Airbnb, solusi alternatif akomodasi seru

Sudah setahun belakangan ini saya pengguna setia airbnb untuk plesiran kami. Alih-alih mencari hotel lewat situs-situs pembanding, hal pertama yang saya lihat justru situs nya airbnb.

Untuk yang belum tahu apa itu airbnb, silakan langsung cek situs airbnb. Situs ini mengusung konsep sharing economy antara penyewa dan pemilik akomodasi. Jadi daripada ruangan atau rumah si pemilik tidak terpakai, lebih baik disewakan saja kepada orang lain. Penyewaan di sini biasanya untuk penggunaan jangka pendek. Kalau untuk penyewaan jangka panjang bisa juga, tapi tidak disarankan karena lebih mahal. Model bisnis airbnb ini semacam model bisnis transportasi online, seperti gojek, grab, uber. Sudah lah saya gak mau bahas panjang soal sharing economy sama model bisnis nanti malah sotoy 😆

Tapi sudah mudeng semua dong sekarang apa itu airbnb. Sudah dicek ke situs nya juga kan ?   Sekarang saya mau bahas apa saja kelebihan dan kekurangan nyewa akomodasi lewat airbnb dibandingkan menginap di hotel.

Kelebihan :

  1. Harga bisa lebih murah, meskipun TIDAK SELALU lebih murah dibandingkan hotel. Tergantung akomodasi seperti apa yang dicari, untuk berapa orang dan lokasinya. Kalau pergi beramai-ramai, paling enak pake airbnb.
  2. Serasa berada di rumah sendiri, meskipun lagi-lagi TIDAK SELALU seperti di rumah sendiri. Ada akomodasi yang menyediakan segalanya seperti di rumah, seperti kompor, mesin cuci baju, mesin cuci piring, setrika, pengering rambut, sampai mainan anak-anak. Ada juga akomodasi yang hanya menyediakan tempat tidur. Tergantung kepentingan plesirannya bagaimana.
  3. Bisa merasakan seperti orang lokal. Ini hampir PASTI begitu karena bukan di area hotel, yaa hidupnya kurang lebih akan seperti orang lokal.
  4. Bisa menjalin pertemanan dengan host. Poin ini juga TIDAK SELALU yah, tergantung keberadaan dan keterbukaan si host sendiri.

Kekurangan :

  1. Harus bersih-bersih sendiri. Iya namanya juga menumpang di rumah orang, tidak ada cleaning service, meskipun di situ sudah ada fee jasa bersih-bersih, tapi prinsip saya, jangan meninggalkan jejak yang tidak baik di rumah orang. Setidaknya mengembalikan 90 % kembali ke keadaan semula.
  2. Masih pro dan kontra, antara legal atau ilegal. Ada beberapa negara yang menganggap airbnb itu ilegal. Macam kasus gojek begitu lah. Untuk kekurangan yang satu ini, saya sih bodo amat, tidak menganggap ini kekurangan. Hahaha

Jadi kekurangannya cuma satu ? Iya, karena itulah saya menjadi pengguna setia airbnb ☺️

Sekarang bagaimana cara memilih penginapan di airbnb ? Ini ‘SOP’ saya. Masing-masing orang bisa berbeda-beda.

  1. Langsung filter penginapan yang sesuai budget. Jangan buang waktu lirik penginapan yang gak mampu dibayar, bisa bikin sakit hati 😅
  2. Cari yang memang sudah sering menerima tamu dengan rating minimal bintang 4. Karena pergi bersama keluarga, saya selalu mencari apartment atau rumah untuk kami saja, tidak sharing dengan host. Pencarian ini juga bisa langsung difilter.
  3. Lihat fasilitas yang disediakan dengan cermat dan beserta foto-fotonya, apakah segala fasilitas itu memenuhi kebutuhan kita. Kurang sedikit, saya masih bisa terima, yang penting ada tempat tidur, kamar mandi, penghangat/pendingin ruangan, kompor lengkap dengan peralatan masak dan makan sama mesin cuci pakaian.  Oh iya tak lupa WIFI ! hahaha, kebutuhan banget itu sih. Segala fasilitas itu amat sangat bisa memangkas budget plesiran loh !
  4. Lihat komentar orang-orang yang pernah menginap sebelumnya. Kalau selalu positif, bisa dipastikan tempatnya memang menyenangkan. Kalau ada yang negatif, biasanya gak langsung saya tolak, saya lihat dulu apakah sisi negatifnya itu masih bisa diterima. Kalau tidak, ya sudah, bye !
  5. Jalin komunikasi dengan host. Saya memilih penginapan dengan host yang santai dan asik, tidak ribet. Dengan berkomunikasi, setidaknya saya bisa menebak karakter si host. Biasanya saya akan memperkenalkan diri dulu, terus saya akan bilang berapa orang yang akan pergi bersama saya, termasuk bilang kalau saya pergi bersama anak kecil. Saya akan tanyakan seputar lingkungan rumahnya,  sepi atau ramai, ada apa saja di situ, dan jarak dari stasiun terdekat. Pertanyaan kunci saya biasanya “apakah bisa check in lebih awal ?” Kalau si host cepat membalas dengan ramah dan detil menjelaskan tentang lingkungan rumah/apartment nya, apalagi sampai mengizinkan check in lebih awal, ah itu host favorit saya. Check in biasanya baru bisa antara pukul 14 dan 15, dan check out pukul 11. Tapi host yang asik biasanya membebaskan kita mau check in dan check out jam berapa aja, asal diinformasikan sebelumnya.
  6. Segera putuskan dan lakukan pembayaran. Kalau semua standard sudah terpenuhi, saya tak akan ragu langsung melakukan pembayaran, daripada keduluan orang lain, sambil mengucap bismillah, semoga di tengah jalan host tidak semena-mena membatalkan. Bisa loh kejadian begitu. Tapi tak usah khawatir, kalau kejadian seperti itu, kita bisa memilih antara uang kembali atau meninggalkan kredit di airbnb yang bisa kita gunakan lagi untuk memilih akomodasi lain.
  7. Konfirmasi kembali jelang hari H. Jangan lupa hubungi host kembali menjelang hari H, idelanya seminggu atau dua minggu sebelumnya. Tanyakan alamat detil dan cara untuk sampai ke sana. Pastikan juga siapa yang akan menyambut kita, apakah si host sendiri atau ada perwakilan.

Dari empat pengalaman saya menggunakan jasa airbnb, tidak satupun host pernah saya temui, tapi masing-masing punya gaya penyambutan tersendiri.

Pengalaman di Osaka, Jepang

Pertama kali saya menggunakan airbnb waktu plesiran ke Osaka, Jepang. Host di sini sangat detil memberikan petunjuk, malah bisa dibilang niat. Sejak saya melakukan pembayaran, ia sudah menyiapkan keterangan selengkap-lengkapnya dalam bentuk PDF, dari mulai alamat, transport menuju ke sana, peta, petunjuk membuka pintu sampai detil petunjuk di dalam rumah di mana dia meletakkan benda-benda krusial. Yah, no wonder, namanya juga orang jepang.

Di sini saya tidak menjumpai siapapun, kunci diletakkan dalam kotak surat dan saya diberikan kode kunci nya. Kami hanya berkomunikasi via sms. Apapun pertanyaan saya selama menginap di rumahnya pasti dilayani. Sangat helpful ! Bintang 5 untuk Masaya, host pertama saya di Osaka !

Pengalaman di Copenhagen, Danemark

Happyyyyy sekali bisa menumpang di sini. Sesuai dengan judulnya di airbnb “house of dream”, rumah ini memang seperti rumah impian. Cantik, adem dan penataannya ciamik. Mana host nya amat sangat baik. Rumah ini cukup besar untuk menampung kami berlima. Rumah ini bisa menampung hingga 8 orang karena awalnya kami akan berangkat ber-8. Kami betah banget menginap di sini, bahkan gak usah jalan-jalan pun rasanya tidak rugi.

Satu minggu sebelum kedatangan, Soren, si pemilik, sudah memberikan keterangan lengkap alamat dan cara mencapai rumahnya, informasi tentang lingkungannya, sekaligus nomer telp tetangganya. Ketika kami datang, Soren tidak di rumah. Ia menitipkan kunci pada tetangga baiknya itu. Tetangga itulah yang mengantarkan dan menunjukkan isi rumah pada kami. Bukan cuma itu saja, sang tetangga ini stand by bila kami mengalami kesulitan. Seperti waktu kami kehilangan salah satu kunci rumah, juga waktu wi fi internet di rumah mati, tetangga inilah yang membantu. Sementara Soren meninggalkan berlembar-lembar pesan untuk saya dengan tulisan tangan, memohon maaf karena ia tidak bisa menyambut saya, juga memberikan keterangan tentang isi rumah, meminta saya menyiram tanaman juga mempersilahkan saya menghabiskan isi kulkas nya. Luar biasa kan ? Makanya saya kasih diamond lah untuk host satu ini. 🙂

Pengalaman di Paris, Prancis

Sumber foto : Airbnb

Sayang sekali untuk kali ini saya tidak terlalu banyak memotret ruangan. Habis tidak seindah rumah yang kami tempati di Copenhagen, jadi lupa foto. Hahaha. Jadi foto di atas saya ambil dari airbnb, sumbernya langsung.

Tapi tempat ini sama sekali tidak mengecewakan. Rapi, bersih, segala ada, sampai mainan untuk Zola pun tersedia. Ketebak kan siapa yang paling happy tinggal di sini 😉

miliknya, milikku juga
serasa milik sendiri

Kalau ini beda lagi gaya penerimaannya. Kami sempat was-was dibuatnya karena pesan saya menjelang hari H sempat lama tidak berbalas karena yang bersangkutan sedang berlibur juga. Saya malah sudah mempersiapkan plan B kalau si host tidak membalas juga membalas pesan.

Akhirnya Olivier, host di Paris ini membalas pesan saya dengan memberikan alamat detail, kode masuk ke apartemen dan ke mana saya harus meminta kunci rumah. Kunci rumah dititipkan ke concierge, namun concierge itu tidak sampai mengantarkan kami.

Hal yang paling berkesan di sini adalah tempat ini dekat dengan apartemen tempat kami tinggal 6 tahun lalu. Karena itu alasan saya memilih menumpang di sini.  Lingkungannya juga menyenangkan dan sudah sangat familiar. Bintang 5 untuk olivier !

Kurang Sreg

Kalau di atas itu yang bagus nya saja, saya juga punya pengalaman buruk di airbnb. Waktu itu saya memesankan kamar untuk adik dan almarhumah ibu saya di Singapura. Di foto memang bagus, namun si pemilik tidak mengatakan bahwa untuk mencapai ke sana perlu naik tangga dan melewati koridor tempat orang duduk-duduk dan merokok. Ah, sangat tidak menyenangkan, mana harganya cukup mahal !

Karena itulah cerewet itu perlu banget, jangan ragu bertanya dan gak perlu merasa gak enak kalau sudah banyak bertanya, eh tidak jadi. Cuek aja karena host sendiri pun no hard feeling !

Happy plesiran ! 😊

Advertisements

9 Comments Add yours

  1. Julia Tedjakusuma says:

    wah suka deh baca cerita di blog kamu. Terimakasih ya bisa buat referensi. Tapi sayang gak ada link dari airbnb yang sudah pernah dipakai. untuk diconnect.. Kebetulan saya mau ke Osaka April nanti.
    Kalau gak keberatan, boleh minta link airbnb rumah yng di Osaka itu. Many thanks.

    Like

    1. Sheika Rauf says:

      Hai terima kasih yaa sudah membaca, seneng banget udah jadi referensi. Ini link nya http://abnb.me/EVmg/A9eFNwqv0z. Host nya namanya masaya. Super baik & helpful orangnya. Recommended !

      Like

  2. ganissite says:

    Mbk pembayaran airbnb pake cc ya kemarin?

    Like

    1. Sheika Rauf says:

      Iyaa di airbnb memang harus pake cc

      Like

  3. dyahdarmawati says:

    Boleh nyontek itin ke jepang? Makasih ya

    Like

    1. Sheika Rauf says:

      Coba gabung di facebook group familygoers, cari #fgjepang. Ada itin di situ

      Like

      1. dyahdarmawati says:

        Siap…makasih ya

        Like

  4. Niu says:

    Mau nannya mba. Harga di airbnb hitungannya per orang atau bgmna? Misalnya: 780.000 max guest 4 orang tp sy bookingnya cm utk 1org. Apa sy byrnya ttp 780?

    Like

    1. Sheika Rauf says:

      Biasanya harganya dihitung per malam, bukan per orang. Tergantung jenisnya apa, apa satu rumah/apartemen atau hanya satu kamar aja

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s