Dari Barat ke Timur, eksplorasi keindahan Nusa Penida, Bali (part 2)

Eskplorasi kami di Nusa Penida bagian barat sudah saya ceritakan diΒ sini. Di bagian kedua ini kami lanjutkan plesiran keluarga kami di Nusa Penida bagian Timur, bagian yang tidak kalah cantiknya dengan bagian Barat. Bedanya, kalau bagian Barat lebih dekat dengan laut, di Timur adalah pegunungan tebing yang tinggi sekali dengan pemandangan laut dari jarak jauh.

Menjelajah Nusa Penida Timur

Jalan menuju ke bagian Timur ini juga tak kalah serunya, cukup memakan waktu lama dan ajrut-ajrutan. Jangan harap bisa tidur nyenyak karena sebentar-sebentar kepala terantuk-antuk pintu atau jok mobil. Pastikan handphone menyimpan koleksi musik yang banyak, karena kalau tidak bersiaplah mendengarkan musik berulang yang itu-itu saja dari tape mobil sewaan :D. Seperti kami yang selalu terngiang dengan hymne Nusa Penida dari mobil Bli Parta. Karena memang tidak ada lagi koleksi musik di mobil. Untuk yang bawa anak kecil seperti kami, hiburan dari gadget yang tidak selalu mengandalkan internet pastinya harus tersedia. Semua itu untuk menghindari mati gaya di perjalanan.

Wisata Kuliner

Saya lupa banget dengan nama rumah makan yang sempat kami singgahi ini. Tapi tidak akan lupa rasa makanannya yang super nyummmyy :D. Letaknya di perbukitan menuju ke Timur. Saya sudah berpikir keras tapi tidak ketemu juga nama restorannya πŸ˜€

Makanan di sini memang tidak berbeda dengan makanan khas Bali, ikan nyat-nyat, kangkung plecing dan sate gurita. Yang terakhir ini bisa dibilang menu istimewa karena selama kami di Bali baru di sini menemukan menu ini. Ikan nyat-nyat kaya bumbu dan pedas. Ikan digoreng sebelum disiram dengan campuran bumbu-bumbu termasuk bumbu wangen khas bali yang sudah diulek lengkap dengan cabai nya. Kemudian ikan bersama bumbu dimasak kembali hingga airnya meresap sampai susut. Karena itulah dinamakan nyat-nyat karena artinya susut. Sementara sate gurita dibuat dengan bumbu pedas juga dicampur kecap. Untuk Zola, saya pesankan menu ikan goreng tanpa bumbu. Cukup dengan kecap manis, Zola pun asyik menyantap ikan segar sambil melihat laut lepas.

Raja lima

Masih punya impian pergi ke Raja Ampat ? Tidak perlu jauh-jauh dan mahal, karena di Nusa Penida pun ada view yang mirip seperti Raja Ampat. Saya tidak tahu apakah karena mirip Raja Ampat lalu dinamai Raja Lima. Mungkin saja ya :).

This slideshow requires JavaScript.

Untuk bisa menikmati keindahan Raja Lima dari atas tebing, harus rela turun lewat jalan setapak. Saya tidak sempat mengukur jalan, tapi yang pasti perjalanan jalan kaki menuju atas Raja Lima baik-baik saja, namun begitu kembali ke tempat semula di mana mobil terparkir membuat tubuh ini cukup gempor dan ngos-ngosan. Mungkin perjalanan sekitar 1-2 km jalan kaki dengan jalan menanjak.

Dari atas tebing kita bisa menikmati pemandangan hamparan tebing-tebing karang tinggi dengan pasir putih di kaki-kakinya. Saya sangat tergoda ingin berenang atau menyelam di dekat situ. Tapi pantai-pantai di bagian Timur ini memang tidak bisa diselami karena kondisinya yang berkarang dan lebih berbahaya.

Jalanan sudah diantisipasi warga lokal dengan memasang tonggak bambu dan tali sebagai pegangan supaya lebih aman. Tapi tetap saja harus berhati-hati. Atas usaha warga lokal yang membuat spot indah ini lebih memungkinkan didatangi, maka untuk masuk kawasan ini, satu orang dikenakan biaya sekitar 10 ribu rupiah.

Saya cukup takjub dengan Zola. Dia memimpin jalan di depan disusul saya dan pak suami, padahal tidak ada orang lagi di depannya. Cukup kuat dan berani untuk anak 8 tahun. I am a proud mom ! πŸ™‚

img_1492
Zola memimpin jalan di depan

Lelah tidak bisa dihindari kalau ingin sampai ke sini. Namun sesampainya di tujuan, kita bisa leyeh-leyeh di rumah pohon dan bale-bale yang sudah dibangun oleh warga lokal dan menambah kecantikan tempat ini. Dibangun juga pelinggihan (tempat pemujaan) di sini. Oiya, selain Raja Lima, spot cantik ini juga dinamakan pulau seribu oleh penduduk.

Pantai Atuh

Sayang sekali, kami tidak sempat mampir ke pantai ini, padahal pantai ini tidak kalah indahnya dengan pantai-pantai di Nusa Penida Barat. Lokasi pantai ini masih satu wilayah dengan Raja Lima, namun memang pantai Atuh letaknya di bawah berbatasan langsung dengan laut, sementara Raja Lima ada di atas tebing.

1-6
Pantai Atuh (sumber foto : http://www.nusapenidatravels.com)

Pura Giri Putri

Ini salah satu destinasi yang membuat saya ingin sekali eksplorasi ke bagian Timur Nusa Penida. Pura sakral yang terletak di dalam Goa. Saya penasaran ingin masuk ke dalamnya ketika melihat foto-foto dari google.

Goa Giri Putri terletak di atas bukit. Pengunjung harus menaiki puluhan anak tangga yang cukup tinggi. Cukup membuat tubuh berkeringat. Syarat masuk ke Goa harus berpakaian sopan, tidak boleh bercelana pendek dan berbusana tanpa lengan. Kami pun memakai kain yang dipinjamkan dari warung untuk menutupi kaki. Tidak dipungut biaya untuk masuk ke sini, hanya sumbangan sukarela seikhlasnya.

Lubang masuk Goa sempit sekali. Berukuran sekitar 80 cm persegi membuat pengunjung harus jalan sambil berjongkok agar kepala tidak terbentur. Namun begitu sudah masuk ke dalamnya, goa Giri Putri luas sekali.

Perjalanan pendek dari pintu masuk menuju pura cukup terasa mistis. Penerangan remang-remang seadanya, sayup-sayup terdengar doa umat Hindu yang sedang bersembahyang dan kelelawar bergelantungan di langit-langit goa menambah kesan mistis tempat ini.

Pura ini memang salah satu pura yang sering dikunjungi umat Hindu di Bali, juga didatangi turis-turis dari dalam maupun luar negeri. Banyak pelinggihan (tempat pemujaan) dibangun di setiap sisi Goa. Uniknya, di pura ini ada sentuhan budaya Cina yang justru kental dengan agama Budha nya. Terlihat dari lampion-lampion merah yang tergantung dan desain altar yang didominasi warna merah. Tidak terlewat juga, patung Dewi Kwan Im di altar sebagai lambang kemakmuran dan kesejahteraan.

 

Hari sudah jelang malam, kami sudah keluar penginapan sejak pagi hari. Nusa Penida hanya pulau kecil, bukan pulau sebesar Bali. Namun perjalanan dari Barat ke Timur ini butuh waktu dua hari dan rasanya jauh sekali. Mungkin karena faktor jalan yang tidak mulus dan menanjak menjadikan perjalanan ini rasa petualangan :D. Yuk ke Nusa Penida !

Happy plesiran ! πŸ™‚

Advertisements

7 Comments Add yours

  1. boleh minta kontak bli parta nya mba? Trimakasih

    Like

    1. Sheika Rauf says:

      Silakan via email saja ya πŸ™‚

      Like

  2. rara says:

    bs mnta nmrnya bli parta mbk??

    Like

  3. prima says:

    Bolehkah saya meminta contact bli patra? terima kasih
    boleh jika di kirimkan ke emial saya rahmatamaldaprima@gmail.com.. matur nuwun

    Like

  4. SusiZainal says:

    Reviewnya bagus sekali.. boleh minta no telp bli Patra ? kalau bisa tolong di email ke bakingfun.sz@gmail.com Terima kasih.

    Like

  5. delima259lima says:

    Boleh diemail no telp Bli Patra mbak? Email saya delima259@gmail.com
    Thanks banget, and blog mbak keren.

    Like

  6. Rio Ardian says:

    Boleh diemail no telp Bli Patra mbak? Email saya rio.ardian@gmail.com
    Thanks banget infonya mbak

    Rio.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s