Dari Barat ke Timur, eksplorasi keindahan Nusa Penida, Bali (part 1)

Nusa Penida tidak ada dalam itinerary saya sampai akhirnya seorang teman bilang, “jangan lupa mampir ke Nusa Penida ! Keren banget !” Hmmm, benar juga. Setelah browsing tentang Nusa Penida, pulau ini memang menarik untuk dikunjungi. Pulau cantik, jarang sekali wisatawan, dan masih banyak lahan luas. Tapi jangan salah kira, meskipun tanahnya luas, tanah-tanah di Nusa Penida sudah dipatoki para pengusaha properti. Yaa apalagi kalau bukan nantinya akan dibangun hotel, resort, restoran, dan sarana wisata lainnya.

Setidaknya saat kami ke Nusa Penida, suasanya masih seperti Bali 20 tahun lalu. Katanya. Sebenarnya saya juga tidak tau seperti apa Bali 20 tahun lalu. Haha. Intinya pulau cantik ini masih sangat sepi, masih banyak pantai dan tempat-tempat indah yang masih sulit untuk dijamah.

Lalu apakah Nusa Penida aman dan nyaman didatangi bersama anak ? Tentu saja, tergantung tipe traveler seperti apakah kita ? :D. Dari hasil pencarian, untuk mencapai ke sini bisa melewati tiga pintu, dermaga Sanur, pelabuhan Padang Bai dan pelabuhan Benoa. Moda transportasi nya pun ada bermacam-macam : kapal roro yang mampu mengangkut mobil dan motor berangkat dari Padang Bai, kapal ferry/fast boat berangkat dari Sanur, cruise berangkat dari Benoa dan perahu jukung (perahu tradisional). Kalau mau yang paling murah dan ingin sekali menambah petualangan bisa pilih perahu jukung. Kalau mau sekalian bawa kendaraan dari Bali, bisa pilih kapal roro. Kalau mau yang mewah, nyaman sekaligus menyediakan hiburan, pilihlah cruise. Tentu saja harganya pun lebih mahal sesuai dengan fasilitasnya. Kalau kami bertiga cukup memilih kapal ferry. Selain lebih cepat, harga terjangkau, dermaga sanur juga lebih mudah dijangkau.

Berangkatlah kami bertiga naik fast boat Maruti Express. Kenapa saya pilih Maruti ? Kebetulan saya baca review baik tentang kapal ini. Bukan berarti yang lain tidak baik, tapi saya gak nemu review nya aja :D. Soal harga semua operator fast boat sama. Harga lokal 150 ribu pp. Saya gak tau apakah orang lokal Bali bisa dapat harga lebih murah lagi dari ini. Kalau wisatawan bule tentu saja harganya bisa dua kali lipat. Fast boat ini melayani tiga kali penyebrangan pergi dari sanur – nusa penida dalam sehari, pukul 8.30, pukul 10.00 dan pukul 16.00. Tidak perlu melakukan reservasi sebelumnya, pun tidak perlu lewat agen/calo. Langsung saja datang ke pantai sanur di mana berjejer loket-loket yang menawarkan tiket fast boat ke Nusa Penida, Nusa lembongan sampai ke Gili Trawangan.

img_1345
Loket Maruti Express
img_1344
Tenda tempat menunggu ferry
img_1347
Ferry yang akan berangkat. Tidak ada jembatan. Jadi relakan kaki nyemplung ke air hingga setengah paha
img_1352
Dari ruang tunggu menuju ferry harus lewat bebatuan ini. Ada sih tangga, tapi harus memutar lagi
img_1357
Sandal dikumpulkan di keranjang. Naik ke kapal harus nyeker.
img_1359
Di dalam ferry dari sanur menuju Nusa Penida

Untuk Anda yang punya bayi, batita atau balita tapi ingin sekali ke Nusa Penida, hindari memilih sarana angkutan ferry/fast boat ini, kecuali siap dengan segala keribetannya. Hindari juga bawa koper segede gaban. Gunakan saja tas ransel (backpack), lebih praktis. Bersyukur pak suami memiliki sepupu di Bali, jadi koper gaban kami bisa dititip dulu sementara. Kami hanya membawa pakaian dan perlengkapan secukupnya untuk 3 hari 2 malam.

Menjelajah Nusa Penida Barat

Nusa Penida terletak di sebelah tenggara pulau Bali, masih termasuk kabupaten Klungkung. Untuk orang lokal, Nusa Penida dikenal sebagai pulau yang sakral dan menjadi tujuan ziarah. Sewaktu kami bersiap menyebrang pun, banyak warga Bali menggunakan pakaian putih-putih (laki-laki dengan kemeja safari putih dan perempuan berkebaya putih) lengkap dengan udel (ikat kepala), dan bawahan kamen, saput dan umpal (selendang pengikat kain). Pakaian yang biasa digunakan untuk upacara.

Di sini terdapat tiga pura penting : Pura Dalem Ped, Pura Puncak Mundi, dan Pura Goa Giriputri yang terkenal sebagai salah satu destinasi wisata. Pulau Nusa Penida terkenal dengan cerita ilmu hitamnya. Karena itulah Nusa Penida dikenal juga sebagai black magic island. Menurut mitos, dulu di sini bergentayangan setan dan ruh jahat, satu yang paling menakutkan adalah I Macalling, penyebar wabah penyakit. Imam/Pemuka agama, atau dikenal dengan sebutan Penida, dari dinasti kerajaan Gelgel di Pulau Bali kemudian dikirim untuk mengusir I Macalling. Pertempuran antara ruh jahat dan kebaikan inilah yang melatarbelakangi nama pulau Nusa Penida.

Sesampainya di Nusa Penida, kami langsung mengeksplor pulau ini. Transportasi umum di sini sama sekali tidak tersedia. Namun di setiap dermaga, banyak yang menawarkan jasa sewa motor dan mobil dengan atau tanpa supir. Karena sudah menyarter mobil beberapa hari sebelum tiba, Bli Parta Paresa, supir selama di Nusa Penida, sudah menjemput di dermaga Toyapakeh. Beruntungnya kami, Bli Parta bisa merangkap sebagai tour guide. Orangnya sangat baik dan menyenangkan diajak ngobrol, juga berwawasan luas. Zola pun sempat merekam wawancara dia dengan Bli Parta tentang banyak hal. Beliau juga bisa menyediakan homestay dengan harga bersahabat. Sayangnya kami sudah terlanjur reservasi satu kamar di Penida Dive Resort. Saya akan senang hati berbagi nomer kontak beliau bagi yang membutuhkan driver dan tour guide di Nusa Penida.

Siap-siap perut dikocok karena kondisi jalan di pulau ini yang sangat hancur. Tidak direkomendasikan mengemudi kendaraan sendiri di sini kalau bukan petualang sejati, karena kondisi jalan yang rusak parah sampai sinyal handphone yang byar pet sulit untuk menggunakan google map atau waze.

  • Pasih Uwug (Broken beach)

Sesuai dengan namanya, pantai ini memang sebuah pantai yang rusak. Air laut yang terperangkap di tengah-tengah tebing ini membuatnya seolah-olah mirip seperti sebuah kolam raksasa. Tebing yang bolong juga menambah keunikan tempat ini.

Konon katanya, di atas lubang yang pecah ini terdapat sebuah kampung yang ditinggali beberapa keluarga petani. Sebuah peristiwa berdarahnya akar pohon akibat terkena parang seorang petani membuat warga heboh dan berbondong-bondong mencabut akar, kemudian dimasak dan dimakan. Kutukan datang ketika seorang pak tua datang mengklaim bahwa warga di situ telah mencuri sapi nya yang hilang. Karena tidak ada yang mengaku, si pak tua menancapkan lidi dan berkata bahwa bagi siapapun yang bisa mencabut lidi itu, berarti ia telah berkata jujur. Akhirnya, tidak ada satupun warga yang bisa mencabut lidi kecuali pak tua sendiri. Ketika lidi berhasil dicabut, air keluar dengan sangat cepat dari tanah bekas lidi menancap, air lautpun bergejolak keras sehingga menghancurkan daratan dan rumah penduduk, lubang besar pun timbul dan rumah yang ada di sekitar lubang tempat lidi tertancap hilang seketika. Pak tua pun hilang tanpa bekas beserta semua penduduk pasih uwug.

  • Angel’s Billabong
dsc05575
Welcome to Angel’s Billabong !

Air jernih yang terjebak di antara karang adalah sisa-sisa dari ombak laut. Terbentuklah menyerupai sebuah kolam alami, mirip sungai tanpa arus. Tak pelak, setiap orang yang datang ke sini tergoda untuk berenang. Sayangnya kami tidak siap dengan baju renang dan baju ganti. Konon, nama Angel’s Billabong diberikan oleh seorang warga asing yang memiliki sebuah homestay di sini. Billabong sendiri memiliki makna danau atau kolam yang buntu.

Di ujung kolam langsung berbatasan dengan laut lepas. Tetap waspada jika ingin sampai di ujung karena ombak tinggi bisa datang kapanpun. Saat kami datang air laut sedang surut dan bersahabat. Hanya ombak-ombak kecil menari-nari di bawah kaki saya. Saya tidak tahu apa yang membuat saya berani duduk di ujung sana. Dorongan melihat laut lepas lebih jelas, mungkin begitu. Lain kali kalau datang lagi, sepertinya saya tidak akan mengulangi duduk di ujung situ lagi.

Untuk turun ke sini dibutuhkan perjuangan berarti. Harus hati-hati ! Karena tebing cukup terjal. Kalau tidak yakin, sebaiknya tidak usah turun. Ketika turun dan naik,  Zola dibantu Bli Parta bahkan sampai digendong. Alhamdulillah kami bertiga bisa sampai di bawah sini dan kembali lagi ke atas dengan selamat.

  • Karang Dawa (Klingking Secret Point)
Klingking Secret Point
Klingking Secret Point
Klingking Secret Point
Klingking Secret Point
Klingking Secret Point
Klingking Secret Point

Bli Parta tiba-tiba menghentikan mobilnya dan mempersilakan kami turun. “Ada spot foto yang sangat cantik,” katanya. Benar saja dari atas sini pemandangannya bukit hijau langsung berbatasan dengan laut yang indah sekali. Bentuk ujung bukit menyerupai kepala dinosaurus. Inilah yang dimaksud spot foto cantik oleh Bli Parta. Sampai-sampai di sini disediakan tangga bagi mereka yang mau berfoto di atas dahan pohon. Hasil fotonya memang luar biasa, tanpa filter sekalipun.

  • Pura Paluang (car temple)
dsc01552
Car Temple

Tidak jauh dari karang dewa, terdapat pura paluang, pura dengan pelinggih (tempat duduk Dewa) berupa mobil, mobil vw beatle dan mobil Jimmy. Konon katanya, dahulu ada seorang warga Karang Dawa ingin membuka lahan perkebunan di tempat itu. Namun ia melihat sebongkah batu karang besar yang dianggap mengganggu dan kemudian memindahkannya ke lain tempat. Namun, setelah berkali-kali dipindahkan, batu itu selalu kembali ke tempat semula. Sampai suatu ketika ia mendapat wangsit untuk mendirikan pelinggih di sana. Seorang yang yang melinggih di tempat ini, Ratu Gede Sakti Hyang Mami meminta dibuatkan pelinggih mobil karena beliau di alam gaib memiliki kendaraan berupa mobil. Mobil Jimmy akhirnya dibuat sebagai pelinggih dari Ratu Gede Sakti Hyang Mami dan mobil VW adalah mobil pengikut.

Tidak ada yang tahu tahun persis kejadian itu. Namun katanya, pelinggih mobil ini sudah ada sejak zaman kakek-nenek moyang mereka di saat tidak ada satupun orang di sana pernah melihat mobil. Pada waktu-waktu tertentu di malam hari, sering terdengar suara klakson dari dalam pura ini, padahal tidak ada satupun mobil betulan yang terparkir. Orang lokal meyakini bahwa itu adalah Ratu Gede Sakti Hyang Mami yang sedang mengendari mobilnya.

  • Snorkeling trip
img_1469
Berangkat snorkeling dari Crystal Bay

Ada lima spot snorkeling yang terkenal di Nusa Penida : Manta Bay, Gamat Bay, Budha temple, Toyapakeh point dan Crystal Bay. Bli Parta mengantarkan kami langsung menuju ke Crystal Bay untuk memulai Snorkeling. Di sana memang ada operator khusus snorkeling yang bisa menyewakan alat snorkeling, perahu beserta pemandu.

Kami memilih dua spot snorkeling seharga Rp 150.000/orang dewasa dan Rp 100.000/anak. Sementara untuk lima spot seharga Rp 350.000/orang dewasa dan Rp 300.000/anak. Lebih untung snorkeling di lima spot sebenarnya. Namun karena keterbatasan waktu kami hanya memilih snorkeling di Manta Bay untuk melihat the giant fish, manta ray, dan indahnya batu-batu coral di Crystal bay. Semua spot-spot snorkeling memiliki kekhasannya masing-masing.

Itulah spot-spot cantik di Nusa Penida bagian barat yang sudah kami jejaki. Selanjutnya Bli Parta mengajak kami menjelajah Nusa Penida bagian Timur.

Baca juga : Dari Barat ke Timur, eksplorasi keindahan Nusa Penida, Bali (part 2)

Selamat melanjutkan membaca yaa.

Happy plesiran ! 🙂

 

 

 

 

 

Advertisements

10 Comments Add yours

  1. Sian says:

    Salam kenal mbak Sheika….bagus foto2nya dan ceritanya😊 boleh saya dibagikan no kontak driver yang baik itu, terimakasih sebelumnya.

    Like

    1. Sheika Rauf says:

      Halooo salam kenal. Boleh lewat japri email aja di sheika.rauf@yahoo.fr yaa. Soalnya itu nomer telp pribadi. Gak apa yaa 🙂

      Like

  2. lita says:

    salam kenal mbak sheika. info tripnya ke penida keren banget buat saya pengen kesana koq!

    Like

    1. Sheika Rauf says:

      Terima kasih sudah berkunjung & membaca mba. Salam kenal 🙂

      Like

  3. Halo salam kenal, baru membaca cerita perjalanannya ke Nusa penida. Menarik sekali. July saya berniat ke Bali dan jadi tertarik mengunjungi Nusa Penida. Apakah boleh meminta no tlp Bapak Parta? kedengarannya driver nya sabar dan tahu banyak tempat. Terima kasih sebelumnya.

    Like

    1. Sheika Rauf says:

      Haloo mba. Terima kasih yaa sudah membaca. Sila ke email aja yaa mba di plesirankeluarga@gmail.com. 🙂

      Like

  4. Rahma says:

    hai mba, mau tanya saya rencananya akan membawa balita 3tahun ke penida, hanya half day tour saja sih, kalau naik fast boat ribet, lebih baik naik apa ya?

    Like

    1. Sheika Rauf says:

      Pake cruise paling nyaman mba, tapi harganya juga lumayan banget. Kalau hanya half day tour, menurut saya effort nya terlalu besar kalau bawa balita 3 tahun

      Like

  5. melta says:

    selamat siang mba, saya sudah email ke plesirankeluarga@gmail.com untuk minta no hp drivernya , mohon dibalas ya terimakasih

    Like

  6. ghifari says:

    berapa ya sewa mobilnya pa ?

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s