Snorkeling bersama balita di laut Belitung

Ini adalah cerita tiga tahun lalu, tepatnya tahun 2013, ketika usia Zola masih lima tahun. Bukan Bali yang menjadi pilihan destinasi, tapi Belitung. Karena pada zaman itu, gambar-gambar dari film Laskar Pelangi berhasil membuat kami pengin banget piknik ke Belitung. Maka, pergilah kami ke negeri tempat asal Andrea Hirata, menyusuri pantai-pantai tempat bermain Ikal, Lintang dan kawan-kawan.

Kala itu kami masih cupu. Belum punya cukup pengalaman atau bisa dibilang ogah repot mengurus segala tetek bengek plesiran ke Belitung. Maunya tinggal duduk santai di pantai menikmati pemandangan saja, tanpa mikir bagaimana mencari penyewaan mobil, bagaimana mencapai spot-spot pantai yang cantik, di mana mencari makan enak. Google map dan waze di tahun 2013 belum cukup canggih, bahkan waze saja belum ada. Review tentang Belitung pun tidak terlalu banyak. Sudahlah, dengan segala alasan itu, mulailah saya hunting travel agent, dan akhirnya memantapkan hati menggunakan belitungisland.com untuk mengurus plesiran kami di Belitung. Serunya lagi, driver sekaligus pemandu wisata yang membawa kami saat itu adalah orang Belitung asli yang tahu banget gosip-gosip hangat dan cerita budaya orang Belitung. Tapi sekarang fokus cerita pikniknya aja yah 🙂

Sejak kami mendarat di airport H.A.S Hanandjoeddin di Tanjung Pandan, mobil jemputan sudah menanti kami. Tanpa istirahat dulu di hotel, kami langsung di bawa ke pantai Tanjung Tinggi yang merupakan icon utama pantai di Belitung dan hukumnya wajib dikunjungi. Belumlah ke Belitung kalau tidak ke sini. Ciri khas pantai ini adalah berbatu granit besar dan berpasir putih. Cantik sekali !

Pantai ini juga menjadi tempat syuting film Laskar Pelangi. Dari film itulah kami tahu tentang pantai ini dan membuat kami semakin menggebu ingin ke sini. Tanpa pakai baju renang atau baju pantai, pak suami hanya pakai kaos dan Zola hanya pakai singlet, kami bermain dengan sangat puas di pantai ini. Ditambah lagi, saat itu bukan musim liburan, jadi sepi turis. Bukan cuma sepi, tapi memang hanya kami bertiga di tempat ini.

Serasa pantai pribadi. Begitu juga yang kami rasakan di kampung Dedaun. Orang Belitung lebih mengenalnya dengan pantai Pendaunan. Berbeda dengan pantai Tanjung Tinggi, pantai pendaunan ini memiliki bibir pantai yang cukup panjang terentang dengan hamparan laut biru bersih, tidak berbatu seperti di Tanjung Tinggi. Mau sekedar duduk-duduk, leyeh-leyeh dan bermain pasir, ini adalah tempat yang sempurna. Kami beruntung karena waktu itu, ada sebuah pohon kelapa hampir menyentuh pasir pantai alias sudah mau tumbang tapi segan :D, Jadilah Zola asyik bergelayutan di batang pohonnya.

Ke Belitung, hampir semua obyek wisatanya adalah pantai. Makanya rugi banget kalau gak sekalian nyemplung di sini. Hari kedua di Belitung, kami diajak island hopping, mengunjungi pulau Lengkuas dan pulau Babi Kecil. Di tengah-tengah perjalanan kapal kecil yang kami tumpangi berhenti di tengah lautan. Di situlah kami turun snorkling dengan segala perlengkapan yang sudah disediakan travel agent. Khusus untuk Zola dia sudah membawa perlengkapan snorklingnya sendiri, hadian dari om nya. Ini pengalaman pertama bagi Zola, dan dia sangat antusias.

1457660_10151853633453110_325512010_n
Perlengkapan snorkling Zola
1426662_10151853633648110_1987157930_n
Siap berangkat hoping island sambil snorkling

Sebelum memulai hopping island, pantai Tanjung Kelayang yang sangat populer di Belitung tidak boleh dilewati begitu saja. Justru perjalanan kami melintasi pulau-pulau berawal dari sini. Pantai ini secara berkala disinggahi ratusan perahu yacht dari manca negara dalam event Sail Indonesia, event tahunan rally kapal yacht melintasi Indonesia. Mirip seperti pantai Tanjung Tinggi, pantai ini juga memiliki hamparan batu granit. Kalau orang-orang cukup berfoto dengan latar batu granit, kami naik sampai puncak batu tertinggi. Agak kurang kerjaan memang ! :D, Zola ? Zola tetap bermain di pinggir pantai bersama tour guide kami.

 

Salah satu icon yang juga cukup terkenal di Belitung adalah pulau Lengkuas. Ini juga tidak boleh dilewatkan. Pemandangan indah hamparan laut biru siap memanjakan mata. Tidak hanya dari atas, pemandangan bawah lautnya pun sangat indah. Karena itulah, pulau ini sering dimanfaatkan untuk snorkling maupun diving. Pulau Lengkuas tidak terlalu luas dan tidak berpenduduk. Di sini terdapat sebuah mercusuar yang dijaga oleh beberapa petugas. Mereka semua bukan penduduk pulau dan bertugas secara bergantian. Jika sedang tidak bertugas, mereka keluar dari pulau itu.

Dari pulau Lengkuas, pulau berikutnya yang disinggahi yaitu pulau Babi Kecil. Antara perjalanan dari pulau Lengkuas ke pulau Babi Kecil itulah petualang snorkling dimulai. Ini adalah pengalaman snorkling pertama untuk kami semua. Kenapa, sih, saya memilih untuk tidak melewatkan aktivitas snorkeling ini ? Apa saja yang perlu diperhatikan ? Dan pertanyaan-pertanyaan lainnya, mungkin pengalaman kami bisa cukup membantu meyakinkan kalau aktivitas snorkeling ini cukup aman dan sangat menyenangkan.

Mengapa kami mengajak Zola, yang masih 5 tahun, snorkling ? Kami ingin memberikan banyak pengalaman untuk Zola, terutama pengalaman bermain air. Dengan snorkling, semoga bisa memperkuat percaya diri, rasa amannya berada di air, juga melatih refleks motoriknya. Pengalaman ini juga  bisa sebagai awal untuk mencoba aktivitas olahraga air lainnya.

Bagaimana keamanannya, apa tidak takut tenggelam ? Kami bertiga turun snorkeling dalam pengawasan tour guide dan seorang nelayan yang kapalnya kami sewa. Mereka ini layaknya manusia-manusia ikan yang sudah terbiasa dengan laut. Lagipula laut di Belitung saat itu juga cukup tenang. Kami juga mengenakan pelampung, jadi tak perlu ada yang dikhawatirkan.

Meskipun tidak bisa berenang, masih bisa snorkeling ? Pasti dong ! Kan ada pelampung. Tidak ada satupun yang mahir berenang di antara kami bertiga. Bisa sih, tapi level nya pas-pas an. Apalagi Zola, waktu itu dia sama sekali belum bisa berenang gaya apapun. Justru dengan memulai snorkeling, ketika diikutkan kursus renang, dia sangat siap dan sama sekali tidak takut.

Usia berapa anak sudah mulai diajak snorkling ? Zola waktu itu 5 tahun. Ada yang pernah atau berani mencoba mengajak anaknya snorkeling lebih muda dari itu ? Sepertinya tidak ada acuan umur yang berarti, mau lebih muda dari 5 tahun juga tidak masalah. Yang terpenting adalah si anak merasa enjoy dan nyaman berada di air. Kalau tidak nyaman, berarti harus dicoba lagi lain waktu ! 🙂

Apa yang perlu diperhatikan sebelum mengajak anak snorkeling ?

Pertama, pastikan soal keamanannya dulu. Sebaiknya tidak snorkeling sendirian, ada orang lain yang ikut mengawasi. Si pengawas ini harus bisa berenang juga. Kedua, persiapkan alat-alat snorkeling pribadi untuk anak. Memang sepertinya harus niat karena tidak semua tempat penyewaan memiliki snorkeling gear khusus untuk anak-anak. Disamping itu, terjaga kebersihannya. Harganya cukup terjangkau kok, sepasang fins dan snorkel nya berkisar Rp 400.000, bisa untuk pemakaian lama. Ketiga, pilih lokasi yang ombaknya tenang dan aman dari hiu. Kalau mau pergi ke laut dan snorkeling mengajak anak, pilih waktu di mana saat itu ombak tidak sedang tinggi. Juga tanyakan, kira-kira hiu suka mampir atau tidak. Gak lucu kan, lagi asyik snorkeling tiba-tiba dikejar hiu. Keempat, siapkan sunblock jika snorkeling dilakukan pada pagi menjelang siang hari dan persiapan kalau matahari sedang obral.

Selesai snorkeling, perjalanan dilanjutkan menuju pulau Babi Kecil . Pulau ini juga tidak berpenduduk, namun ada beberapa penginapan yang memang sengaja disiapkan untuk wisatawan. Penginapan di sini mengusung konsep menyatu dengan alam. Seluruh penginapan terbuat dari kayu, nyaris tidak ada listrik. Di kamar mandi pun tidak disediakan shower dan air panas, hanya tempayan untuk menampun air yang dialirkan lewat pipa. Sayang, kamar mandi nya tidak terfoto. Tempat ini sangat cocok untuk pasangan yang ingin bulan madu. Bisa cepat punya anak 😀

Dari situ, petualangan kami bermain di laut seharian penuh berakhir dengan menyantap makanan laut Belitung yang segar dan dimasak dengan bumbu yang pas banget. Asyik yah hidup dekat laut seperti ini, makanannya sehat dan enak. Pesta seafood deh kita. Hehehe

1441518_10151853633223110_1926920759_n
Nyumm nyummm

Gimana ? Seru kan snorkeling bersama balita. Buat yang punya balita tapi sebenarnya pengin banget snorkeling, gak usah ragu ajak si kecil ikut serta. Gak rugi deh, malah fun banget ! Namun perhatikan hal-hal yang sudah saya jelaskan di atas yaa.

Happy plesiran ! 🙂

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s