Jelajah Alam Dramatis di kampung viking, Fjord, Norwegia (Part 1)

Speechless. Begitu reaksi saya ketika berada dalam perjalanan dari Oslo menuju Flam, salah satu bagian daerah Fjord di Norwegia. Padahal saya masih dalam perjalanan kereta, belum mencapai tujuan. Waktu kurang lebih 5 jam perjalanan kereta, sama sekali tidak membuat kami lelah atau bosan, bahkan sebaliknya, sangat excited.

Tiba di Oslo, dari Copenhagen, dengan cruise, kami langsung mengejar kereta di Oslo Central Station menuju Flam. Sebelum sampai ke Flam yang letaknya berada di permukaan laut, kami transit dulu di stasiun Myrdal yang berada di atas 800 meter dari laut. Jadi perjalanan kereta kami berawal dari ibu kota Norwegia di Oslo yang letaknya dekat dengan pelabuhan, menuju atas gunung, sampai turun lagi ke laut di balik gunung.

IMG_8237
Oslo Central Station, bisa ditempuh 15 menit jalan kaki dari pelabuhan Oslo

Sepanjang perjalanan dari Oslo ke Myrdal station, kami disuguhi pemandangan pedesaan ala eropa yang cantik. Bagi tukang plesir yang pernah plesiran ke pedesaan-pedesaan eropa atau new zealand, view seperti ini lazim dijumpai. Sebenarnya saya sih belum pernah menginjakan kaki ke New Zealand, cuma kata orang aja dan berdasarkan foto-foto di blog dan instagram tukang plesir yang saya intip :D.

Kurang lebih begini pemandangan dari balik jendela kereta Oslo – Myrdal. Mata yang tadinya ngantuk berat setelah mendarat di pelabuhan Oslo, begitu lihat ini langsung melek seketika, lupa sama ngantuk.

Mungkin buat anak-anak, pemandangan seperti ini tidak terlalu mereka nikmati. Menurut mereka jalan-jalan ya bermain, iya kan ? Setidaknya begitulah menurut si bocah petualang, Zola. Tapi saya tidak khawatir melakukan perjalanan ini bersamanya. Dari awal, saya memang sengaja memesan tempat duduk di gerbong kereta khusus keluarga. Apa istimewanya ? Di gerbong ini disediakan ruang bermain anak. Lumayan untuk menghabiskan energi anak-anak yang gak pernah diam kecuali tidur. Kalau sudah begini, bye bye cranky !

Dari Oslo ke stasiun Myrdal memakan waktu sekitar empat jam. Perut sudah berbunyi tanda minta diisi, untungnya ada ruang restorasi. Tapi tidak usah berharap terlalu banyak bagi pemilik lidah indonesia seperti kami. Menu yang disajikan semuanya siap saji dan sudah dikemas, dan rasanya, yaah datar aja. Untuk dewasa, kami memilih menu salmon dan kentang, sementara untuk Zola hanya pancake dengan saus coklat. Lumayan untuk mengganjal perut yang keroncongan.

Kereta yang dikelola oleh pemerintah Norwegia ini menghubungkan dua kota besar di Norwegia, yakni Oslo dan Bergen. Bergen adalah kota kedua terbesar. Jadi untuk bisa menikmati kereta wisata Flamsbana, bisa juga mendarat di airport atau pelabuhan Bergen, kemudian naik kereta melalui stasiun Bergen, dan transit di Myrdal. Sayangnya untuk trip kali ini, kami tidak sempat mampir ke Bergen. Mudah-mudah lain kali bisa mampir. Soal harga kereta, bisa diintip di sini loh. 🙂

Transit di stasiun Myrdal

Stasiun Myrdal adalah stasiun kecil yang terletak di atas gunung. Di sini lah tempat transit para pelancong yang ingin menikmati kereta wisata Flamsbana. Tidak ada jalur lain, selain kereta, yang menghubungkan Myrdal dengan daerah lain. Tidak ada atraksi atau obyek wisata yang menarik, kecuali pemandangan yang ciamik. Ada satu atau dua hotel dan restoran, itu juga dikelola oleh management Flam Railway, sisanya hanya rumah-rumah penduduk

 

img_8988
Di stasiun Myrdal, tetap bersalju, meskipun sudah musim panas.

Kereta Wisata Flamsbana

Dari stasiun Myrdal inilah, kami berganti kereta Flamsbana yang melintas di atas rel kereta Flam Railway, rel kereta tercuram di dunia, melewati terowongan-terowongan dengan pemandangan gunung dan air terjun yang sangat fantastik dan sempat membuat saya merinding. Hanya kata “wowww !”, “Cool !”, “kereeen !”, dan pujian-pujian untuk sang pencipta yang mampu diucapkan. Tidak heran jika majalah sekelas National Geographic Traveler menobatkannya sebagai satu dari 10 perjalanan kereta paling spektakuler di Eropa dan Lonely Planet memilihnya sebagai wisata kereta terbaik di seluruh dunia tahun 2014.

Pembangunan kereta Flamsbana sendiri dimulai sejak tahun 1924. Saat itu Indonesia masih dijajah, sementara Norwegia sudah membangun rel kereta api melintasi gunung. Jadi gak usah sedih kalau kita tertinggal jauh dari negara ini :D. Kereta mulai dibuka untuk umum tahun 1940 dengan menggunakan bahan bakar batubara. Baru pada tahun 1944, listrik mulai menggantikan peran batubara. Namun hingga saat ini, bentuk lokomotif dan gerbong kereta, baik tampak luar dan dalam, masih dipertahankan bentuknya seperti kereta uap masa lalu. Istilah ngenggres nya “vintage”.

This slideshow requires JavaScript.

Kereta Flamsbana ini memang sengaja ditujukan untuk wisata. Di dalamnya terdapat layar TV yang menyajikan informasi lengkap dengan gambar-gambar tentang flam railway dan sejarahnya. Karena peruntukannya juga, kereta ini sengaja memperlambat, bahkan berhenti di spot-spot yang menarik. Flamsbana berhenti di sembilan stasiun di antara perjalanan Myrdal – Flam, termasuk stasiun Kjosfossen, tempat air terjun fenomenal Kjosfossen. Tidak ada perkampungan di sini, namun kereta berhenti selama 5 menit agar penumpang bisa turun dan mengabadikan momen seperti yang saya lakukan ini.

Setelah itu, kereta kembali melanjutkan perjalanan dan berhenti di beberapa stasiun setelah Kjosfossen sebelum akhirnya sampai di stasiun Flam.

Tiba di stasiun Flam

Terletak di daerah Aurland, Norway, stasiun Flam termasuk stasiun yang sibuk karena melayani sekitar 500 ribu turis dari mancanegara setiap tahunnya. Bentuk stasiun masih sederhana, dengan bangunan-bangunan kayu di sekitarnya, khas pedesaan Norwegia. Karena sering dilewati turis, maka di sini terdapat factory outlet dan mall. Jangan terlalu tinggi ekspektasi, karena mall yang ada hanya satu lantai seperti di foto, dan hanya menjual jaket, sweater, sarung tangan (modal bertahan hidup di Norwegia), serta suvenir-suvenir khas Fjord. Apalagi kalau bukan berbau Viking.

Merasa masih lapar, kami mencari tempat makan dan surprisingly, ketemu food stall yang menjajakan seafood. Fish curry dan fish soup nya sangat cocok untuk lidah orang indonesia, disajikan dengan nasi pula. Sepertinya salah satu penjualnya adalah orang asia, jadi mengerti betul soal selera orang asia. Ada juga makanan khas jepang, seperti sushi dan sashimi. Tidak heran ada makanan asia karena turis asia seperti kami, memang banyak dan sering bersileweran di sini.

 

Memulai petualangan di Fjord…

Perjalanan 5 jam sungguh tidak terasa dengan pemandangan-pemandangan yang dramatis : gunung, salju, laut dan air terjun dengan padu padan yang sangat sempurna. Ditambah dengan makan aneka seafood dan fish curry. Yummmmy ! Alhamdulillah, perjalanan ini terasa sangat sempurna.

Namun, perjalanan ini belum selesai sampai di situ. Kami lanjut naik kapal ferry menuju tempat penginapan kami di Aurland, sekitar 20 menit perjalanan. Sebenarnya, di sekitar stasiun pun terdapat hotel, tapi karena saat itu masih high season, hotelnya sudah penuh. Sulit juga mencari penginapan yang belum terisi, dan akhirnya kami harus menjauh dulu dari stasiun.

img_8264
Pelabuhan kapal ferry

Pelabuhan ferry masih satu area dengan stasiun kereta api. Bisa ditempuh tidak sampai 5 menit berjalan kaki dari kereta. Moda transportasi di sini bisa dibilang lengkap, dari kereta api, bus dan ferry, tinggal disesuaikan dengan kebutuhan, kantong dan waktu perjalanan. Tinggal dipilih ! Kami memilih naik ferry dan gak menyesal juga dengan jarak hotel yang agak jauh dari stasiun, karena perjalanannya sangat seru. Temanya masih pemandangan alam yang dramatis ! Cerita petualangan selanjutnya silakan diikuti di sini. 🙂

Happy plesiran ! 🙂

 

 

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s