Walking tour GRATIS dan spot-spot cantik di Praha, Republik Ceko

‘Royal free walking tour,’ begitu tulisan yang tertera di sebuah website yang menawarkan jasa tour di Praha. Melihat kata ‘FREE !!’, tentu saja mata saya langsung berbinar-binar. Kapan lagi bisa tour gratis, di Eropa pula ? :D. Langsung saja saya masukkan walking tour gratis ini ke dalam itinerary.

Saya mulai menelusuri ke mana saja rute walking tour ini melalui website discover prague tour, penyelenggara tour gratis ini. Sebenarnya tidak serta merta gratis, sih, karena kita perlu memberikan tip untuk tour guide. Tip yang diberikan seikhlasnya saja. Kalau tahan malu, ya gak perlu kasih tip. Tapi jangan dilakukan ya karena kita membawa nama baik bangsa dan negara di negeri orang. Merdeka ! 😀

Meeting point tour ini persis di jantung old town square, sekitar jalan Celetna. Celetna adalah nama jalan di old town, pusat kota Praha yang menjadi atraksi wisata bersejarah, a must-visit kalau lagi di Praha. Rute tour nya sebenarnya hanya memutari old town square sambil mendengarkan cerita tour guide tentang kota praha dan sejarah singkat Republik Ceko sekitar 2,5 jam jalan kaki. Cukup membuat gempor jika tidak terbiasa jalan. Apalagi selain ikut free walking tour ini, kami juga ikut world war II & communism tour. Jadi totalnya 5 jam jalan kaki mengelilingi spot-spot unik dan bersejarah kota Praha. Gak kuat jalan kaki 5 jam ? Masa kalah sama Zola yang usianya 8 tahun 🙂

Memasuki old town square, kami menuju jalan celetna 12. Di sekitar situ, banyak sekali tour guide dari berbagai operator tour yang menawarkan jasa tour dengan macam-macam tema, dari tour gratis sampai yang berbayar. Dari tour tentang sejarah sampai tour icip-icip beer. Untuk menandakan keberadaan para tour guide ini sangat mudah. Biasanya mereka memakai payung warna-warni berlogo institusi travel agent tempat mereka bekerja serta mengalungkan name tag di leher.

Saya lantas saja mendatangi seorang tour guide berpayung kuning yang sedang berdiri seorang diri. Kesan pertama saya, orang ini antara cool, cuek dan sombong. Tanpa berbasa-basi, ia langsung saja menunjukkan letak kantor nya yang tidak jauh dari tempatnya berdiri agar kami mendaftar dan membayar dulu sebelum ikut world war II & communism tour. Sementara untuk free walking tour nya bisa langsung gabung bersamanya lima menit sebelum keberangkatan. Mau reservasi online ataupun walk-in tidak berpengaruh terhadap harga. Ternyata, meskipun awalnya memang terkesan sombong, namun setelah ikut rombongannya dan melihat caranya menerangkan, orangnya cukup lucu dan sangat menghibur. Jangan tertipu dengan kesan pertama !

Inilah berbagai pilihan tour yang tersedia di salah satu kantor jasa tour kota ini. Harga tour tematik berkisar sekitar 100 – 200 ribu rupiah per orang. Namun menurut saya dengan harga segitu sangat worth it ! Kalau malas mengambil tour berbayar, jangan lewatkan free walking tour. Tour guide akan membawa kita ke tempat-tempat cantik dan punya banyak cerita yang belum tentu bisa kita capai karena tidak tahu dan tidak familiar.

Salah satu tour yang juga populer di Praha adalah Beer Tours. Ngomong-ngomong soal beer, Ceko memang salah satu negara produsen beer terbesar. Mereka bahkan meng-klaim bahwa beer nya adalah beer terbaik di dunia. Pssst, jangan sampai didengar orang Jerman, mereka bisa protes nanti ! 🙂 Itulah kenapa operator tour sampai mempersiapkan tour khusus beer. Tour ini membawa turis-turis ke bar-bar dan kafe yang memiliki beer terbaik di Ceko.

Old Town Square

DSC02994
Starting point di Old Town Square, Praha
DSC03000
Old Town Square, Praha
praha-4
Monumen Jan Hus di Old Town Square, Praha (Sumber foto : http://www.prague.eu)
Free walking tour dimulai dari tengah-tengah old town square di mana monumen Jan Hus berdiri. Sebelah kiri di foto pertama atas adalah monumen Jan Hus. Saya perjelas lagi di foto ketiga di atas. Jan Hus merupakan seorang tokoh reformasi filosofi dan agama di Ceko. Ia dihukum dengan dibakar hidup-hidup karena memberontak doktrin gereja katolik Roma. Menurutnya, saat itu kerajaan Bohemia (sekarang Republik Ceko) terlalu dikuasai dan dikontrol oleh gereja Vatikan. Jan Hus adalah simbol reformasi dan kelahiran ajaran Hussite yang memberontak dari dogma Katolik. Seratus tahun setelah kematiannya, 90% penduduk di Ceko memeluk agaman Hussite. Namun kini kenyataannya, mayoritas warga Ceko memilih menjadi Atheis dan Agnostik.

Free walking tour
Free walking tour

DSC06232
Free walking tour – Astronomical Clock, icon kota Praha
Masih terletak di Old Town Square, icon yang tak boleh lupa dilihat dan diabadikan dengan kamera, selain monumen Jan Hus, yakni gereja our Lady Before Tyn dan Astronomical Clock, icon terkenal di Praha. Letak ketiganya sangat berdekatan. Tour guide kami sengaja mendekatkan kami persis di depan jam tertua ini dan bercerita sejarah dan juga fungsinya. Jam ini dibuat tahun 1400an oleh seorang pembuat jam, Mikulas of Kadan dan Jan Sindel. Sampai sekarang astronomical clock ini masih berfungsi dengan baik, namun sempat mengalami kerusakan parah berkali-kali, salah satunya ketika masa peperangan.

Sejujurnya saya tidak mengerti cara membaca jam itu karena berbeda sekali dengan jam analog yang biasa kita gunakan sehari-hari. Ada dua lingkaran terpisah dengan tiga komponen dalam jam tua ini : astronomical dial (lingkaran atas) yang menunjukkan posisi matahari dan bulan di langit, serta macam-macam penjelasan tentang astronomi ; the walk of Apostles (lingkaran bagian bawah), seperti jam analog yang ditunjukkan oleh figur-figur patung yang bergerak. Patung-patung ini memiliki simbol dan makna-makna tersendiri, seperti misalnya makna kematian ; calendar dial (lingkaran atas) dengan simbol medali yang merepresentasikan bulan-bulan dalam tahun.

Jewish Quarter

This slideshow requires JavaScript.

Tidak jauh berjalan dari Old Town Square, kami diajak mengunjungi pemukiman warga Yahudi. Satu-satunya pemukiman yang tidak dihancurkan Hittler pada masa pembantaian Yahudi. Berabad-abad lalu kaum Yahudi dibantai dan tidak diizinkan tinggal di manapun di Praha kecuali di lokasi ini, mungkin untuk memudahkan pemerintah Nazi saat itu untuk mendata dan mengeksekusi warga Yahudi. Ada beberapa icon bersejarah di lokasi ini, misalnya Old and New Synagogue dan pemakaman warga Yahudi. Pemakaman yang sangat sempit dan tidak sebanding dengan jumlah warga Yahudi di situ. Jadilah jasad mereka ditumpuk-tumpuk dan ini sudah berlangsung sangat lama. Warga sudah meminta pemerintah untuk menambah luas pemakaman ini, namun sampai saat ini konon belum dikabulkan.

Warga Yahudi di pemukiman ini juga memiliki penunjuk waktu dengan simbol berbeda. Mungkin sama saja dengan jam analog angka latin yang biasa kita gunakan, bedanya yang ini menggunakan bahasa ibrani.

DSC06244
Jam nya warga di pemukiman Yahudi, Praha
Czech Philharmonic

Rudolfinum / Czech Philharmonic
Rudolfinum / Czech Philharmonic
Gedung di foto atas adalah sebuah cultural center yang di dalamnya terdapat concert hall dan galeri seni. Berbagai pertunjukkan musik dan pameran kesenian berlangsung di sini. Gedung ini dibuat sebagai penghargaan untuk para artist dan musisi asal Ceko. Ada satu patung yang diletakkan di luar gedung ini. Patung itu adalah composer Antonin Dvorak. Kenapa patung itu ada di luar ? Jadi, sewaktu gedung ini sedang dibangun sampai selesai, Antonin Dvorak masih hidup. Jika seseorang masih hidup, tidak layak kalau patungnya sudah diletakkan di dalam gedung. Makanya dia cukup dikasih tempat di luar saja.

58E44D89-6975-4A9D-A9BF-F1D8CEF96913
Patung Antonin Dvorak, di depan Czech Philharmonic
Jalan Parizska

Lokasi selanjutnya yang dijelajahi adalah tempat belanja di jalan Parizska. Tentu saja kami hanya numpang lewat, cukup tau saja. Haha. Jalan ini cukup terkenal di Praha. Diberi nama Parizska, memang berasal dari kata Paris. Karena di jalan inilah banyak bertebaran di kanan kiri butik-butik terkenal asal Paris. Seolah-olah mini Champs Elysee nya Paris. Merk-merk mahal dan terkenal dari Prada, Rolex, Boucheron, sampai Louis Vuitton ada di sini. Kalau bingung mau buang uang di mana, bolehlah menghabiskannya di sini 😀

Charles Bridge

Icon ini juga tidak kalah menariknya, Charles Bridge. Cantiiiik sekali pemandangan dari seberang sini. Sayangnya kami tidak menyebrang, hanya cukup memandangi. Di tempat ini tour guide kami juga bercerita kalau pahlawan sebenarnya untuk rakyat Ceko adalah The Rolling Stones. Kenapa ? Karena waktu Ceko baru lepas dari pemerintahan komunis dan ingin membangun kota Praha, The Rolling Stones sempat manggung di kota ini dan setelah itu mereka menyumbang dana cukup besar demi keberlangsungan pembangunan di Praha. “Mungkin bisa dibilang kalau jasa The Rolling Stones lebih diingat daripada jasa para pahlawan lain di Praha,” ujar si tour guide berkelakar.

IMG_8873
Dari seberang Charles Bridge
DSC03047
Cerita tentang Charles Bridge dan The Rolling Stones 😀
Dari seberang jembatan sini bisa terlihat Prague Castle yang tak kalah cantiknya, salah satu spot wajib juga untuk dikunjungi. Charles bridge ini memang penghubung utama dan terpenting Prague Castle dengan Old Town. Rencananya saya juga akan mengambil paket Prague Castle tour juga untuk melengkapi tour sejarah kami ini, tapi waktu tidak memungkinkan :(.

Jembatan yang dibangun sekitar tahun 1300 oleh Raja Charles IV menjadi saksi bisu dari segala macam peristiwa di Praha. Dulunya jembatan ini lebih dikenal dengan sebutan Stone Bridge atau Prague Bridge sebelum akhirnya namanya menjadi Charles Bridge.

2,5 jam jalan kaki tanpa istirahat ? 

Tentu tidak. Kami berhenti dulu sejenak sambil minum kopi dan makan camilan yang dibeli dari sebuah kafe di dekat situ, diselingi ngobrol di antara group tour. Meskipun rasanya sudah gempor, namun saya perhatikan dari peserta group tour ini, tidak ada satupun peserta yang duduk, padahal di situ ada kursi panjang. Saya pun akhirnya urung untuk duduk karena gengsi melihat yang lain tidak duduk. Haha. Hanya Zola yang duduk di kursi panjang.

Selain spot-spot di atas, masih ada beberapa lagi tempat-tempat yang kami kunjungi dengan segala cerita di baliknya. Ada juga urban legend dan cerita hantu dari Praha. Hiiiiiih. Beberapa tempat yang saya ceritakan di atas ini adalah sebagian tempat paling catchy yang saya ingat lagi nama dan ceritanya. Dari tour ini kami jadi banyak tau dan merasa lebih dekat dengan Praha, khususnya menjadi pengetahuan buat Zola yang memang suka sekali sejarah dan dongeng-dongeng dari suatu tempat. Patut dicoba !

Happy plesiran ! 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s