Rafting seru bersama anak di Telaga Waja, Bali

Menjajal rafting di Bali masuk dalam list plesiran kami kali ini. Selain untuk mendapatkan sensasi petualangan, mencoba pengalaman baru untuk Zola sekaligus menguji adrenalinnya.

Memang aman rafting untuk anak kecil ? Tentunya saya tidak akan sembarangan ikut rafting dengan membawa Zola kalau tidak aman. Setelah memastikan ke operator rafting bahwa anak usia 8 tahun bisa ikut serta, maka mantap lah hati saya mendaftarkan kami bertiga rafting tour di Bali. Ternyata, sangat seru dan jadi pengalaman pertama tak terlupakan !

Sungai Telaga Waja dan sungai Ayung, dua sungai terbaik di Bali yang sering digunakan untuk rafting. Kalau sungai Ayung letaknya persis di Ubud, memiliki arus sungai yang tenang dan damai. Sungai ini cocok ditujukan untuk pemula rafting atau yang masih takut tapi mau mencoba rafting. Sungai Ayung memiliki tingkat kesulitan di level 2 dan 3. Sementara sungai Telaga Waja, dengan panjang sungai sekitar 16 km dan ditempuh selama 2,5 – 3 jam, sungai ini terletak membelah kabupaten Karangasem dan Klungkung, dikelilingi pemandangan hamparan sawah, perkebunan kelapa dan juga hutan di sepanjang aliran sungai. Sungai ini memiliki arus yang cukup kencang, berbatu dan terdapat beberapa dam setinggi sekitar 5 meter. Karena itu, sungai ini diberikan level 3+ untuk kelas rafting. Ada lagi sungai Melangit yang juga terletak dekat ubud, masuk kebupaten Klungkung, memiliki trek sepanjang 7,5 km dengan tingkat kesulitan level 2. Untuk rafting kali ini pilihan saya antara Ayung dan Telaga Waja yang lebih menantang ☺

Awalnya, saya memilih sungai Ayung untuk pengalaman rafting pertama kami. Setelah googling beberapa pengelola rafting tour, saya direkomendasikan menggunakan operator rafting Sobek Adventure, booking tiket lewat sini :). Saya sempat ragu memilih antara sungai Ayung dan Telaga Waja. Sebenarnya saya lebih memilih sungai Telaga Waja, namun khawatir Zola tidak bisa ikutan. “Minimal usia 7 tahun asal anaknya gak takut,” begitu kata operator ketika saya memastikan keamanan untuk Zola. Saya pun bertanya ke Zola apakah dia ingin rafting dengan sungai tenang atau dengan sungai arus deras ditambah turunan dam setinggi 5 meter. Tentu saya sudah tau jawabannya dari awal. Anak saya pasti lebih memilih sungai arus deras, dan benar saja ! 🙂

Dijemputlah kami oleh driver yang memang sudah masuk fasilitas dari paket rafting tour menuju ujung sungai Telaga Waja pukul 8 pagi. Selain kami bertiga ada sepasang warga negara Australia asal Perth ikut serta dalam satu mobil jemputan kami. Perjalanan dari Ubud ke Telaga Waja cukup jauh, memakan waktu sekitar dua jam.

img_1315
Starting point sungai Telaga Waja

Sebelum memulai semua peserta di-brief oleh instruktur : posisi duduk di perahu, cara mendayung maju, mendayung mundur, menghindar dari rintang dahan pohon dan bebatuan, juga cara berpegangan dalam perahu. Satu perahu berisi maksimal 4 orang peserta ditemani oleh satu orang instruktur. Barang-barang berharga dikumpulkan dalam satu wadah tas anti air, sementara tas besar berisi baju ganti, peralatan mandi dan lainnya dibawakan terpisah menuju titik akhir rafting. Alas kaki paling nyaman digunakan adalah sandal gunung atau sandal crocs, intinya beralas karet namun tidak tertutup karena kalau basah akan lembab nantinya. Akhirnya saya dan suami beli sandal gunung seharga 100 ribu rupiah/pasang di tempat starting point, sementara Zola mengenakan sandal crocs andalannya.

Sebenarnya tidak ada yang perlu dikhawatirkan, keamanan standar internasional sudah dipenuhi oleh operator rafting, instruktur yang berpengalaman dengan skill yang tidak diragukan lagi. Lagipula, paket tour rafting ini sudah dilengkapi dengan asuransi. Jadi sisanya tinggal mengucap bismillah.

Dan inilah foto-foto dan video keseruan kami saat rafting. Menurut Zola, “this is the truly woooowww ever.” Arus yang cukup menantang, berbatu, banyak dahan pohon yang melintang, manuver-manuver perahu, berenang di arus kencang, dan gong nya adalah turunan dam setinggi lima meter. Beruntunglah kami ditemani bli Reggy dari Sobek Adventure yang sudah sangat terampil memberi aba-aba dan memandu kami juga mempersilakan kami menjajal mengapung mengikuti arus. Ini dimaksudkan mengajarkan skill jika kami terjatuh ketika rafting.

 

Beberapa foto ini diambil oleh tim fotografer operator rafting, dan peserta bisa memilih ingin membeli atau tidak. Satu foto sudah dicetak dihargai Rp 60.000, sementara semua foto (berjumlah sekitar 20an foto) beserta CD dihargai Rp 200.000. Jangan ragu menawar, siapa tau dapat potongan harga. Kalau buat saya sebagai emak-emak, dapat potongan harga karena nawar adalah sebuah kemenangan 😀

Selesai rafting, kamar mandi dengan shower untuk berbilas beserta handuk sudah disediakan. Pemandangan di titik akhir rafting luar biasa indahnya. Meskipun untuk mencapai ke sini kami perlu naik anak tangga yang lumayan banyak dan tinggi. Tapi setelah sampai di atas, rasanya justru malas beranjak dari tempat ini. Di tempat akhir ini juga sudah disediakan makan siang prasmanan untuk peserta rafting dengan menu indonesia.

Bagi pemula, apalagi yang membawa anak seperti saya, ada baiknya persiapkan 5 hal berikut ini, supaya rafting nya makin seru dan gak ribet sendiri.

  1. Pastikan pakaian yang dipakai untuk rafting nyaman. Sebaiknya gunakan pakaian renang.
  2. Pakai alas kaki yang tidak licin, dengan alas dari karet. Sebaiknya gunakan alas kaki yang terbuka agar tidak lembab kalau terkena air (sudah pasti akan kena air).
  3. Gunakan sunblock / sunscreen sebelum rafting. Meskipun cuaca mendung dan matahari tampak malu-malu, tetap saja begitu selesai rafting, kulit kami terlihat belang.
  4. Bawa barang-barang secukupnya saja : baju ganti, kamera anti air, peralatan mandi, kantong plastik baju basah, dompet dan handphone. Tak perlu membawa handuk karena sudah disediakan oleh operator. Sementara barang-barang di luar keperluan rafting sebaiknya ditinggal saja di penginapan.
  5. Bangun pagi dan sarapan secukupnya. Kondisikan anak-anak untuk ikut rafting semalam sebelumnya. Istirahat yang cukup di malam hari agar bangun pagi tampak segar. Sarapan pagi cukup sebelum rafting agar tidak mabuk akibat goncangan di perahu.

Beneran deh, rafting itu asik banget. Kami saja ketagihan mau nyoba lagi lain waktu. Siapkan mental dan siap meluncur. Wooohoooo !!

Happy plesiran ! 🙂

 

Advertisements

2 Comments Add yours

  1. MATATITA says:

    seruuuuu…! makasih infonya mbak..kami rencana liburan ke bali akhir maret nanti, semoga bisa nyobain rafting di sini…

    Like

    1. Sheika Rauf says:

      Iyaa ayoo mba cobain, seru banget, lebih menantang tapi tetep aman

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s