(Tips) Menyetir dan menyewa mobil di Eropa. Gampang !

Sudah sering saya mendengar komentar orang-orang yang bilang kalau sudah biasa nyetir di Jakarta, nyetir di mana pun, sih, gampang ! Iya memang. Rasanya tidak berlebihan kalau saya bilang skill pengemudi di Jakarta itu nomer satu di dunia. Kita ini sudah terlatih mengemudi di kala macet berjam-jam, saat banjir yang suka datang tanpa permisi, mengemudi di antara lautan pengemudi motor, disalib kopaja/bajaj/metromini, sampai lewat jalan-jalan tikus. Soal menghadapi itu semua, sih, kita ahlinya !

Belum lagi kalau melintasi jalan tol. Sedang asyik berkendara dengan kecepatan cukup tinggi, tiba-tiba jalan tidak rata, bergelombang atau deretan garis kejut siap menyambut. Banyak lah tantangan mengemudi di ibukota kita tercinta yang pasti menambah keahlian penduduk jakarta dalam mengemudi.

Dengan berbekal kepercayaan diri penuh bahwa skill saya mumpuni untuk menyetir di manapun, jangankan cuma Eropa, akhirnya, saya memutuskan menjajal skill di jalanan Copenhagen dan Billund, Denmark. Mengingat ini pengalaman pertama kali buat saya, pengalaman pertama juga menyetir jauh (250 km x 2 = 500 km pulang pergi Copenhagen – Billund) di negeri orang, saya gak mau jumawa lantas tidak mempersiapkan apa-apa tentang ‘medan perang’ yang akan saya ‘bantai’. :D,

Persiapan ini sangat perlu dilakukan, terutama karena ini pertama kali mengemudi di Eropa dan saya sangat buta dengan daerahnya, apalagi posisi stir di sebelah kiri, sementara posisi stir Indonesia di sebelah kanan. Tetapi sebenarnya bukan cuma itu. Kalau soal posisi stir yang berbeda, sih, itu cuma masalah kebiasaan aja. Setelah lewat 10-15 menit pertama, juga sudah biasa, kok.  Tapi banyak hal-hal lain yang perlu dipersiapkan, karena skill saja tidak cukup !

  • Bikin SIM Internasional, caranya bisa diklik cerita saya di sini. Sebenarnya ada negara-negara Eropa yang bisa menerima SIM lokal saja tanpa SIM Internasional, seperti di Inggris, Prancis, Belgia dan Belanda. Ada yang perlu diterjemahkan, ada yang tidak. Sebaiknya punya juga SIM Internasional untuk berjaga-jaga jika SIM lokal ternyata tidak laku. SIM Internasional sudah berbahasa Inggris, jadi tidak perlu lagi diterjemahkan.
  • Pelajari dan patuhi rambu-rambu lalu lintas, dan terutama jalur-jalur, mana jalur untuk mendahului, jalur bus dan sepeda. Untuk setir kiri, jalur mendahului di sebelah kiri. Kenali juga jalur dengan arah berlawanan. Di sisi mana mobil harus berjalan. Jangan sampai salah jalur, ternyata jalur itu untuk arah sebaliknya. Saat bikin SIM Internasional, kita pasti diberikan juga buku tentang rambu-rambu ini.
IMG_2114
Penting untuk tau !
  • Kenali mobil yang akan digunakan. Sebelum mulai menyetir, ada baiknya mempelajari dulu tentang mobil yang akan dipakai. Di mana lampu sein nya, klakson, lampu dim, lampu jauh, wiper, pengatur spion, dan sebagainya. Supaya gak repot cari lagi saat dibutuhkan.
  • Perhatikan kecepatan maksimal ketika mengemudi. Di setiap tempat akan memiliki kecepatan maksimal masing-masing. Ini pasti dibuat dengan alasan keamanan, maka patuhilah kalau gak mau celaka atau minimal kena tilang ! Kalau pakai aplikasi peta seperti waze sudah dilengkapi dengan peringatan batas kecepatan maksimal.
  • Pasang seatbelt, car/booster seat untuk anak, hindari menggunakan handphone. Peraturan ini sering diabaikan di Jakarta, tapi jangan di sini yah. Terutama car/booster seat ini bukan sekedar pajangan. Si anak haruslah duduk di situ dari berangkat sampai tiba di tujuan. Semua itu demi alasan keselamatan yang menjadi prioritas di Eropa.
  • Attitude itu penting ! Skill saja tidak cukup. Kalau terbiasa nyalib di jakarta, apalagi menyetir zig-zag. Tinggalkan kebiasaan itu di rumah dan jangan lakukan di rumah orang. Ketika saya mengemudi di Denmark, saya bertemu pengemudi yang sopan-sopan, apalagi pengemudi truk nya, amat tahu diri. Setiap kali saya ingin minta jalan ingin mendahului pasti diberikan, tentunya dengan tidak lupa memberikan kode lampu sein. Begitu pula sebaliknya, kalau ada orang lain ingin mendahului, izinkan lewat. Dahulukan pejalan kaki dan pesepeda.
IMG_7780
Jangan ditiru ! Nyetir sambil merem.

 

  • Usahakan mengemudi dengan navigator, maksudnya cari teman kalau baru pertama kali mengemudi. Teman inilah nanti yang berfungsi sebagai penunjuk jalan, pengingat batas kecepatan, penyemangat, sampai teman nyasar. Beruntung saya ditemani suami yang bisa diandalkan jadi navigator. Saya lemah navigasi, dia kurang fasih menyetir dengan transmisi manual. Jadi klop kan ! 😀
  • Ingatlah bahwa big brother selalu mengawasi. Banyak kamera dan radar di jalan. Polisi memang hampir tidak pernah terlihat, tapi gerak-gerik Anda selalu dipantau. Jangan kaget yah kalau tiba-tiba dapat surat cinta tagihan tilang karena melanggar rambu atau melampaui batas kecepatan.

Mudah kan ? Dari pengalaman saya, ada tiga tantangan mengemudi di Eropa, terutama di Denmark :

  1. Menjaga attitude di jalan, ini tantangan paling pertama dan utama. Kalau biasanya bisa serobot sana-sini dan parkir di mana aja, lupakan dulu deh ! Hormatilah pengguna jalan lain. 
  2. Menahan kantuk. Bagaimana gak ngantuk, jalanan senantiasa damai, sentosa tanpa macet dengan pemandangan indah di sisi kanan dan kiri.
  3. Menjaga kecepatan. Ini juga bagian agak sulit. Jalanan lowong di depan mata adalah godaan seberat-beratnya untuk ngebut.

Sekarang, bagaimana kalau ingin menyewa mobil ? Ini juga gampang banget. Waktu di Denmark saya menggunakan website danskautorent.com untuk menyewa via online. Harga tergantung dari tipe mobil. Lebih baik pilih mobil dengan transmisi manual, harganya setengahnya harga mobil dengan transmisi matic. Kalau mau cari perbandingan harga bisa di kayak.com atau expedia.com.

Ini yang perlu diperhatikan saat menyewa mobil !

  • Selain kayak dan expedia, sewa mobil bisa langsung dilakukan di europcar.comsixt.com atau hertz.com. Setidaknya tiga institusi itu terpercaya dan populer. Soal harga, masing-masing memberikan harga yang cukup bersaing.
  • Perhatikan lokasi pengambilan dan penjemputan. Lokasi yang berbeda bisa  mempengaruhi harga sewa. Pastikan juga tentang batas area, terutama bila ingin membawa mobil sampai luar negeri.
  • Pilih penyewaan mobil yang tidak membatasi kilometer penggunaan per hari (unlimited miles/kilometers), supaya tidak perlu was-was tambahan biaya lagi kalau kilometer melampaui batas.
  • Beli asuransi sewa mobil. Harga sewa mobil dengan asuransi biasanya terpisah. Untuk amannya beli yang all risk, aman dari segala resiko. Kalau yakin siap dengan segala resiko, beli yang minimal juga tidak masalah.
  • Laporkan pengemudi yang akan menyetir, terutama kalau ada tambahan. Kalau sudah si A yang mengemudi, tidak boleh ganti pengemudi lain di jalan, kecuali sudah dilaporkan. Ini biasanya akan ada tambahan charge lagi per pengemudi. Aturan ini berhubungan dengan asuransi. Peraturan yang berlaku di Eropa, jika terjadi apa-apa dengan mobil yang kita sewa sementara mobil disetir oleh orang lain di luar perjanjian, tidak akan ada penggantian asuransi.
  • Mobil yang disewa biasanya sudah terisi bensin penuh, jangan lupa untuk mengisinya kembali hingga penuh ketika dikembalikan atau akan terkena biaya yang bisa lebih mahal daripada beli bensin sendiri.
  • Baca kontrak perjanjian sewa dan tanyakan lagi harga fix sewa (bukan harga estimasi) begitu mobil dikembalikan.

Hmmm apa lagi, yah ? Kalau ada yang mau menambahkan bisa loh silakan kasih komentar di boks supaya bisa dibaca dan berguna buat yang lain juga. Mari jajal skill nyetir di Eropa !

Happy plesiran 🙂 !

 

 

 

 

 

Advertisements

16 Comments Add yours

  1. FeHa says:

    Halo mbak, salam kenal. Iya memang betul nyetir di Eropa itu enak dan seru kok.
    Pengalaman saya sih rentalcars.com selalu bisa memberikan perbandingan harga yang OK banget. Keluarga saya selalu pakai jasa Greenmotion.com kalau di lokasi tujuan mereka beroperasi.

    Like

    1. Sheika Rauf says:

      Halo juga :), terima kasih yaa udah mampir. Nanti kl trip ke eropa lagi cobain rentalscars sama greenmotion deh

      Like

  2. Narto says:

    Terima ksh tips. Sangat berguna.

    Like

    1. Sheika Rauf says:

      Sama2. Terima kasih sudah mampir 🙂

      Like

  3. Wah serunya roadtrip di eropa… #relationshipgoals

    Salam
    http://www.travellingaddict.com

    Like

    1. Sheika Rauf says:

      Terima kasih sudah berkunjung 🙂

      Like

  4. Didi says:

    Keren banged dan info nya sangat bermanfaat mba.. Salam

    Like

    1. Sheika Rauf says:

      Terima kasih mas 🙂

      Like

  5. Mohon informasi nya…… mbak
    saya berencana ke prancis bersama keluarga ber 4, rencana nya mau rental kendaraan di sana ut menjelaajahi eropa, serta menginap di beberapa negara, bagaimana ut parkir kendaraan jika hotel nya tdk memiliki lahan parkir ? ut bayar tol atau lainnya gimana ya?
    terimakasih banyak

    Like

    1. Sheika Rauf says:

      Kalau untuk lahan parkir, biasanya tersedia di pinggir jalan atau ada lahan parkir tersendiri di suatu area. Biasanya berbayar, ada mesin otomatis utk bayar sewa parkir. Perhatikan saja rambu2nya dmn area boleh parkir dan tidak. Untuk bayar tol sama kok dengan kita, ada loket tol nya, bisa bayar dengan kartu kredit atau cash. Ada yang otomatis ada juga yg pake petugas. Sediakan saja uang cash untuk bayar tol.
      Yang bingung saat nyetir di eropa itu karena kita gak familiar aja sama jalurnya. Nah ini juga harus diperhatikan jalurnya. Andalkan satu orang utk jadi navigator dan liat2 rambu. Gak ada polantas di sana karena semua ruas jalan sudah ada cctv dan radar utk menangkap mereka yang melanggar. Kadang kita gak sadar udah melanggar, tiba2 dikirimin surat tilang beserta daftar kesalahan. Kita gak bisa protes krn semua sudah terekam. Tapi santai aja. Happy plesiran yaa

      Like

  6. Rianti says:

    tidak sengaja ,menemukan blog ini dan menemukan wajah dosen saya pak mahmud syaltout sebagai sampul artikel.

    🙂

    Like

    1. Sheika Rauf says:

      Halo mbaa, pak syaltout memang suami saya ☺

      Like

  7. Lystie says:

    sepertinya ada maksimal jarak dan kita diharuskan istirahat, bolehkah minta info mengenai hal ini mbak… tksh

    Like

    1. Sheika Rauf says:

      Tidak ada maksimal jarak setau saya. Hahya batas negara. Jadi tanyakan saja apakah mobil bisa dibawa ke luar negeri atau tidak. Juga gak ada jarak yang mengharuskan istirahat kok. Diri sendiri aja yg memutuskan kapan perlu istirahat

      Like

  8. kaka says:

    Hi Mba,
    lebih baik nyetir sendiri antar negara atau hanya sewa utk dalam kota saja? (jadi antar negara berpindah menggunakan kereta)

    Like

    1. Sheika Rauf says:

      Kalau nyetir antar negara, lihat lokasi penjemputan dan pengembalian mobil. Tidak semua penyewaan mobil memiliki layanan pengembalian mobil di semua negara. Kalaupun ada harganya bisa lebih mahal dibandingkan penjemputan dan pengembalian di lokasi yang sama. Supaya lebih praktis dan fleksibel (juga lebih murah), sewa mobil untuk satu negara saja dan berpindah dengan kereta, tidak perlu pindah negara, kecuali kalau akan balik lagi ke negara tempat menyewa mobil.

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s