Berpetualang imajinasi di legoland pertama di dunia

Aktivitas terlihat di pelabuhan Nyhavn, salah satu pelabuhan di pusat Copenhagen. Kapal bergerak lambat meninggalkan pelabuhan. Di sisi lain, terlihat jejeran kapal yang sedang berbaris, orang-orang berlalu lalang dan mobil-mobil terparkir rapi. Orang tua bersama anak-anaknya melanglang bebas melihat aktivitas sekitar.

Tidak jauh dari situ, kanal amsterdam dengan kincir angin – kincir angin yang memutar menggoda untuk dilintasi. Aktivitasnya juga tak kalah padat dengan pelabuhan Nyhavn. Sebuah kapal tour terlihat mengangkut orang-orang yang ingin mengitari Amsterdam.

Di sisi lain, anak-anak kegirangan melihat roket yang siap meluncur di Kennedy Space Center, Florida, dan juga melihat kesibukan di airport Bergen, Norwegia.

Copenhagen, Amsterdam, Florida, Bergen memang letaknya saling berjauhan di dunia nyata, melintasi negara, samudra dan benua dan membutuhkan waktu berjam-jam untuk sampai ke sana. Tapi tidak di miniland, Legoland, Denmark. Di sini, melintasi negara dan benua pun hanya cukup berjalan kaki. Dari Denmark ke Belanda, lanjut ke Scotlandia, Norwegia, bahkan sampai Amerika.

Happiest place on earth ternyata bukan cuma milik Disneyland, di Legoland pun wajah anak-anak tak lepas dari senyum dan tawa. Dari miniland ini, petualangan imajinasi anak-anak di legoland dimulai, selanjutnya mereka bebas memilih wahana yang diinginkan. Hampir tak ada batas usia dan tinggi badan untuk bisa menikmati semua wahana di legoland ini, balita bahkan bayi pun bisa masuk wahana legoland.

Legoland pertama di dunia

Mainan Lego sendiri pertama kali dibuat oleh seorang tukang kayu asal Denmark, Ole Kirk Christansen, sekitar tahun 1930-an. Ia berasal dari keluarga miskin di daerah Juttland, Denmark. Saat itu, ia sempat mengalami frustasi akibat dipecat dari perusahaan. Tak punya pekerjaan dan harus menghidupi empat anak, Christiansen belajar menjadi tukang kayu dan mulai membuat mainan untuk anak-anak dari kayu tahun 1932. Mainan pertama yang dibuat adalah mainan bebek dari kayu, kado untuk anak-anaknya. Inilah cikal bakal lego menjadi mainan terkenal dan digemari anak-anak dan orang dewasa di seluruh dunia.

Lego sendiri berasal dari kata dalam bahasa Danish, leg godt, yang artinya “play well”. Benar saja, mungkin dari nama ini ada doa dari sang penemu agar anak-anak, maupun orang dewasa, bisa bermain dengan baik dan riang gembira bersama lego. Akhirnya mainan lego pun mulai diperkenalkan di dunia di bawah perusahaan Lego Group.

Tahun 1968, Legoland didirikan di sebelah pabrik lego, di kawasan Billund, Denmark oleh putra Christiansen  untuk mempromosikan mainan Lego. Christiansen sendiri sudah meninggal dunia tahun 1958. Dari Denmark, kemudian berkembang 6 legoland park lainnya : di Florida, Dubai, California, Jerman, Malaysia dan Inggris.

Dan di sinilah saya, di Legoland pertama di dunia, Legoland Billund, Denmark, taman wahana edukatif dan imajinatif yang luasnya sekitar 45 hektar. Karena terlalu luas, tidak semua area taman bisa saya nikmati. Inilah beberapa spot menarik yang saya kunjungi.

Berimajinasi di Aquarium ala Legoland

Pernah masuk seaworld ? Seperti itulah pengalaman memasuki aquarium atlantis di Legoland ini. Bedanya, di seaworld kita hanya melihat berbagai jenis ikan dan makhluk laut lainnya. Di sini, kita tidak hanya melihat ikan-ikan semata, tapi mata kita pun disuguhkan dengan penyelam dengan kapal selam nya dan ‘makhluk’ laut yang semua nya terbuat dari blok-blok lego.

Jangan kaget kalau nanti tiba-tiba ada kuda laut, ikan besar, atau ikan-ikan kecil yang hanya diam di dalam air. Itulah lego-lego yang disusun menyerupai bentuk asli. Keren sekali ! Anak-anak, termasuk saya yang orang dewasa, sampai takjub dibuatnya. Tidak hanya kreasi lego di darat saja yang dipamerkan di miniland, kreasi lego di laut pun ada di aquarium atlantis ini.

Di ujung perjalanan menyusuri aquarium atlantis, anak-anak diizinkan memegang beraneka makhluk laut yang aman untuk dipegang. Menyentuh hewan, merasakan tekstur kulit hewan laut yang berbeda-beda, menyalurkan rasa sayang pada hewan-hewan itu memberikan pengalaman positif pada anak. Lengkaplah kegembiraan anak-anak bertualang di aquarium ini.

Mengenal suku Indian di Legoredo

Keluar dari Aquarium, kami menuju ke ke area legoredo. Kita diajak kembali ke masa peradaban Amerika kuno. Di sini, beberapa orang berdandan dan bergaya Indian. Dibangun pula tenda-tenda ala indian dan tontonan ritual tradisional indian.

Di depan area legoredo, kita bisa lihat figur kepala suku indian yang dibentuk dari potongan-potongan blok lego dan diletakkan di atas batu buatan. Anak-anak juga diizinkan masuk melihat perkampungan suku indian dan melihat upacara ritual yang sedang digelar.

img_1052
Kepala suku Indian
img_7887
Kampung Indian

Rumah hantu yang tak berhantu

Takut dengan hantu ? Saya jamin tidak ada yang takut jika memasuki rumah hantu legoland ini. Siapa yang takut jika hantu saja disusun dari blok-blok lego. Hantu-hantu ini sama sekali tidak membuat anak-anak takut malah kegirangan bermain dengan peti mati, zombie, dan hantu-hantu ala barat lainnya.

Mengantri sambil bermain

Hal yang paling menarik perhatian saya di sini adalah area bermain anak-anak yang tersedia di setiap wahana, lengkap dengan blok lego. Area ini ditujukan untuk menunggu antrian. Jadi selama orang tua nya mengantri untuk dapat menikmati wahana, anak-anak asyik bermain bersama berkreasi membentuk apa saja yang mereka inginkan dari blok-blok lego yang disediakan.

Alhasil, tidak ada anak yang cranky karena terlalu lama menunggu. Semua menunggu dengan riang gembira sambil bermain. Tanpa terasa, begitu tiba gilirannya, orang tua tinggal memanggil anak-anaknya masuk turut serta bersama mereka.

Anak-anak happy, ayah dan bunda pun ikut happy !

Tips masuk legoland Billund

  • Legoland Billund letaknya 250 km ke arah Barat dari Copenhagen. Memang terbilang agak jauh. Kalau naik transportasi umum akan memakan waktu sekitar 3 jam untuk pergi dan 4 jam pulang. Saya dan keluarga akhirnya memilih untuk menyewa mobil dan berangkat pagi dari Copenhagen ke Billund. Naik mobil membutuhkan waktu kurang lebih 2,5 jam. Karena itu akan lebih baik jika menginap juga di Legoland resort yang letaknya tidak jauh dari situ.
  • Membeli tiket di loket pada hari H dikenakan harga normal, sementara via online lebih murah karena mendapat potongan harga. Jika membeli seminggu sebelumnya, akan diberikan diskon 20 %, sedangkan membeli 3 hari sebelum hari H akan diberikan diskon 10 %.
  • Jam buka bervariasi tergantung hari dan musim. Namun rata-rata jam operasional berlangsung dari pukul 9 atau 10 pagi hingga pukul 8 atau 9 malam.
  • Minta peta legoland. Di pintu masuk jangan lupa untuk meminta peta, pelajari dan rencanakan tour yang ingin dilakukan. Dalam satu hari tidak mungkin bisa mengunjungi semua wahana yang ada, jadi pilih yang paling diinginkan.
  • Bawa perlengkapan pribadi, seperti baju ganti, topi dan jaket, terutama untuk anak-anak. Di Billund ini, meskipun sedang musim panas, tetap saja angin yang bertiup bisa membuat tubuh kedinginan. Jangan lupa juga stroller dan gendongan. Bawa juga makanan untuk bisa dinikmati di dalam area. Di dalam sebenarnya banyak tersedia restoran dan kafe, namun harganya lebih mahal.

Happy plesiran 🙂 !

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s