MacRitchie Reservoir, sisi lain Singapura

Kalau mendengar kata Singapura, yang terbayang langsung berbagai mall mall besar di sepanjang jalan Orchard Road. Singapura memang lebih dikenal dengan pusat bisnis dan niaga.

Buat saya itu membosankan. Saya bukan tipe shopping traveler. Kota besar/modern cenderung saya hindari atau minimalisir kalau sedang traveling, seperti Singapura. Kota besar itu yang paling menarik adalah kulinernya. Saya akui kuliner Singapura cukup menggoda.

Tapi kali ini plesiran saya ke Singapura berbeda. Saya sengaja mencari obyek lain, dan pilihan saya langsung ke MacRitchie Reservoir. Adalah hutan reservasi seluas 12 hektar yang terletak di pinggir Singapura. Untuk mencapainya butuh waktu 17 menit dengan taksi atau uber, 1 jam dengan MRT.

Sesampainya di sana, saya sempat tercengang, ada hutan rimbun di Singapura ! Banyak orang yang memanfaatkannya untuk hiking, olahraga kano, atau sekedar senam pagi bersama. Masuknya pun gratis. Plesiran murah meriah!

IMG_6647
Jalan santai
IMG_9623
Berusaha senyum semenarik mungkin πŸ˜€
IMG_9572
Anak kota masuk hutan
IMG_9564
Bisa main kano juga di sini

Saya datang bersama zola (7 tahun), adik dan ayah saya (64 tahun). Salahnya, saya tidak mempersiapkan cemilan apapn, hanya air minum. Seharusnya saya bawa cemilan karena di hutan ini tidak ada orang jualan sepanjang perjalanan. Baju untuk hiking yang casual saja. Pokoknya yang paling penting pakai alas kaki senyaman mungkin, hindari sandal jepit karena jalanan mendaki dan licin. Pegal dan bisa terpeleset kalau pake sandal jepit. Stroller bayi tidak bisa dibawa naik hiking, cukup di bawah saja. Kalau mau bawa bayi asal digendong cukup memungkinkan. Di setiap beberapa meter ada tempat pemberhentian, bisa duduk-duduk dulu sebelum mulai jalan lagi. Hiking kali ini santai, tidak ambisius mengingat saya bawa anak kecil dan orangtua 😁

Di perjalanan jangan kaget kalau tiba2 Anda bertemu hewan-hewan liar, seperti bunglon, kura2, monyet. Hewan liar dibiarkan hidup di sini. Awalnya zola cukup excited bertemu hewan-hewan ini.


Tapi lama kelamaan, baru setengah jalan, Zola sudah merengek kelelahan dan lapar. Memang salah saya, kurang persiapan. Saya tidak menduga lokasinya akan seliar ini. Saya pikir hanya semacam garden by the bay atau botanic garden.

Akhirnya, baru setengah jalan, kami memilih untuk turun lagi dan makan di bawah. Untungnya ada kafetaria ! Pilihan makanannya lumayan, setidaknya tersedia finger foods untuk anak-anak. Ada fresh juice pula ! Pas untuk mereka yang baru turun hiking.

Walaupun tidak sampai puncak, tapi kami cukup senang lihat pemandangan dan menghirup udara menyegarkan. Vitamin untuk orang Jakarta !

 

 

Happy plesiran ! 😊

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s