskan untuk bunuh diri.

DSC03196
Di depan museum nasional Heydrichiady
DSC06261
Si anak kecil yang asik ngobrol dengan tour guide

Tempat berikutnya yang saya kami datangi adalah Wencelas Square di mana banyak terjadi demonstrasi melawan pemerintah komunis totalitarian. Kalau di Indonesia titik demonstrasi nya adalah Bunderan HI, maka di Prague titiknya adalah Wencelas Square.

 

Sebenarnya ada juga Museum Komunis di Prague, namun sayangnya kami tidak dibawa sampai ke sana. Museum ini didirikan tahun 2001 dan menjadi museum pertama dan satu-satunya di Praha yang didekasikan untuk menyimpan segala macam benda peninggalan dan cerita pada masa pemerintahan Soviet. Untuk sekedar mengintip saja, silakan diklik di sini, siapa tau ada yang tertarik ingin datang ke museum ini 🙂

 

Hmmm, belajar dari perjalanan tour ini ada hikmah yang saya ambil bahwa seharusnya kita tidak perlu takut karena kejadian-kejadian kelam di masa lalu sampai harus menghilangkan segala rekam jejaknya. Trauma masa lalu itu bukanlah harus dihindari, tapi justru dihadapi dengan lebih berani dan menjadi pelajaran untuk masa depan.

Praha sudah mengalami berkali-kali pergantian rezim pemerintahan, dari kerajaan, komunis totalitarian di bawa Nazi, kemudian jatuh ke tangan Soviet hingga terjadinya revolusi velvet tanda berakhirnya masa komunis dan sekarang beralih menjadi negara republik demokratis. Namun jejak-jejak masa lalu tidak serta merta dihapuskan, malah dijadikan pelajaran untuk generasi selanjutnya, sekaligus jualan wisata sejarah. Akhirnya, komunisme itu adalah sebuah ideologi yang tidak akan bisa hilang, namun sulit untuk bangkit lagi di era persaingan ekonomi seperti sekarang ini. Jadi, tak perlu takut komunis seperti saya di masa lalu yaa 😀

Happy plesiran ! 🙂

 

 

 

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s