Tidur dengan hamparan sawah di Biyukukung, Ubud

Matahari sudah tenggelam berganti malam dengan sinar bulan yang tidak penuh. Bau tanah basah karena hujan baru saja berhenti. Suara jangkrik, serangga, dan tokek bersahutan meramaikan suasana malam itu. Ini adalah destinasi kedua kami di Bali setelah melewati dua malam sebelumnya di Seminyak. Kami sampai jelang malam.

Sebagai anak kota, tentu saja suasana seperti ini yang kami cari, jauh dari bising ramai suara, bunyi, bahkan lampu. Banyak turis datang ke Ubud untuk mencari ketenangan. Memang Ubud tempat yang cocok untuk beristirahat. Tidak seperti destinasi kami sebelumnya, Seminyak, tempat keramaian dan pesta. Berbeda dengan Zola, dia kurang suka tempat ini. Bukan karena tempatnya yang tidak nyaman, tapi memang dasar anak kota ! Zola agak terganggu dengan suara-suara hewan, terutama tokek dan suasana gelap minim cahaya di malam hari. “Gelap dan berisik !”, katanya. Tapi dia harus terbiasa.

Lokasi Ubud yang dikelilingi sawah memang menjadi nilai tambah sendiri untuk hotel dan resort di sekitar Ubud. Banyak pilihan penginapan untuk para tukang plesir yang ingin menginap dengan pemandangan hamparan sawah.

Seperti penginapan kami di Biyukukung Suites & Spa, sebuah resort dengan hamparan sawah. Kamar-kamar dan rumah bambu di sini dibangun mengelilingi sawah. Jadi, begitu buka jendela atau pintu, mata langsung tertumbuk pada pemandangan hijau. Buat saya ini mewah !Β 

Ketika kami datang, kami disuguhi welcome drink infused water rasa sereh dan handuk dingin setelah perjalanan dua jam dari Seminyak. Sangat menyegarkan ! Koper dan tas dibawakan para porter langsung ke kamar. Lumayan juga tenaga para porter ini. Lanskap resort yang naik turun dan berundak-berundak tidak memungkinkan trolley koper bisa digunakan di sini. Jadi, menggotong koper dan tas satu per satu adalah satu-satunya cara.

dsc01404
Jalan setapak menuju rumah bambu
dsc01398
Biyukukung Suites & Spa
dsc01390
Biyukukung Suites & Spa

 

Di pagi hari, kami disuguhi sarapan di tepi kolam renang yang berbatasan dengan sawah. Sarapan tidak disajikan prasmanan seperti di hotel pada umumnya, tapi pilihan set menu. Menu yang disediakan yakni menu amerika dan indonesia dengan pilihan antara lain yoghurt, buah segar, roti bakar, sosis, omelette, kentang goreng dan nasi goreng. Tidak lama menunggu, hanya sekitar 5 – 10 menit, makanan siap disantap. Kalau tidak sempat, makanan bisa dibungkus untuk dimakan di jalan. Seperti kami yang pagi itu terburu-buru karena sudah dijemput untuk rafting.

fullsizeoutput_382f
Sarapan di pinggir kolam renang

PulangΒ rafting, saya, suami dan Zola leyeh-leyeh di kamar sambil memandangi sawah dari jendela. Kami memilih rumah bambu dua lantai dengan satu kamar di atas dan kamar mandi bawah. Tiap sisi dinding terbuat dari bambu dan berlantai kayu. Kecuali kamar mandi dengan lantai batu. Lampu di dalam rumah dipasang temaram menambah suasana sejuk dan nyaman. Sementara untuk kedua tante dan ayah saya, mereka menempati kamar deluxe dua lantai dengan kamar mandi di lantai bawah dan kamar di lantai atas. Dari teras mereka juga bisa menikmati hijaunya sawah.

img_6979
Pintu masuk rumah bambu

Saat perut sudah keroncongan, kami keluar resort mencari makan. Sebelum makan, kami mencari toko yang menjual pakaian dalam dan celana karena semua persediaan pakaian kotor belum dicuci. Tak perlu jauh karena di dekat sini juga ada supermarket Coco yang menjual pakaian pria, wanita, baju renang hingga pakaian dalam. Cukup lengkap. Tadinya mau memanfaatkan jasa laundry kiloan yang ada di seberang hotel, tapi tidak jadi karena keesokannya kami sudah langsung check out menuju destinasi selanjutnya. Takut tidak kering.

Terletak di tengah sawah bukan berarti resort ini jauh dari peradaban. Justru Biyukukung terletak di kawasan eksklusif Ubud, dikelilingi pilihan restoran, spa & massage, supermarket, bahkan laundry kiloan. Semua itu bisa dijangkau hanya dengan jalan kaki. Biyukukung juga cukup dekat dengan monkey forest. Mau makan di restoran Bebek Bengil yang terkenal itu ? Tinggal ngesot ke sebelah.

Selain tempat penginapan, resort ini terkenal dengan spa & massage nya. Untuk tamu dihargai Rp 200.000 per jam. Karena menurut saya mahal, saya memilih untuk pijat di luar resort. Benar saja, pilihan banyak dan harga lebih murah, sekitar Rp 80.000 – Rp 150.000 per jam.

Bagaimana dengan room rate nya ? Melihat dari fasilitas dan lokasinya, menurut saya harganya masuk akal dibandingkan resort-resort bintang 4 dan 5 di sekitarnya. Untuk kamar standar, harganya berkisar Rp 500.000 per malam. Itupun bukan kamar sempit, namun bangunan dua lantai dan balkon pribadi di lantai bawah, dengan bale-bale di teras untuk lesehan. Sementara rumah bambu yang saya sewa harganya sekitar Rp 600.000 per malam. Semua jenis kamar ada balkonnya dengan viewΒ menghadap ke sawah.

Karena lokasinya di sawah, jadi jangan heran kalau ada serangga di mana-mana, terutama nyamuk. Namun jangan khawatir. Di tiap kamar sudah disediakan obat nyamuk dan kelambu. Tidur bisa tetap nyenyak.

Kekurangan dari tempat ini adalah safety box nya terlalu kecil, jadi tidak bisa sekalian nitip laptop mini saya, selain itu, letak rumah bambu kami lumayan jauh dari receptionist karena harus memutar. View resort ini sangat indah dan juga nyaman tapi bukan untuk mereka yang tidak suka dengan banyak tangga dan jalan naik turun. Bikin malas ! πŸ˜€

Kalau untuk saya, saya dan keluarga pasti akan kembali lagi ke sini.

 

 

Happy plesiran ! πŸ™‚

Advertisements

2 Comments Add yours

  1. tesyasblog says:

    Hai Mba, salam kenal ya..
    Aku juga mau ke Ubud, tapi nginepnya benar-benar di gubuk tengah sawah hehehe..

    Like

    1. Sheika Rauf says:

      Waaah iyaaa seru tuh. Tadinya kita mau gitu juga, cuma karena aku mau sekalian yoga, studio yoga di ubud cuma selemparan kolor dari resort ini πŸ˜€

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s