Menjadi samurai sehari di Kyoto, Jepang

Ketika menyusun itinerary plesiran ke jepang, menonton pertunjukkan budaya jepang menjadi salah satu yang harus bagi kami sekeluarga. Bukan karena kami penggemar film anime jepang atau penggila sejarah jepang, tapi karena mau tau aja ;). Sebenarnya ada beberapa pertunjukkan yang ingin kami lihat : Samurai, Ninja, Geisha, dan Sumo. Namun akhirnya hanya Samurai dan Ninja saja yang bisa tercapai pada trip kali ini. Tak apalah. Semoga ada kesempatan ke jepang lagi nantinya.

Setelah mencari informasi dari om google tentang Samurai dan Ninja, saya memasukkan Kyoto dan Iga Ueno dalam list itinerary kami. Di Kyoto terdapat sebuah studio pertunjukkan Samurai Kembu terkenal di Jepang, sementara Iga Ueno adalah salah satu kampung ninja, di mana terdapat sekolah ninja terkenal yang beroperasi sekitar periode tahun 1500 – 1600 an.

Kyoto

Kyoto terkenal sebagai kota 10.000 kuil, segala jenis kuil ada di sini. Tapi justru hanya kuil Fushimi Inari Shrine saja yang saya kunjungi. Itu juga karena terdapat 1000 gates bersusun yang cantik kalau difoto. Karena waktu yang terbatas juga akhirnya kami memutuskan untuk mengunjungi satu kuil itu saja diantara beribu pilihan yang ada.

IMG_1881
Gerbang pertama menuju kuil
IMG_5508
Ikon Fushimi Inari, 1000 gates hingga menuju ke puncak.

Kota ini cenderung sepi jika dibandingkan Tokyo dan Osaka. Menurut sejarahnya, Kyoto pernah menjadi ibu kota kekaisaran Jepang pada masa shogun sebelum pecahnya restorasi meiji. Ok, lupakan dulu cerita itu, karena yang paling seru dari trip ini adalah menonton pertunjukkan Samurai sekaligus ikut kursus singkat samurai di studioΒ Samurai Kembu.
Masyarakat Jepang bangga sekali dengan sejarah Samurai mereka. Nilai-nilai filosofi dari Samurai sangat melekat bagi masyarakat Jepang hingga kini. Apalagi, diantaranya, kalau bukan kehormatan. Bagi Samurai, kehormatan adalah segalanya. Para samurai ini rela bunuh diri menghunus pedang ke perut akibat rasa malu yang tidak bisa ditanggung dan permohonan maaf tidak akan pernah cukup.

Kisah samurai dan filosofinya diceritakan lewat pertunjukkan yang berdurasi 60 menit dengan bahasa jepang dan diterjemahkan dalam bahasa inggris. Pertunjukkan ini aman untuk anak-anak, bukan tontonan yang sadis berdarah-darah. Anak saya, zola (7 tahun) saja menonton ini sampai tidak berkedip. Ada sekitar lima pemain yang berusia 20-an mahir memainkan peran mereka sebagai samurai. Mereka inilah generasi penerus dari kesenian Samurai Kembu.

IMG_1986
Tiga di antara lima pemain pertunjukkan Samurai

Kalau mau nonton pertunjukkan atau ikut kursus singkat nya bisa datang langsung saja atau reservasi terlebih dahulu sebelumnya agar kebagian tempat. Tak perlu reservasi pun sebenarnya tidak apa-apa karena pertunjukkan tersedia 3 sesi dalam sehari – pagi, siang dan malam.

Setelah show selesai, penonton dipersilakan mengikuti kursus singkat samurai, mulai dari belajar cara samurai melangkah sampai cara memegang dan mengayunkan pedang Katana. Ada beberapa pilihan paket yang ditawarkan di sini, tergantung dari lamanya kursus dan juga pakaian yang dikenakan, samurai atau baju biasa. Mau tidak ikut juga tidak apa-apa. Pengunjung bebas memilih.

Gerakan samurai ternyata sangat sulit dan melelahkan. Ada tata cara dan etika dalam gerakannya, seperti gerakan mencabut pedang, memberikan pedang, membungkuk, dan sebagainya. Pedang katana yang digunakan tentunya bukan pedang sungguhan, tapi beratnya sama. Pfiuhhh, melelahkan tapi seru sekali.

IMG_1993
Tata cara memberikan dan menerima pedang Katana
IMG_2032
Dapat sertifikat setelah mengikuti kursus singkat Samurai
IMG_1999
Samurai Family πŸ˜€

Iga Ueno

Destinasi berikutnya adalah mengunjungi kampung ninja. Kami berangkat dari Osaka menuju ke sana. Perjalanan memakan waktu cukup lama, sekitar 2,5 jam dengan menggunakan kereta kecil, hanya satu gerbong, yang berjalan lambat. Saya pikir semua distrik di jepang dijangkau dengan subway atau metro. Ternyata tidak juga !

IMG_3094
Kereta menuju kampung ninja. Iya, hanya satu gerbong ini saja !

Dari stasiun menuju lokasi museum ninja, kami sudah disambut oleh figurine-figurine ninja. Ada ninja hatori segala ! Nuansa ninja sudah cukup terasa sejak dari sini. Setelah itu, kami melewati hutan yang katanya dulu sering dipakai sebagai tempat persembunyian ninja. Β Lokasi yang cukup jauh membuat kami hampir nyasar, mana tidak ada orang yang bisa ditanya dalam bahasa inggris.

Akhirnya setelah melewati hutan, sampai juga di museum ninja. Selain menyimpan bermacam-macam pakaian ninja dan juga senjata ninja, di sini juga terdapat rumah ala ninja. Banyak trik-trik di dalam rumah ini, misalnya lantai untuk menyembunyikan senjata, lemari rahasia tempat bersembunyi sampai pintu rahasia untuk keluar rumah. Kalau orang biasa saja, pastinya terkecoh dengan trik yang ada di rumah ninja ini.

IMG_3202
Ruang kecil di bawah lantai, biasa digunakan untuk menyimpan senjata
IMG_3168
Ruang rahasia

 

Setelah melihat rumah dan museum ninja, kami digiring untuk mengikuti pertunjukkan ninja. Meskipun ada adegan perkelahian antar ninja, tidak perlu khawatir, karena adegan yang diperlihatkan di sini hanyalah adegan lucu, sama sekali tidak memperlihatkan unsur kekerasan. Banyak pula anak-anak kecil jepang dengan memakai kostum ninja menonton pertunjukkan ini. Lucu sekali !

 

IMG_3387
Mencoba membidik ala ninja

Puas berkunjung ke rumah ninja dan menonton pertunjukkan ninja, kami menuju stasiun yang sama tempat kami tiba untuk kembali ke Osaka. Kami masih harus melewati hutan lagi. Sebenarnya kasihan Zola karena masih harus berjalan jauh. Untungnya, dia cukup menikmati walaupun harus berhenti istirahat dulu setiap beberapa langkah.

IMG_3459
Kuil ninja di atas bukit

Pulang dari Iga Ueno kami harus dihadapkan pada petualangan tidak terduga. Kereta yang kami tumpangi tiba-tiba berhenti. Tanpa tahu apa yang dikatakan masinis – karena masinis tidak bisa berbahasa inggris – kami hanya mengikuti keramaian turun dari kereta dan berjalan keluar stasiun. Ternyata, orang-orang ini menunggu bis. Kami masih tidak mengerti apa yang terjadi sampai bis datang, mengangkut kami, sampai akhirnya tiba di stasiun Nara. Butuh waktu sekitar 4 jam lebih sampai di stasiun Nara. Kami melewati hutan-hutan gelap. Mirip ketika kita melintasi alas roban ! Capek tapi seruuuu banget ! πŸ™‚

Happy plesiran ! πŸ™‚

 

Advertisements

2 Comments Add yours

  1. Fanny F Nila says:

    Lg nyari info gmn caranya k museum ninja dari osaka, lgs msk k blog ini :D. Tx infonya mba.. Aku udh lama bgtvmw k museum ninja ini sjk baca novelnya mba trinity :p. Ga sabar nunggu february jadinya πŸ˜€

    Like

    1. Sheika Rauf says:

      waaaah asiiik mau ke jepang. Senangnya bisa bantu kasih info. Have fun yaa πŸ™‚

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s